Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [OPINI] Kemerdekaan itu soal hati nurani, bukan cuma kebebasan!

[OPINI] Kemerdekaan itu soal hati nurani, bukan cuma kebebasan!

Kemerdekaan tidak identik dengan kemakmuran. Kemerdekaan suatu bangsa membutuhkan ongkos pengorbanan dari para pejuang sebelum kemerdekaan. Mengkorupsi uang pajak, secara egois menggunakan kesempatan yang disediakan oleh orang lain itu semua kemerdekaan tanpa hati nurani di konteks yang besar dan luas. Melupakan pengorbanan dan dukungan rekan kerja, ataupun menganggap remeh orang-orang sekitar yang mengalah pada kita itu juga kemerdekaan tanpa hati nurani. Ketika kita menikmati kemerdekaan kita dengan menyakiti orang lain, maka kemerdekaan kita sebenarnya cuma eksploitasi atas kerelaan, kepercayaan, kecintaan dan pengorbanan mereka yang mendukung kemerdekaan kita. Selama korupsi masih ada di negeri Indonesia maka kemerdekaan hanyalah wacana. Peringatan kemerdekaan yang setiap tahun dikumandangkan tanpa makna apa-apa hanya seremonial belaka karena pemimpin yang diberi amanah tidak menjalankan yang tertera di UUD 1945.

Penempatan rumusan yang lebih awal tidak mengurangi kedudukan rumusan yang lebih akhir. Berbicara tentang Pancasila, semua warga Negara Indonesia apalagi yang pernah mengikuti upacara bendera, pernah mengenal Ilmu PKN dan melafadzkan sendiri Pancasila dengan lisannya mestinya tahulah itu Dasar Negara Indonesia. Yang tak sekolah saja tahu. Di pelajaran sekolah juga selalu dikatakan bahwa Pancasila itu bukan Cuma dasar Negara saja, tapi lebih dari itu adalah ciri dan Nilai kita sebagai Bangsa Indonesia.

Namun, memang sangat disayangkan, akibat arus globalisasi dan perkembangan zaman, tak dapat dipungkiri pergeseran Nilai pun ternyata tak dapat dihindari juga. Pancasila yang mengusung Nilai dan Moral Budaya Timur, dari hari ke hari menjadi semakin asing dan abstrak. Kemerosotan akhlak dan moral sungguh sangat memprihatinkan. Budaya malu berbuat salah, dari hari ke hari makin terkikis dan berubah menjadi sebuah kebanggaan. Kalau dahulu bangsa ini tersenyum membawa nilai-nilai Pancasila kita kemana-mana, sekarang bukan rahasia lagi bahwa korupsi sudah menjadi sebuah budaya di negeri ini. Sungguh sebuah perubahan besar yang nyata namun menyedihkan.

Kemerdekaan Indonesia

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Inilah cita-cita dan tujuan yangingin dicapai oleh sebuah bangsa yang berlandaskan Pancasila, yang tidak hanya sebagai dasar dan simbol pun sekedar kata-kata yang diucapkan di bangku sekolah semata. Namun perwujudannya harus teraplikasi nyata di kehidupan sehari-hari.

Terlalu banyak yang harus dibenahi, namun sekali lagi pembenahan itu harus benar-benar terjadi. Kita sudah jauh berlayar. Ibarat sebuah kapal, kita sudah berada di tengah lautan. Angin dan ombak perubahan hebat menghantam, sementara daratan yang makmur belum tampak. Jangan sampai angin dan ombak menghempas dan menenggelamkan kita. Jika diam, kita akan tenggelam. Jadi tak ada kata lain selain berbenah dan terus berlayar. Meski demikian angin perubahan tak boleh dianggap musuh, karena bagaimanapun perubahan tak dapat dipungkiri. Namun, marilah kita menjadikan perubahan sebagai teman, sebagaimana para pendahulu kita, para pelaut tangguh yang bersahabat dengan ombak. Dari kronik sejarah setidaknya ada beberapa rumusan Pancasila yang telah atau pernah muncul. Rumusan Pancasila yang satu dengan rumusan yang lain ada yang berbeda namun ada pula yang sama. Secara berturut turut akan dikemukakan rumusan dari Muh Yamin, Sukarno, Piagam Jakarta, Hasil BPUPKI, Hasil PPKI, Konstitusi RIS, UUD Sementara, UUD 1945 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959), Versi Berbeda, dan Versi populer yang berkembang di masyarakat.“Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara” (Pasal 1 Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 jo Ketetapan MPR No. I/MPR/2003 jo Pasal I Aturan Tambahan UUD 1945).

Pancasila sering disebut sebagai bdasar falsafah negara (dasar filsafat negara) dan ideologi negara. Pancasila dipergunakan sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan dan mengatur penyelenggaraan negara. Konsep-konsep. Pancasila tentang kehidupan bernegara yang disebut cita hukum (staatsidee) merupakan cita hukum yang wajib dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Pancasila juga mempunyai fungsi dan kedudukan sebagai pokok atau kaidah negara yang mendasar (fundamental norm). Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara itu tetap, kuat, dan tidak dapat diubah oleh siapa pun, termasuk oleh MPR-DPR hasil pemilihan umum. Mengubah Pancasila berarti membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila sebagai kaidah negara yang fundamental berarti bahwa hukum dasar tertulis (UUD), hukum tidak tertulis (konvensi), dan semua hukum atau peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara Republik Indonesia harus bersumber dan berada di bawah pokok kaidah negara yang fundamental tersebut.Dalam Kedudukan sebagai dasar negara, Pancasila menjadi sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian, segala peraturan perundang-undangan harus merupakan penjabaran dari prinsip-prinsip yang terkandung di dalam Pancasila. Segala peraturan perundang-undangan yang tidak mengacu pada Pancasila dapat dinyatakan batal demi hukum.Pancasila sebagai dasar negara ditransformasikan menjadi norma hukum yang tersirat, memaksa, mengikat dan mengandung sanksi. Oleh sebab itu, perlu diupayakan untuk menaati terhadap segala hukum yang merupakan penjabaran dari dasar negara Pancasila. Pancasila tidak sakti melawan Korupsi di Indonesia

Selama masa penjajah, masa orde lama dan orde baru Islam di marginalisasi dengan berbagai-bagai kebijakan yang tidak adil lainnya. Pancasila telah gagal menghalang penjajah dalam negeri melalui kejahatan korupsi yang berakibat lebih buruk dari penjajahan dan terorisme. Solusinya cukup mudah, mengakui pendidikan pesantren sebagai pendidikan formal. Batasi pendidikan Pancasila sampai SD saja (tidak perlu diajarkan lagi di SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi.) dan terapkan nilai-nilai akhlak dan moral pada anak bangsa.

Sekarang banyaknya prinsip tentang kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Dengan menjadikan perubahan sebagai teman seperjalanan semoga jalan menuju terciptanya cita-cita luhur bangsa, yaitu masyarakat yang adil dan makmur yang berlandaskan Pancasila bisa segera terlaksana. Karena kemerdekaan itu soal hati nurani, bukan cuma kebebasan!

Facebook Comments

About grahapermana

12 comments

  1. Mohon perhatian kepada peserta Lomba Opini, agar memasang Foto Profil sebagai syarat lomba.
    Untuk itu silakan klik https://ketikketik.com/rubrik-tetap/panduan/2013/11/26/memilih-photo-profil.html

    Terima kasih https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  2. Romi Febriyanto Saputro

    Pancasila aplikatif itu yang lebih penting

    • pancasila aplikatif akan lebih bermakna kalau sehari hari kita menggunakannya :)
      Terima kasih sudah berkunjung ditulisan saya :)

  3. Manjadikan Persatuan sebgai pondasi melalui nilai-nilai pancasila :)https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • ya benar sekali fahris :)
      Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan saran yg bagus :) Salam sukses!!

  4. katedrarajawen

    Mungkinkah falsafah Pancasila terlalu sempurna untuk dicapai, karena realitanya keseharian kita banyak yang sudah bertolak belakang? Namun sebagai tujuan hidup sungguh mulia, semoga masih menjadi pedoman negeri ini

    • Mari kita bersama sama untuk menyempurnakan falsafah pancasila tersebut agar dapat diaplikasikan di kehidupan sehari hari untuk menjadi pedoman negeri kita.. Salam sukses!! :) https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  5. jadi ingat esensi Pancasila. lanjutkan! perubahan akan ada jika ada pergerakan :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif