Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [Opini] Tani di Tengah Fenomena ISIS dan Hari Kemerdekaan

[Opini] Tani di Tengah Fenomena ISIS dan Hari Kemerdekaan

Jangan Hasud Negri Kita Ini !!!Seorang orientalis terkemuka, Robert W. Hefner mengatakan jika Islam politik di Indonesia hanya menjadi pandangan minoritas. Dapat dilihat dari bukunya yang berjudul “Civil Islam : Islam dan Demokratisasi di Indonesia” yang terbit di tahun 2000. Secara mayoritas, umat Islam tidak menuntut Indonesia menjadi negara Islam. Tapi hal ini tidak membuat gerakan yang pro penerapan ideologi Islam dapat dipandang sebelah mata. Semakin lama gerakan yang dahulu dikekang oleh rezim Orde Baru langsung tumpah ruah laksana air bah. Demikianlah gambaran keadaan gerakan yang mengsung penerapan ideologi berbau agama pasca reformasi. Mereka tumbuh layaknya cendawan di musim hujan. Ada yang berusaha masuk lewat jalun parlemen. Ada pula yang memutuskan untuk tetap berjuang di luar sistem politik negara.

Untaian kalimat di atas mungkin terkesan terlalu mewah jika disandingkan dengan keadaan penulis sebagai petani kecil. Di tengah terhimpitnya keadaan selaku wong cilik, amatlah sulit bagi penulis untuk membayangkan gontok-gontokan yang masih saja terjadi di antara kalangan pengelola negara. Belum lagi dengan banyaknya warna-warni kejadian di blantika kehidupan negara ini. Salah satunya adalah dengan munculnya pendukung ISIS (Islamic State of Iraq anda Suriah) dari berbagai penjuru tanah air. Sejalan dengan kata Hefner di atas, apakah ISIS masuk dalam kategori Islam politik yang tidak menjadi pilihan mayoritas penduduk negara ini?

Di berbagai media massa saat ini sangat ramai diperbincangkian pro-kontra keberadaan ISIS. Sebuah kelompok yang digambarkan dengan tindakan penuh kebrutalannya di daerah Timur Tengah. Konon sudah banyak yang mendeklarasikan mendukung ISIS. Padahal sebentar lagi hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 69 akan dilangsungkan. Seolah tanpa memahami keberadaan sejarah negara ini, masih banyak juga pihak yang menyatakan dukungannya terhadap ISIS. Padahal dengan mendukung ISIS sama saja halnya dengan tidak mengakui keberadaan NKRI. Ada perbedaan yang signifikan antara ISIS dengan kepulauan nusantara ini. Jika Indonesia dikenal dengan kebinekaannya, maka ISIS dikenal dengan penyeragaman pandangan yang dilakukan dengan metode pemaksaan.

Sebenarnya bagi petani yang tidak terlalu paham hal seperti ini, isu ISIS tidak lebih mengerikan dari isu dicabutnya subsidi pupuk. Menteri Pertanian saat ini bahkan menyarankan kepada presiden terpilih agar berani menghilangkan dana subsidi pupuk. Hal ini membuat petani (seperti saya) galau tak terkira. Di tengah kelangkaan pupuk yang penting bagi petani, kami harus dihantui oleh mimpi buruk tentang tercerabutnya subsidi pupuk. Pupuk dengan nutrisi nitrogen, posfor dan kalium sangatlah penting bagi petani untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Sayangnya pupuk seperti ini sekarang menjadi langka di pasaran. Lebih mengerikan lagi karena pupuk seperti inilah yang akan ikut dicabut subsidinya. Langka dan mahal! Sepasang kata yang amat berbahaya jika dikombinasikan.

Lalu apa hubungannya dengan ISIS? Kalau saya boleh usul, teman-teman yang ingin mendeklrasikan mendukung ISIS, tolong dipikir-pikir terlebih dahulu. Kami yang hidup di desa-desa ini tidak mau tambah kesusahan akibat kelakuan teman-teman yang kerap membawa nama bangsa Indonesia dan umat Islam. Kalaupun mau mendukung, tidak perlu membawa nama bangsa dan agama. Bersikaplah selaku individu tanpa harus menyeret identitas orang lain. Tidak semua orang Islam sepakat dengan gerakan ISIS. Tidak semua orang Indonesia suka dengan ISIS.

Bagi petani kecil seperti saya, diancam kehilangan subsidi pupuk saja sudah mulai pusing. Janganlah lagi ditambah dengan adanya ancaman perang. Bukan berarti ini men-generalisir bahwa kaum tani terkena penyakit wahn alias cinta dunia dan takut mati. Kami hanya ingin hidup damai tanpa ada pertumpahan darah di negeri ini. Kalaupun berkeras hati ingin mendukung ISIS, dipersilahkan untuk segera meluncur ke Irak atau ke Suriah. Tapi kalau bisa jangan kembali lagi. Apalagi kembali dengan niat untuk menebarkan teror ke negara ini. Sebenarnya tanpa kembalinya kalian ke negara ini saja isu terorisme sudah penuh dengan teori konspirasi yang tidak berujung pada solusi. Terlebih lagi jika kalian kembali dan melakukan pengeboman dengan sengaja. Alhasil bertambah runyamlah keadaan negara ini. Saya khawatir jika kalian kembali dengan niat hanya untuk meruntuhkan eksistensi negara ini, arit dan pacul bisa berubah fungsi. Semoga dengan dekatnya hari kemerdekaan yang ke 69 ini, masyarakat Indonesia semakin dewasa untuk memahami bahwa keanekaragaman adalah hal yang membanggakan.

Berbeda pikiran tidak harus menjadi lawan. Itu beda antara manusia dengan mahkluk lainnya. Salam dari petani muda yang mencoba untuk berani hidup, tidak sekedar berani mati.

Merdeka!

Facebook Comments

About hariyanto bin karjono

10 comments

  1. Dewi Komalasari

    hidp petani Indonesia!!!https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  2. Romi Febriyanto Saputro

    Petani bersenjata pena….bukan hanya pacul. :iloveindonesia

    • https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif
      Ada yang bilang : Apapun yang dipegang tangan kanan, tangan kiri pegang arit. Tangan kanan pegang stetoskop (dokter), tangan kiri pegang arit (tani). Tangan kanan pegang pena, tangan kiri pegang arit.
      EHhhhhh, ntar dikira komunis. hehehehehehehehehe

  3. salam kenal
    kawasan indonesia serta masyarakatnya penganut metode ‘agraris’, maka ketika dipaksakan menuju metode ‘industri’, kelabakanlah pastinya. bukan gaptek atau tertinggal, tapi hak yang diterima belum merata.
    tetap Berjuang BURUH TANI RAKYAT MISKIN KOTA/DESA
    *bukan provokator :D

    maaf numpang lapak mas, telat gabungnya
    https://ketikketik.com/lomba-opini-hut-ri-ke-69/2014/08/16/opini-setelah-berseteru-kini-saatnya-bersatu.html

  4. kak hariyanto bin karjono, biarpun ini opini tani, tapi opini kaka luar biasa. :)
    Jangan meremehkan petani, Justru kita harus bangga punya tani di indonesia ini dan jangan sampai kehilangan tugas mulia tani di indonesia..
    jangan mau semua yang kita makan berasal dari luar negri (Ekxport), harusnya kita bangga menikmati hasil olahan petani indonesia.
    Nice kaka.. Lanjutkan.. Lanjutkan tugas mulia anda sebagai petani. https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif