Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [Opini] Indonesia Merdeka Karena Persatuan dan Kesatuan

[Opini] Indonesia Merdeka Karena Persatuan dan Kesatuan

350 tahun lamanya tanah ini dijajah. Begitu banyak sejarah yang telah mengungkapkan kepedihan dan siksaan yang dialami oleh nenek moyang kita. Dari Sabang sampai Merauke, bangsa ini diperas bak susu perah namun tak diberi makan hingga kurus kerontang, perih dan menderita.

Hingga perlahan namun pasti, bangsa Indonesia bangkit, para pemuda dari Sabang sampai Merauke berkumpul dan menyepakati kesatuan bangsa dan bahasa Indonesia. Semua bahu-membahu merencanakan pembebasan diri dari penjajahan Belanda. Semua bersatu padu berjuang atas nama bangsa Indonesia dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ya! Bangsa ini telah merdeka, berkat kesadaran rakyat akan pentingnya persatuan dan kesatuan. Rasa sakit yang telah lama sama-sama diderita, penindasan semena-mena yang juga sama-sama dirasakan, akhirnya memunculkan tenggang rasa, senasib sepenanggungan dan memunculkan semangat untuk membebaskan diri dari kungkungan imperialisme dan bersatu padu melawan dan bebas!

Agustus 2014. Kini kita bersiap-siap kembali memperingati betapa bersejarahnya bulan ini, perjuangan turun-temurun yang diwariskan atas nama kemerdekaan telah tertorehkan dalam prasasti-prasasti kehidupan. Pada bulan ini, kita yang cinta akan bangsanya seakan dibawa kembali oleh mesin waktu dan dihadirkan di hadapan para pendahulu kita ketika semua berjuang berkorban darah dan nyawa (1945). Saat seluruh bangsa Indonesia dari Sabang-Merauke resah, gelisah dan bergairah untuk menunggu sebuah keputusan. Keputusan yang akhirnya menentukan kapan bangsa ini merdeka. Tak terelakkan karena kemerdekaan adalah hal yang diimpikan sejak 350 tahun terjajah, Rengasdengklok menjadi saksi peristiwa yang juga ikut menentukan kemerdekaan. Pedek kata, rakyat Indonesia saat itu berkecamuk dalam jiwanya dan semangat merdeka telah membuncah dalam dada.

Demi kemerdekaan, sebagai masyarakat pribumi yang tidak memiliki fasilitas militer memadai rakyat Indonesia tidak patah arang dan bertekad merebut kemerdekaan. Dan kini kemerdekaan itu telah terwujud. Bukan karena apa-apa, secara logika fasilitas militer tentara militan yang kalah canggih dibandingkan tentara kompeni tidak akan mampu menandingi kekuatan tentara kompeni tersebut. Namun, tekad bulat demi kemerdekaan dan dengan persatuan, kekuatan musuh sebesar apa pun siap untuk diberangus.

Saudara, betapa berartinya kemerdekaan ini ketika kita kembali memahami maknanya melalui napak tilas sejarah kemerdekaan. Di dalamnya terdapat nafas yang tak pernah pudar; nafas kebersatuan sebagai bangsa. Dengan semangat persatuan dan kesatuan, bangsa kita berhasil mengusir penjajah dan berhasil mempersatukan kita dalam ikatan NKRI yang bersatu, berdaulat adil dan makmur. Para founding father pun mengabadikannya dalam wujud Pancasila dan sekaligus menjadi filsafat hidup kesaharian kita.

69 tahun kemerdekaan ini telah kita nikmati. Perjalanan bangsa ini tentunya tidak selalu mulus. Sebagai bangsa yang bercita-cita menegakkan perdamaian dunia, kedaulatan bangsa ini sendiri tentunya sering mengalami cobaan-cobaan yang menggoyahkan kebhinnekaan. Keresahan dalam pemilu 2014 tak dapat terelakkan, karena hanya ada dua calon presiden, persaingan begitu sengit dan ketat. Hingga disadari atau tidak, kenyataan rakyat terbegi menjadi dua kubu yang bertentangan akhirnya seperti api dalam sekam. Sewaktu-waktu ketika dihembus oleh angin, api akan berkobar dan perpecahan pun bisa terjadi. Hal ini patut kita waspadai. Jika kita tidak lagi peduli dengan semangat persatuan dan kesatuan, kita tak akan mampu membendung perpecahan.

Kemudian akhir-akhir ini, sedang hangat diperbincangkan media ialah ketika Prabowo bersama koalisi menuntut KPU ke hadapan Mahkamah Konstitusi. Seandainya KPU dinyatakan bersalah, akan terjadi polemik yang cukup serius. Ini juga akan berpengaruh pada status presiden terpilih Jokowi, apakah ia tetap dilantik atau batal dan diadakan pemilu ulang? Abaikan berandai-andai, tapi kasus ini jika tidak disikapi dengan dewasa dan menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan bangsa, kita bisa terpecah belah. Dan jika itu terjadi, merdeka hanyalah sebuah isapan jempol belaka.

Agustus 2014. Kemerdekaan bangsa ini memang akan terus diuji. Akan tetap kokoh atau runtuh, semuanya tergantung dengan kita sebagai rakyat. Untuk menghindari keruntuhan bangsa ini maka para founding father telah sepakat, bahwa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan adalah cara yang paling ampuh agar kemerdekaan dan perdamaian dunia terwujud. Merdeka Indonesia Raya!

Facebook Comments

About Fahrizal Mukhdar

4 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Merdeka, Merdeka, Merdeka !

  2. actually, kita dijajah gak 350 tahun mas. hehe coba cek https://www.facebook.com/soldaten.kaffee/posts/210569339122247 dan beberapa artikel lain:) opini yang baik, terus berkarya!https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  3. persatuan dan kesatuan utk Indonesia yg benar2 merdeka :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif