Home » Insidental » LOMBA CERPEN - DESA RANGKAT » [MBRL] Maaf, aku Perempuan Bangsat…

[MBRL] Maaf, aku Perempuan Bangsat…

images20

oleh: Jingga Rangkat

Peserta No. 26

Ah… mimpiku bukan puing! Aku berdiri membangun mimpi diatas mimpi! Cam kan itu!

Namaku kinanti lembayung larasati, panggil aku KINAN, aku Cuma suka penggalan kata itu dari sebaris nama pemberian bapakku, penggalan lainnya terlalu punya arti gamang. Lara, nanti, lemba, ach…. Aku ga mau jika terkesan rapuh! Serapuh apapun jiwaku, biarkan dunia melihatku seperti batu karang, tegak dan sulit terkikis biarpun ombak besar menghantam hidupku.

Saat ini aku ingin bercerita tentang penggal kisahku, ya… yaa… hanya penggal yang berarti aku mulai mengenal bukan sekedar KATA CINTA tapi Merasakan Cinta itu sendiri dalam setiap detak jantung dan setiap tarikan maupun hembusan napasku. setelah puluhan laki-laki hilir mudik ingini hatiku atau bahkan hanya sekedar ingini tubuhku. Nama laki-laki itu.. Bumi Anantha, tapi aku panggil dia Langit. Karena dia terlalu angkuh, dia sama sekali tidak membumi…. Dia punya sepasang mata elang yang mengerikan, bayangkan aku selalu merasa kejang pada urat-urat rasaku tiap kali sepasang mata elangnya menatapku tajam. Dia punya bibir dan lidah yang jarang dia gunakan untuk banyak kata, setiap ocehanku hanya dia jawab dengan anggukan kepala, sekedar senyum atau saat aku terlalu bawel dia akan rengkuh bahuku dan dia tempelkan bibirnya di keningku. Tapi saat dia gunakan mulutnya untuk berkalimat, lidahnya bisa setajam silet.

Aku hanya mampu menggangguk untuk setiap pinta dan keputusannya, aku perempuan masochist yang mendadak terlalu jinak diatas ranjang hanya demi sebuah pengabdian cinta, dan aku sangat suka melakukan itu.

Sebelas bulan aku mengenal dan menikmati setiap imajinasi cintaku dengan langit. Awal mengenalnya, kami hanya sepasang manusia dewasa yang tergerus gaya hidup dunia yang menua, sekedar free sex tanpa rasa, tanpa komitmen apapun, hal yang aku pikir aku akan terbiasa menjalani gaya hidup seperti ini, tanpa aku benar-benar sadari, saat aku ingin rengkuh tubuh gagahnya pada hari-hariku, adalah saat benih cinta itu tumbuh. Rasa yang tak mungkin kutolak atau bahkan aku muntahkan.

Aku ingin menjadikannya milikku satu-satunya. Mimpiku KINAN adalah perempuan satu-satunya yang kuasai hasratnya. Hasratnya saat berpeluh desah, hasratnya saat jiwa maskulinnya ingin lindungi miliknya. Aah… aku ingin menjadi hasrat rindu dan semua inginnya. Hal ini menjadi bangunan mimpiku yang aku bangun tertatih diantara jiwa arogannya. Aku pemujanya utuh sepenuh!

Sampai saatnya hariku mulai mengenal kata cemburu, rasa takut kehilangan membuatku selalu takut suatu hari nanti aku harus kehilangan sosoknya, sosok langit benar-benar kuasai setiap sudut detak rasaku. Tapi ungkapan cinta darinya tak kunjung datang, dia tetap seperti biasa sekedar datang padaku untuk tuntaskan gumpalan hasrat yang memuncak, setelahnya dia akan pergi tanpa basa-basi apapun. Saat aku menuntut waktunya setelah hasrat terbayar, dia hanya mencium keningku sebentar dan bisikkan ditelingaku, “aku harus pergi sekarang say…”selalu begitu…

Aku ingin keluar dan lari dari setiap lingkaran rasa yang terlalu menyakitkan ini, aku merasa, aku hanya pelacur baginya, pelacur tanpa upah tepatnya! Tapi dengan bodohku, aku hanya duduk diam dibawah jantannya yang terlalu arogan.

aku harus mampu membunuh rasaku, mungkin mencoba jajaki malam dengan raga lain! Aku mencoba berdialog dengan Langit, berharap dia akan mencegahku dan memintaku untuk bertahan pada satu raga, hanya dia. Tetapi seperti biasa dia hanya tersenyum dan menjawab “silah kalau itu membuatmu bahagia”

Bahkan sebagai seorang sahabatpun dia tak ingin menjagaku, aku hanya pelacur gratis baginya. Kenyataan yang terlalu pahit buatku. Malam itu juga aku putuskan membunuh setiap bayangannya dengan menghabiskan malamku bersama Pieter, lelaki yang baru aku kenal sebulan yang lalu.

Langit sangat tahu, bahwa malam ini aku akan bercinta xengan Pieter sebgai usahaku lepas dari jerat rasaku padanya, dia hanya mengangguk dan tersenyum melepas kepergianku, malam itu aku dengan Pieter benar-benar tanpa hati, Langit tetap saja sangat menguasai otakku, sementara Pieter yang terlanjur dikuasai hasrat tak lagi mampu kendalikan diri, aku hanya merasakan kesakitan yang amat sangat, dan aku tumpahkan semua dalam tangisku, hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menutup semua kebodohanku, aku rindukan langit, aku inginkan peluknya hanya sekedar ucapan maaf darinya, tapi itu hanya imajinasi butaku. Hingga menjelang pagi BBM darinya terbaca mataku,

“Sukses? :D”

Seperti tertusuk ribuan belati dada ini mengeja katanya, biadab! Langit benar-benar laki-laki biadab! Dan aku perempuan bodoh yang meletakkan cinta begitu saja dijiwanya.

“Kau, kejam Langit…”

“Bukankah dari awal sudah kukatakan bahwa aku kejam?”

“Bahkan support sebagai sahabatpun kau tak sudi berikan padaku”

“Sayapku hitam Kinan :) kau tahu itu dari mula, bahkan aku akan lebih kejam jika aku berikan perhatianku yang nantinya akan menbuatmu gede rasa, benar? :)”

Tanpa jawaban lagi, aku tutup Blackberry ku.

Disini aku berdialog dengan jiwaku,

dimana Kinan yang tegar?

dimana Kinan yang arogan?

Dimana Kinan yang selalu berhasil hindari rasa cinta?

salahkah jika ada saatnya seorang perempuan Kinan larut pada rasa keperempuanannya?

tapi TIDAK! Aku  Kinan tidak akan MATI karena CINTA, dia boleh datang dan hancurkan semua mimpiku, tapi ingat! MIMPIKU BUKAN PUING! AKU, KINANTI LEMBAYUNG LARASANTI  BERDIRI MEMBANGUN MIMPI DIATAS MIMPI! Cam kan itu !….

Sekarang aku bangga dengan kata bahwa KINANTI LEMBAYUNG LARASANTI perempuan paling bangsat, maaf, jika penggal kataku terlalu kasar, aku sudah terlalu kenyang telan getirnya kehidupan, bahkan aku pernah dipaksa melihat kekasihku bercinta dengan perempuan lain didepan mataku, tanpa aku diperbolehkan beranjak selangkahpun atau menangis, tangisku akan makin membuat adengan didepan mataku makin menggila, mereka bergulung tanpa selembar benangpun! Dan aku KINAN! Aku, harus telan itu dengan mata telanjang tanpa airmata!

Lelaki yang kusebut cinta, lelaki yang menjadi alasanku bertahan dari kejamnya sisi hidupku yang lain. Aaahhh! Mau luka seperti apa lagi yang harus aku telan???? Ahahhahaa…. Aku sudah belajar kerasnya hudup saat aku masih belum tumbuh remaja, babak belur dengan lebam disekujur tubuh hanya karena urusan ranjang sudah menjadi makan malamku entah berapa tahun yang lalu. Aku muak!

Jika sekarang aku membatu dan menjadi perempuan bangsat yang arogan. Salahkah aku??? Hahahaha…. Untuk menjadi perempuan bangsat aku harus membayar mahal dengan carut marut luka dihidupku.  Tapi namaku bukan LARA! Aku KINAN! Ingat itu! Aku akan lacuri kehidupan dengan cara apapun untuk membangun mimpiku yang tak akan pernah menjadi sekedar PUING!

 

desaku

Desa Rangkat adalah komunitas yang terbentuk berdasarkan kesamaan minat dalam dunia tulis menulis fiksi. Jika berkenan silahkan berkunjung, berkenalan, dan bermain peran dan fiksi bersama kami di Desa Rangkat, klik logo kami.

 

 

 

 

 

Facebook Comments

About jingga Rangkat

17 comments

  1. Imas Siti Liawati

    Wew, keren banget! :-D

  2. Hmmmm…. ciri khas tulisan Jingga.Yang jelas Jingga bukan LARA juga bukan KINAN.
    Kerennnnn …. :)

    • Bener kata cicih, Kim. Ini Jingga banget.
      Warnanya Jingga banget.
      Yang jelas emang Jingga bukan Lara bukan pula Kinan. Kalo itu, gw gak terima.. Jingga adalah Jingga.. wewww https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

      • hahahhahahaha Jingga ya jingga cici… Mas Hans… biarkan Kinan dengan nasibnya yg hancur lebur, jingga tetap akan jingga…. :P

        sayang kalian pake bangeeeeeeettttt….. https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  3. Woooooowwww….Langit emang laki-laki bangsat…

    Emang tubuhnya Kinan milik perusahaan bersama, gitu..datang dan pergi seenak udelnya dhewe

    -kental dengan ciri khas Titi Jingga..yang “seksi” menggemas kisah dewasa-

    Hebatlah..

    Salam sayang buat Titi,

  4. siapa bisa menandingi kekuatan diksi yang kau torehkan dengan penuh perasaan jeng Jingga?

    baguuuss banget banget banget

    :thumbup

    • Bunda Enggar… bukannya bunda juga punya nada yg sama dengan jingga?? kuat di Rasa… malah diksi bunda jauh lebih runcing. jingga sering bengong bacanya :)

      sayang bunda :) https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif

  5. khas banget … mbak jingga bangettt…. ga pake nama pun, pasti dah hapal tuh kalo tulisannya mbak jingga https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  6. @bundaenggar,Yang bisa nyaingin jingga cuma ada seorang. Dan bunda tau siapa itu :D

    Jawab : RANTI.

    *tepok jidat cijing

  7. Wkwkwkwkwmwmmwmwmwwmmw weeiiiii Tael… mau digetok pot bunga lo ma Luran????

    https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif

  8. Selaluhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  9. kereennnnn pokoknyahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  10. jingga bangettt….
    maaf mom baru muncul https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif