Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [OPINI] Tak Perlu Diributkan Lagi Soal Kepemimpinan 1 Atau 2

[OPINI] Tak Perlu Diributkan Lagi Soal Kepemimpinan 1 Atau 2

logo lombaNegara Indonesia merupakan negara yang sangat menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, sesuai dengan Pancasila nomor 3, yaitu Persatuan Indonesia. Pergantian kepemimpinan sudah dimulai sejak awal kemerdekaan. Bahkan, pada masa perjuangan kita semua dicontohkan akan pentingnya persatuan dan kesatuan. Sebelum tahun 1908, Bangsa Indonesia melakukan perlawanan yang bersifat kedaerahan yang menyebabkan Bangsa Indonesia selalu kalah dari pihak penjajah. Lahirnya suatu organisasi nasional yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, yang menyatukan segala bentuk kedaerahan menjadi Nasional itulah titik awal perjuangan Bangsa Indonesia dengan persatuan dan kesatuan bangsa. Itulah sebuah organisasi yang menjadi bibit-bibit kemenangan Bangsa Indonesia. Itulah BUDI UTOMO. Bukan hanya itu, tepat pada tanggal 28 Oktober 1928 kami Bangsa Indonesia, terutama Pemuda-Pemudi Bangsa mengikrarkan sebuah SUMPAH PEMUDA, yang mengobarkan semangat para pemuda-pemudi untuk memperjuangkan kemerdekaan, sebagai jalan menuju negara yang Adil dan Makmur. Bukan hanya itu saja, dibulan yang suci, Ramadhan pada hari Jum’at, 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia bersama dua proklamator bangsa,yaitu Ir.Soekarno dan Drs. Moh Hatta mengikrarkan Proklamasi di sebuah kota yang penuh dengan sejarah yaitu JAKARTA.

Tak lepas dari masa lalu, kemerdekaan adalah suatu hal yang harus ditegakkan bersama-sama, yang perlu perjuangan secara nasional bukan kedaerahan, bukan berkubu-buku tapi bersama-sama. Kepemimpinan bangsa yang telah merdeka 68 tahun yang lalu tak perlu diragukan lagi. Pergantian pemimpin merupakan hal yang harus, wajib dilakukan oleh sebuah bangsa untuk mencapai tujuan negara. Bertahun-tahun, rakyat lewat suatu lembaga negara yang mewakili suara rakyat memilih pemimpin bangsa yang dapat membawa kemajuan pada bangsa, Majelis Permusyawaratan Rakyat-lah sebagai suara rakyat yang dapat mewakili suara-suara rakyat dari lapisan paling bawah sampai lapisan paling atas. Sepuluh tahun yang lalu, semua itu telah berubah Indonesia menyuarakan sendiri suara-suaranya di bilik suara yang tersebar di penjuru Nusantara. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono-lah pemimpin bangsa yang pertama kali dipilih lewat suatu pemilu yang dimana rakyat bebas menyuarakan hak-haknya. Melalui pemilu yang ber-asas kan LUBER JURDIL, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono duduk di Istana Negara mengemban mandat dari rakyat yang telah mempercayakan pada beliau akan nasib bangsa Indonesia.

Kini di tahun2014 ini yang penuh dengan kegarangan politik sebuah hajatan besar bangsa Indonesia terulang kembali, sebuah hajat untuk memilih seorang pemimpin bangsa yang akan melakukan segala perubahan demi kemajuan bangsa Indonesia, demi kemakmuran Ibu Pertiwi dan demi semua rakyat yang ada di bumi khatulistiwa ini. Namun, semua tumpah ruah seperti tak ada lagi persatuan dan kesatuan bangsa, saling melecehkan dua calon pemimpin negeri yang terbaik yang telah disiapkan. Saling mencari kelemahan, saling menjatuhkan, bahkan kekerasan pun dilakukana. Apakah mereka tak ingat dengan 68 tahun yang lalu, kami bersama-sama memperjuangkan, merebut kemerdekaan bangsa dari Bangsa Penjajah yang begitu kejam pada kami, rakyat Indonesia. Sebuah kerja paksa kami jalani bertahun-tahun. Sebuah pukulan, bukan-bukan sebuah tapi berkali-kali kami terima. Anak-anak kami mati kelaparan, mati dengan keadaan yang begitu memprihatinkan. Tapi, apa balasan dari semua ini ? Ditahun yang penuh dengan suasana politik, bangsa yang besar ini dipecah menjadi dua kubu demi kepentingan pribadi. Ingatlah, Presiden adalah sebuah jabatan suci yang mengemban amanah, harapan dan keinginan rakyat yang mereka tuangkan lewat suara mereka di sebauh bilik yang penuh sejarah. Jabatan presiden bukanlah jabatan yang dapat kalian semua rendahkan. Yang dapat kalian lecehkan, saat mereka masih pada posisi Calon. Apakah kalian semua tak berpikir ? Dua putra terbaik bangsa telah disiapkan untuk mengarungi samudara dunia menuju pantai kesuksesan, menuju pantai kejayaan, menuju pantai kemakmuran. Tapi, kalian semua para pendukung fanatik saling menjatuhkan dua putra bangsa terbaik untuk Negeri ini. Tanpa, kalian sadar kalian telah membuat suatu kesalahan yang sangat besar. Kalian tak pernah berpikir, kalau diantara dua putra calon terbaik bangsa yang telah disiapkan, salah satunya akan duduk di kursi Presiden. Mengemban semua amanah, harapan rakyat, bukan hanya orang berduit tapi juga untuk orang berkeringat. Ingatlah, 9 Juli yang telah kita lewati bukanlah ajang untuk bermusuhan dengan saudara sebangsa. Saling mengklaim kemenangan yang hanya dilihat dari sampel melalui sebuah hitung cepat yang dilakukan oleh beberapa media. Dan, ingatlah semua rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani yang mereka miliki, bukan sesuai duit yang para calon sebarkan. Ingatlah, kami rakyat kecil tidak butuh duit kalian, yang kami butuhkan adalah sebuah kepemimpinan yang dapat mengubah nasib negeri ini menjadi lebih baik, bukan soal korupsi yang tiap tahun menimpa pada anggota dewan, menteri. Dimana muka kalian yang telah kami pilih dengan hati nurani kami ? Apakah kami salah ? Atau nurani kami-lah yang salah ? Ingatlah, jangan sampai pada tanggal 22 Juli nanti, kalian dihancurkan karena kefanatikkan, keegoisan kalian semua. Siapapun yang akan mengemban amanah rakyat untuk menjalankan semuanya dengan baik adalah putra terbaik bangsa, yang telah mengerti bagaimana caranya memimpin, bagaimana memajukkan bangsa yang kaya akan pesona keindahan alam, yang kaya akan budaya, bahkan yang kaya akan rakyatnya. Jangan sampai kejadian yang telah berlalu terulang kembali, 2 pulau kita diklaim negera asing. Apakah kita tak pantas untuk memilikinya atau kita tak pantas untuk merawatnya ?

Ingatlah, 22 Juli Tuhan telah menakdirkan kepada 1 atau 2 yang akan duduk di kursi presiden untuk merubah semua wajah Indonesia menjadi lebih cantik, mulia dan lebih maju di segala bidang. Jangan sampai 22 Juli, kalian akan dipecah menjadi kubu-kubu, karena kalian tak setuju dengan yang memimpin bangsa ini. Tapi, ingatlah satu hal beliau yang nantinya akan duduk di kursi presiden adalah pilihan kami, pilihan rakyat Indonesia yang 9 Juli lalu telah berbondong-bondong mencoblos surat suara yang mereka berikan pada kami. Kami yakin dua calon ini telah menyiapkan mental, fisik dengan baik untuk menerima kekalahan maupun kemenangan. Yang menang, ubahlah Indonesia ini, usutlah semua kasus korupsi yang membingungkan kami, rakyat Indonesia. Dan, yang kalah ingatlah bahwa beliau yang memimpin adalah saudara sebangsa dan setanah air, Indonesia. Dan kepada para pendukungnya janganlah terlarut dalam euforia kemenangan. Dan, janganlah bersedih hati bagi para pendukung yang kalah. Dua calon ini adalah putra terbaik bangsa yang telah dilahirkan di bumi pertiwi ini, yang telah memiliki tanggung jawab akan bumi pertiwi ini.

Marilah kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa yang telah berdiri 68 tahun lamanya, kita jaga kerukunan antar rakyat, dan kita kawal jalannya kepemimpinan beliau yang duduk di kursi presiden dalam mewujudkan semua visi dan misi dengan baik. Kami semua mengharapkan keadaan yang kondusif, harmonis dalam menyongsong lahirnya presiden kita yang ke-tujuh. Kami sama-sama berdo’a semoga beliau dimudahkan dalam memimpin rakyat-rakyatnya, dimudahkan dalam membawa Indonesia pada perubahan yang besar. Jangan sampai kami melihat anak kecil berkeliaran dijalanan, jangan sampai kami melihat anak-anak kami mati karena gizi buruk. Mari, kita semua wujudkan persatuan dan kesatuan bangsa pasca pemilu menjadi persatuan dan kesatuan bangsa yang akan terus-menerus melekat pada hati dan sanubari kita semua. Ingatlah, 1 atau 2 itu sama saja ! Mereka adalah pemimpin terbaik bangsa ini untuk 5 tahun mendatang.

Facebook Comments

About Friska Putri N

6 comments

  1. Fahluluk Wardoyo

    bagus sekali isinya, saya mengapresiasi bentuk opini anda. isinya menyentuh, enak dibaca dan mudah dipahami. di ikuti dengan fakta tentang pengeklaiman 2 pulau di Indonesia.
    Semoga anda bisa mengkritik opini saya. sedikit lebih berbeda tetapii sama intinya :)https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  2. Friska Putri N

    Iyaa, makasih. atas segala sarannya. Ini juga masih dalam proses belajar, tolong diingatkan mbok ada kesalahannya.Salam kenal juga https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  3. mbak friska pintar sekali meyisipkan kepeduliannya pada bangsa dalam opini ini, nice https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  4. Friska Putri N

    makasih, atas apresiasinya ya https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  5. Cukup bagus tulisannya. Hanya saja ada salah duga, karena ternyata salah satu capres tidak siap untuk kalah. Yang bersangkutan maunya menang dan tak bisa menerima kekalahan dengan legowo.

  6. Friska Putri N

    Maaf, itu di luar dugaan pak . Jadinya begitulah tulisanya. https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif