Home » Insidental » LOMBA OPINI HARKITNAS » Jokowi Pemimpin Kharismatik

Jokowi Pemimpin Kharismatik

banner-lombaopini-200-2Kontestasi Pilpres 2014 sudah semakin dekat di depan mata. Pilpres 2014 merupakan ajang pertarungan untuk mencari sosok pemimpin ideal yang menjadi harapan semua rakyat Indonesia. Beberapa tokoh sudah mendeklarasikan diri sebagai capres dan mencari teman koalisi untuk mencari pendamping ideal demi mendongkrah elektabilitas calon yang bersangkutan.

Dalam Pilpres 2014 ini, para kandidat capres mulai bermanuver untuk membangun koalisi demi sebuah pemerintahan yang kuat dan solid. Mereka berlomba-lomba mempromosikan diri untuk meraih simpati dan dukungan dari rakyat. Para kandidat tentu tidak hanya berupaya merebut dukungan elite, melainkan juga harus meraih dukungan suara dari pemilih dari tingkat akar rumput (grass root), termasuk mendapatkan restu dari kiai dari bebepara pesantren.

Beberapa diantara kandidat sudah membangun strategi untuk memenangkan kompetisi menuju kursi presiden. Lalu apa yang menjadi daya tarik pemilih terhadap kandidat capres yang diusung beberapa partai politik dalam Pilpres 2014 nanti? Faktor daya tarik menjadi menarik untuk diangkat sebagai faktor yang bisa menentukan hasil kompetisi ini. Bila kandidat capres yang diusung nanti mampu memberikan daya tarik bagi pemilih, bukan tidak mungkin pemimpin ini akan melenggang mulus menuju kursi presiden.

Selanjutnya, bagaimana kita mengetahui faktor penentu keberhasilan seorang kandidat capres menjadi pemimpin bangsa untuk lima tahun ke depan? Keperibadian apa yang sesungguhnya memengaruhi pemilih untuk menjatuhkan pilihannya kepada seorang kandidat capres yang bakal memimpin bangsa Indonesia? Apakah karena faktor ideologis, platform kebangsaan, kesamaan etnis, atau memang karena benar-benar atas dasar hati nurani? Dan siapa yang sebenarnya layak menjadi presiden Indonesia pada periode 2014-2019.

Personality Politics
Harus diakui bahwa kepribadian kandidat dinilai bakal menjadi penentu dalam Pemilu Presiden 2014 di Indonesia. Kondisi itu dikenal sebagai personality politics yang menjadi salah faktor penting yang dapat menentukan hasil akhir dari kompetisi besarini. Karakter personality politics sangat erat dengan sosok kandidat yang mampu menjadi daya tarik dan memengaruhi seseorang untuk menjatuhkan pilihan pada Pilpres mendatang.
Sosok yang paling berkharisma (dan) mampu menggugah perhatian warga yang akan terpilih menjadi pemimpin Indonesia. Jadi, faktor ideologi, representasi agama,etnis, kekerabatan, kelas sosial ataupun platform partai politik sekalipun tidaklagi menjadi penentu utama dalam memengaruhi pemilih.
Saya melihat potret personality politics yang berlangsung di Indonesia sebanarnya dapat kita saksikan langsung dari beberapa kandidat yang mendeklarasikan diri atau masih menunggu perkembangan politik selanjutnya. Namun, untuk konteks Pilpres 2014,saya menilai Jokowo Widodo atau Jokowi adalah diantara yang paling memenuhi kriteria sebagai cermin atau manifestasi personality politics. Bagi saya, sosok Jokowi adalah calon presiden yang paling layak memimpin Indonesia untuk periode 2014-2019.
Hal ini tidak bisa lepas dari gaya kepemimpinan Jokowi yang mampu menyentuh hati masyarakat dengan turun langsung ke lapangan guna menyerap aspirasi masyarakat secara luas. Melejitnya popularitas Gubernur DKI Jakarta Jokowi ternyata mampu menggugah dan menjadi daya tarik warga, terutama dari kalangan miskin yang tinggal di kawasan kumuh. Jokowi akhirnya dikenal warga sebagai sosok yang merakyat, tak elitis, populis, fleksibel, dan mampu mendengarkan keluhan-keluhan semua golongan tanpa terkecuali.

Kekuatan Kharisma
Kharisma (charisma) menjadi kekuatan utama Jokowi dalam meraih simpati dan dukungan bila dibandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya. Pengaruh kharisma Jokowi dalam teori sosiologis-sebagaimana dijelaskan Max Weber, lebih ditekankan kepada kemampuan seorang tokoh atau pemimpin yang memiliki kekuatan luar biasa dan mistis. Pengaruh kharisma sangat menekankan akan pentingnya kekuatan dan kepekaan dalam membaca fenomena sosial sehingga ia bisa diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat.
Konsep kharisma dalam teori sosiologis mengacu pada orang yang berwibawa karena mempunyai pengaruh luar biasa dan memberikan inspirasi bagi setiap orang untuk mengikuti apa yang menjadi pesan-pesan moralnya. Saya memahami karakteristik kharisma muncul bersamaan dengan situasi lingkungan yang mempengaruhinya, yaitu adanya seseorang yang memiliki bakat yang luar biasa, sejumlah ide yang radikal untuk memecahkan krisis atau persoalan, adanya sejumlah pengikut yang percaya bahwa seseorang itu memiliki kemampuan yang bersifat transendental dan upranatural, serta adanya bukti yang berulang bahwa apa yang dilakukan itu mengalami kesuksesan.

Pesona kharisma Jokowi dibandingkan dengan kandidat lain memang tampak lebih unggul.
Pandangan sosiologis memperlihatkan bahwa kekuatan kharisma sebagai sebuah konsep kepemimpinan memiliki karakter tersendiri untuk memengaruhi pengikutnya agar terkesima dengan apa yang menjadi nilai penting dari visi dan misinya. Tidak heran bila kekuatan kharisma menekankan pada sifat-sifat inovatif yang cukup radikal dalam melakukan terobosan baru yang menggugah hati nurani masyarakat sehingga menimbulkan kekaguman yang bersifat progresif bagi perubahan sosial. Dan sosok pemimpin kharismatik itu ada pada sosok Jokowi yang bakal menjadi kandidat utama dalam Pilpres 2014 nanti.

Nama Peserta :

Mohammad Takdir Ilahi
Asal Kota : Yogyakarta

takdir3

Facebook Comments

About mohammadTakdir

One comment

  1. katedrarajawen

    Biar ndeso tapi punya kharisma ya:)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif