Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [Opini] Kesatuan dan Persatuan Indonesia “Dari Sabang Sampai Marauke”

[Opini] Kesatuan dan Persatuan Indonesia “Dari Sabang Sampai Marauke”

Menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Era globalisasi adalah perkembangan yang wajar. Persiapannya telah berlangsung lama, yakni dalam proses menempa kemajuan dan kekuatan, ketika negara-negara maju telah mulai berbicara tentang knowledge based development yaitu perkembangan yang bertumpu pada pengetahuan dan teknologi. Seiring dengan laju perkembangan pemikiran manusia yang melahirkan peradaban yang sangat cepat pertumbuhannya ditandai dengan kemajuan teknologi informasi yang kemudian dikenal dengan era globalisasi. Maka dengan masuknya globalisasi di Indonesia, masyarakat sudah tak lagi menghiraukan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia lagi karena semangat patriotisme bangsa kita sudah mulai menurun atau bahkan sekarang sudah lemah dengan kemajuan teknologi yang makin berkembang. Apalagi anak-anak yang sudah ingin di belikan handphone hanya untuk mengikuti temannya saja. Dengan merosotnya patriotisme kita pada bangsa ini maka luntur juga butir-butir Pancasila. Apa kita masih ingat akan lima dasar Pancasila? Apakah kita masih bisa menyebutkannya? Ataukah kita hanya ingat pada sila pertama? Ya ini cerminan kita di era global. Tak ada yang dapat mengucapkannya dengan lancar tanpa terbata-bata atau diam sejenak untuk mengingatnya untuk menyebutkan kelima dasar pancasalia Republik Indonesia. Hal ini yang harus dicegah, sebaiknya para capres dan cawapres memberitahukan kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia bahwa seluruh anak wajib menghafal lima dasar Pancasila demi menciptakan seorang anak yang lebih baik, berbakti kepada nusa dan bangsa serta negara dan dapat mencintai negaranya sendiri yaitu Republik Indonesia.

Kini telah tiba saatnya pemilihan presiden dan wakil presiden yang baru, dan telah didapati pengumuman pemenangnya yang akan menduduki dan menjabat kursi presiden Indonesia 2014-2019. Namun pasca pemilu 2014 banyak yang terjadi adanya pasangan yang menuntut terhadap pasangan yang lain, kemudian terdengar kabar simpang-siur, fakta ditutupi dan opini diumbar kesana-kemari, fitnah dimana-mana dan banyak lainnya. Sehingga banyak kabar miring dan banyak membingungkan masyarakat Indonesia yang terjadi pasca pemilu tahun ini. Banyak yang pro dan kontra namun itu biasa karena negara kita adalah negara demokrasi. Negara yang bebas bersuara namun harusnya tetap menjaga ucapan dan perbuatan. Capres dan Cawapres ini adalah orang-orang yang dipilih untuk memimpin Indonesia menjadi lebih baik dari sebelumnya, namun dari orang yang terpilih tersebut ada yang lebih baik kepribadian dan akhlaknya bukan dari media, iklan, internet atau dari mulut kemulut yang sejatinya mereka hanya mendukung satu pihak saja.

Pasca pemilu harusnya menjadikan capres dan cawapres kita bersatu untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih baik, bukan menjadikan masyarakat terbagi menjadi berkubu-kubu dengan egonya masing-masing. Sebenarnya bukan itu yang diinginkan, tetapi kerukunan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia yang akan menjadikan bangsa Indonesia ini menjadi lebih kuat satu dengan lain, antar suku, budaya dan keanekaragaman yang dimiliki Indonesia. Kini kita harus menanam harapan pasca pemilu yaitu semoga para capres dan cawapres baru kita ini dapat menjalankan amanahnya dengan baik, karena ini adalah amanah masyarakat Indonesia. Dan para petinggi negara juga harus bersatu dalam membangun Indonesia yang lebih baik, karena kesatuan dan persatuan Indonesia adalah diatas segala-galanya.

Kesatuan dan persatuan Indonesia telah ada dalam Pancasila namun belum diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Harusnya kesatuan dan persatuan Indonesia kita terapkan maka kita akan dapat mengetahui kesatuan yang utuh dari sabang sampai marauke dna persatuan yang tak akan pernah putus walaupun diremehkan oleh negara lain, tapi kita tetap kuat, kokoh dan bersatu karena kita semua adalah bangsa Indonesia

tumblr_ll8igysEMH1qc1qyjo1_500

Dari Sabang Sampai Marauke

.

Facebook Comments

About Fayza Aveiroo

5 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Dari sabang sampai merauke berjajar rasa bersatu

  2. “Tak ada yang dapat mengucapkannya dengan lancar tanpa terbata-bata atau diam sejenak untuk mengingatnya. Hal ini yang harus dicegah”

    ini ada di paragraf pertama mbak:) kalau bisa lebih fokus lagi hehe karena kalimat ini ambigu:) terimakasih.. tolong kunjungi opini saya untuk saling membangun:)

  3. Dewi Komalasari

    terus tuliskan opini kita sebagai bukti bahwa kita menginginkan persatuan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif