Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [OPINI] Persatuan dan Kesatuan NKRI Perlu Dibangun Kembali

[OPINI] Persatuan dan Kesatuan NKRI Perlu Dibangun Kembali

logo lombaSebuah proses yang menarik untuk disimak dan diikuti, saat kita beranjak dewasa dan mulai mengerti akan makna kehidupan berkebangsaan yang baik dan benar. Sebab aku telah berkontribusi menggunakan hak saya sebagai warga negara Indonesia untuk pertama kalinya. Sebuah kesenangan dan kebanggaan akan diri sendiri dalam membuat suatu keputusan kepercayaan dalam diri ini. Bagai seekor anak burung yang awalnya masih belajar terbang dan tak mengerti akan fungsi sayapnya sebelum sang induk memberikan contoh pada anaknya. Begitu pula saya sebagai anak remaja yang dikatakan sebagai pemula dalam mengkritisi sebuah tatanan demokrasi dan politik di Indonesia ternyata begitu membuka mata saya.

Hasil pemilu telah diputuskan dan disahkan bahwa rakyat Indonesia bakal mempunyai pemimpin baru, pemimpin yang pure dari rakyat. Walaupun tak semua rakyat mendukung tetapi jelas hampir setengah lebih masyarakat Indonesia mendukung presiden dan wakil presiden terpilih tersebut. Kita tak dapat mengetahui bagaimana kinerja dari bapak-bapak tersebut, sebagai masyarakat pengamat yang kami inginkan adalah persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini dirasa penting karena dalam menjalankan sistem birokrasi di Indonesia dibutuhkan orang – orang yang mau memikirkan dan menjujung tinggi semangat persatuan dan kesatuan NKRI. Dibutuhkan orang-orang yang mempunyai mental yang tahan banting, tidak mudah terpancing, tidak mudah tergoda oleh nikmat duniawi yang di tawarkan oleh setan – setan politik yang ingin menggganggu sistem tatanan demokrasi Indonesia dan membuat rasa ketidakpercayaan masyrakat Indonesia terhadap pemerintah.

Tahun ini merupakan tahun bersejarah bagi bangsa Indonesia, pasalnya bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 69 kita akan mempunyai sosok pemimpin baru, setelah masa pemerintahan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang mendapat mandat dari rakyat Indonesia untuk memimpin bangsa ini kurang lebih sepuluh tahun lamanya. Sebuah catatan bersejarah bagi masa pemerintahannya mengingat berbagai konflik dari korupsi, terorisme, dll yang mewarnai cerita selama pemerintahan Kabinet Bersatu Jilid 1 dan 2, nama kabinet pemerintahan Pak SBY.

‘Masyarakat Indonesia nampaknya sudah dewasa’, sebuah pandangan dan argumen yang banyak terlontar dari pengamat politik tanah air terkait pilpres yang berlangsung. Memang benar adanya masyarakat kita sudah jenuh akan politik kita saat ini, perlu adanya gagasan baru dalam demokrasi kita ini, gagasan sebuah rasa persatuan dan kesatuan Indonesia. Rasa ini perlu dibangun oleh pemerintah yang baru agar tidak terjadi perpecahan dan perbedaan dalam menjalankan sistem tatanan demokrasi yang lebih baik lagi.

Usia 69 tahun seharusnya memberikan kita sebagai generasi pemimpin bangsa bagaimana catatan persatuan dan kesatuan bangsa kita ini, apakah sudah relevan dengan sila-sila yang ada? Apakah sudah sesuai dengan butir-butir Pancasila? Perlu kita renungkan dan pelajari apakah yang salah pada sistem tatanan birokrasi kita ini. Pemimpinnyakah? Atau kitanya sebagai masyarakat yang mengingini hal-hal yang enak saja tanpa memikirkan pusingnya pemerintah dalam menentukan kebijakan mana baik atau tidak. Sebagai pasangan pemimpin terpilih tentunya mengemban tugas yang sangat berat dalam membuat sebuah kesatuan dan persatuan ini, perlu sebuah panutan kepemimpinan yang baik dari presiden dan wakil presiden beserta peran pemerintah lainnya agar setiap masyarakat bisa mencontoh dan bisa mengikuti apa yang dilakukan pemimpinnya saat ini, seperti halnya anak burung tadi belajar terbang dari induknya.

Seharusnya kita sadar akan menjujung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa adalah sikap saling menghargai dan saling menghormati antara pemimpin dengan yang dipimpin. Sikap saling percaya perlu dibangun antar masyarakat dan pemerintah. Toleransi antar umat juga perlu dijaga dan sikap saling mengayomi dan mengasihi antar sesama perlu dibina dari dalam tiap individu baik pemerintah dan rakyat.

Pada dasarnya kita bersatu artinya bahwa dalam segala perbedaan atau perselisihan pendapat dapat diselesaikan dengan satu cara yaitu semangat Pancasila musyawarah mufakat. Menghilangkan ego, mau mendengar pendapat, memerhatikan orang lain, dan mau menjalankan kritikan yang membangun tersebut adalah contoh sederhana dalam menjujung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa dalam bersama-sama mengikuti dan menjalankan sistem tatanan kepemerintahan yang baru di tahun 2014 ini.

Selamat kepada Bapak Joko Widodo sebagai Presiden R.I 2014 – 2019 dan Bapak Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden R.I 2014-2019

[chat id=”6″ font=”” moderator_roles=”administrator,author,editor” ]

Facebook Comments

About Riositepu

4 comments

  1. halooo, bagus nih mas tulisannya, andai saja bisa tegas dalam pemilihan kata antara “aku” dan “saya” hehe agar lebih enak dibacanya mas, silahkan visit opini saya agar bisa saling membangun, terimakasih :)

  2. katedrarajawen

    asih ada semangat Bhineka unggal Ika yang akan mempersatukan

  3. Mohon Perhatian kepada Peserta Lomba agar mengisi Biodata dan memasang Foto Profil sebagai syarat mengikuti lomba. Silakan klik https://ketikketik.com/rubrik-tetap/panduan/2013/11/26/memilih-photo-profil.html

    Terima kasih

  4. berjiwa pancasila sekali :D That’s goodhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif