Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [Opini] Tips Agar Indonesia Damai, Kondusif, Aman, Nyaman dan Tenteram Pasca Hasil Pilpres 2014

[Opini] Tips Agar Indonesia Damai, Kondusif, Aman, Nyaman dan Tenteram Pasca Hasil Pilpres 2014

Jangan Hasud Negri Kita Ini !!!Pemilu tanggal 9 Juli 2014 telah selesai dilaksanakan, pemilu yang telah memacu adrenalin dan mencuri perhatian hampir seluruh 250 rakyat Indonesia baik yang ada di dalam maupun di luar negeri telah berlalu. Syukur kita ucapkan karena berlangsung dengan LUBER (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia), JURDIL (Jujur dan Adil) dan pelaksanaanya lebih baik daripada tahun 2009 kemarin, walau juga masih ada pihak-pihak yang menunding bahwa KPU belum bisa se-profesional mungkin, terbukti dengan segala aduan-aduan terkait kinerja KPU ke Bawaslu, KPK, hingga ke MK (Mahkamah Konstitusi) yang menangani hasil Pemilu, namun yang paling penting adalah saat Pemilu, pasca Pemilu hingga pengumuman hasil rekap suara oleh KPU tetap berlangsung damai dan aman, walau tanggal 22 Juli, tiba-tiba Capres-Cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa mengundurkan diri dari pelaksanaan perhitungan Pilpres dan menolak hasil Pilpres yang akan diumumkan oleh KPU dengan alasan telah terjadi kecurangan yang massif, terstruktur dan sistematik pada pelaksanaan Pemilu 2014. Sungguh aneh, menggelikan dan penuh dagelan apa yang dipertontonkan oleh Capres-Cawapres nomor urut 1 ini, namun kita tetap menghormati keputusan Tim Koalisi Gemuk Merah Putih karena tetap menggunakan hak konstitusionalnya dengan mengajukan ke MK sebagai langkah berikutnya.

Walau bersifat controversial dan selalu berusaha untuk mempengaruhi rakyat Indonesia dengan segala ‘teror-teror’nya, rakyat Indonesia tidak terpengaruh, tetap percaya bahwa Pemimpin yang telah lahir itu adalah terpilih Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat, bukan pemimpin yang disetting-setting dan direkayasa ataupun ditebak-tebak dengan asumsi target dari tiap-tiap kepala daerah yang memberikan janji-janji semata. Realisasi dari Pemilu yang Jujur dan Adil itu adalah terpilihnya Jokowi Widodo-Jusuf Kalla dengan persentasi mencolok. Unggul dengan total perolehan suara sebanyak 70.997.833 atau persentase 53,15% atas pasangan Prabowo-Hatta Radjasa yang mendapatkan suara sebanyak 62.576.444 atau persentase 46,85%. Unggul dengan selisih 6,3% atau 8.421.389 suara menjadikan duet pasangan Ir.H.Joko Widodo-Drs.H.M.Jusuf Kalla ini mantap menghadapi segala gugatan dari Capres-Cawapres yang kalah yang berjanji untuk melakukan segala cara dalam menggugat hasil Pilpres yang sebenarnya menurut kacamata penulis sudah berlangsung dengan baik dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Oleh karena itu, untuk menjaga dan melestarikan damainya Negara Republik Indonesia pasca hasil Pemilu hingga pasca penetapan keputusan MK dalam memutuskan Sengketa Pemilu yang di ajukan oleh Koalisi Merah Putih hingga dilantiknya Jokowi-JK menjadi RI-1&RI-2 karena lagi-lagi menurut kacamata penulis, gugatan yang diajukan oleh Prabowo, cs sulit untuk dikabulkan MK. Saya tuliskan beberapa tips agar Negara kita aman, nyaman, terkendali dan bukti kita mampu menjaga ke utuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, diantaranya:

1. Tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan dari para elit politik yang memiliki kepentingan terhadap usaha untuk memutar balikkan fakta hasil Pemilu yang memang sudah sesuai dengan mekanisme dan Perundang-undangan yang berlaku. KPU sebagai Lembaga Negara penyelenggara Pemilu dengan segala kekurangannya telah berusaha se-transparan mungkin dalam proses Pemungutan Suara, Perhitungan Suara dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Propinsi hingga tingkat Nasional, akses melihat formulir C1 di web www.kpu.goid, www.kawalpemilu.org sehingga kecurangan yang di gemboskan oleh Capres-Cawapres yang kalah seharusnya tidak beralasan.

2. Para elit politik Negara ini seharusnya dapat berjiwa besar untuk menerima hasil Pemilu dan tetap memegang teguh prinsip “Pemilu Damai”, bersikap legowo dan tidak berusaha untuk memperkeruh suasana dengan ancaman-ancaman pengerahan massa, pemboikotan agenda-agenda Pemerintah, namun tetap mendukung upaya-upaya pemerintah untuk tetap mewujudkan Negara yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi, damai sejahtera, menghargai perbedaan Suku, Agama dan Budaya. Dimana lambang Negara kita tetap Pancasila, bendera Negara kita tetap Merah-Putih, dasar Negara kita adalah berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.

3. Tetap berprinsip pada “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya “Biarpun Berbeda-Beda, Tetap Satu Juga” yaitu Indonesia yang bersatu dari Sabang sampai Merauke. Pemahaman yang mulai luntur ini seharusnya tetap kita pertahankan, budaya menghargai, budaya gotong-royong, budaya mengutamakan kepentingan Negara daripada kepentingan pribadi ataupun golongan yang telah luntur harus digerakkan dan digalakkan lagi. Revolusi Mental yang diprogramkan oleh Jokowi-Jusuf Kalla akan memunculkan harapan baru akan perbaikan mental bangsa kita untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala usaha untuk merongrong Persatuan dan Kesatuan Negara kita, baik itu berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

4. Tetap sadar bahwa Negara kita Negara kepulauan terbesar di dunia dengan 13.466 pulau, luas wilayah 5.193.250 km2 dengan penyebaran penduduk yang tidak merata, lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, 1.340 lebih suku bangsa ada di Indonesia, belum lagi fakta yang menyatakan bahwa Negara kita berada di zona yang strategis, diantara dua benua dan dua samudera sehingga pintu masuknya pengaruh dunia luar sangat cepat. Oleh karena itu, kita harus membekali diri kita dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, sehingga kita dapat menangkal pengaruh negative dari persinggahan bangsa asing di Negara kita. Pendidikan yang baik, mengutamakan nilai-nilai luhur Pancasila, pendidikan yang mengembangkan budaya dan kearifan local, pendidikan yang tetap mempelajari Teknik-Teknik membuat Film Animasi, mengembangkan ekonomi kreatif dengan mempelajari budaya-budaya Indonesia yang beraneka ragam dan memasarkannya lewat Internet merupakan langkah-langkah nyata dalam usaha meningkatkan mutu masyarakat Negara kita, yang ditandai dengan peningkatan ekonomi.

Usaha menciptakan kedamaian di Indonesia caranya tentu sangat banyak. Sikap menahan diri, sikap mempersiapkan diri, sikap menentang bentuk-bentuk radikalisme yang mulai masuk ke Indonesia, baru-baru ini kita di hebohkan oleh beredarnya video ajakan jihad yang dilakukan oleh pihak yang menamakan dirinya ISIS sudah menyebar ke Indonesia, bahkan sudah banyak warga Negara kita ikut kelompok ISIS dan berjuang sesuai dengan paham mereka dan bertentangan dengan idealisme Negara kita. Adalah peran kita generasi muda, Sumber Daya Manusia Indonesia (SDM) yang berkualitas yang menentang ajakan-ajakan seperti ini. Banyak cara untuk mendukung Demokrasi dan Perjuangan untuk pembangunan Negara Indonesia seutuhnya. Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 69 akan kita jalani bersama, seharusnya ini menjadi momentum Kebangkitan Nasional Indonesia menuju Negara maju. Lahirnya pemimpin baru dari hasil Pemilu yang Demokratis, berasal dari kurang lebih 260 juta jiwa Penduduk Indonesia kita jadikan awal kebangkitan Indonesia dari keterpurukan. Harapan besar dengan Visi dan Misi, pola kepemimpinan yang bersahaja, cara kerja yang blusukan (bersentuhan langsung) dengan rakyat, sehingga tau apa yang akan dibenahi, joblist yang jelas antara Pemimpin, Wakil Pemimpin, para Menteri, bawahan akan mampu membawa perubahan bagi Indonesia lebih baik. Selamat HUT RI – 60, Indonesia Damai & Sejahtera.

Facebook Comments

About oloan

5 comments

  1. katedrarajawen

    nice post https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  2. wah….Selamat HUT RI 69, Damai Beserta kitahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif