Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [Opini] Semangat Persaudaraan Pasca Pemilu 2014

[Opini] Semangat Persaudaraan Pasca Pemilu 2014

[OPINI] Jangan Hasud Negri Kita Ini !!!Pemilu tahun 2014 cukup menarik perhatian banyak pihak. Mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Para kawula muda yang dahulu tidak peduli dengan pemilu, saat ini berperan aktif dalam pemilihan presiden. Entah karena adanya ajakan pemerintah melalui iklan di televisi untuk mengajak kawula muda berperan aktif dalam politik atau memang saat ini kawula muda telah memiliki kesadaran sendiri untuk turut serta dalam kancah perpolitikan. Kalau saya membaca pendapat mereka di social media,jelas sekali terbaca keaktifan mereka dalam kancah politik. Mencari tahu riwayat hidup dari setiap calon presiden dan wakil presiden,beradu argument dengan teman,sahabat,pacar,orang tua,guru,dosen, dll serta membagi-bagikan info tentang capres dan cawapres tertentu. Tak perlu diragukan lagi semangat muda mereka.

Selain peran kawula muda mulai aktif di dunia perpolitikan,masyarakat kalangan menengah hingga bawah turut aktif dalam Pemilu ini. Figure dari kedua pasangan calon presiden dapat mewakili kriteria yang di inginkan masyarakat Indonesia. Partai-partai yang mengusungnya pun menjadi faktor pendukung lain dalam masyarakat menentukan pilihan. Pilihan pertama adalah calon pemimpin yang berlatar belakang kemiliteran. Hal-hal tentang pemerintahan sudah lama digeluti. Karakter seorang pemimpin yang berani dan tegas terlihat jelas. Sedangkan pilihan kedua berasal dari orang biasa yang kemudian beranjak menjadi orang “tidak biasa”. Apa yang dimaksud tidak biasa?perjalanan hidupnya begitu berliku. Mencapai sebuah kenaikan tingkat karier harus dilalui dengan berbagai rintangan. Pengalamannya menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI menjadi syarat bukti bahwa dia mampu mengemban tugas sebagai Presiden.

Tidak menjadi persoalan yang pelik bila setiap masyakarat memiliki pilihan sendiri. Undang-undang pun menyatakan bahwa setiap masyarakat memiliki hak pilih. Namun Pemilihan Umum telah usai. Masyarakat bisa kembali kepada tugas masing-masing untuk memberikan kontribusi yang positif kepada bangsa dan Negara. Cukuplah pada saat Pemilu berbeda pendapat dengan saudara,sahabat,suami/isteri,anak,guru dan orang-orang lainnya yang tidak dikenal tetapi kemudian menjadi musuh ketika bertemu di social media. Kita kembali kepada peran kita masing-masing dalam membangun negeri ini. Saya menjadi ingat kata-kata dari Bapak B.J.Habibie,”jadilah yang terbaik bagi peranmu. Jika kamu menjadi murid,jadilah murid yang terbaik. Jika kamu menjadi guru,jadilah guru yang terbaik. Jika kamu menjadi Ibu,jadilah Ibu yang terbaik. Karena itu sudah memberikan kontribusi yang positif bagi bangsa dan Negara”. Saya sepakat dengan ucapan Beliau. Terutama ucapan beliau tentang Ibu,dari Ibu yang terbaiklah akan lahir pemimpin-pemimpin yang terbaik pula.

Kalaupun beberapa waktu yang lalu kita sempat bersitegang dengan kawan,tak perlu diperpanjang. Apalah artinya musuh lebih banyak daripada sahabat. Bertemu dengan siapapun hanya membawa amarah dan benci. Tidak ada kedamaian dalam hidup. Pergi ke supermarket bertemu dengan teman yang kemarin berbeda pilihan,muncul kebencian. Hanya sekedar membaca berita tentang capres dan cawapres yang bukan pilihan,timbul amarah. Mengotori hati dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Memiliki sahabat yang banyak akan mendamaikan hati. Selain itu ikatan persaudaraan yang kuat dapat menyehatkan otak,memperluas ladang rezeki dan tentunya bila pergi kemanapun tak ada orang yang harus dihindari.

Kita perlu menjaga hubungan persaudaraan antar manusia di wilayah Indonesia ini. Siapapun dan dari kalangan manapun mereka berasal. Kita hormati hak-hak mereka sebagai Warga Negara Indonesia. Jika mereka ingin melakukan ibadah sesuai agamnya,persilahkan mereka melakukannya sesuai tempat ibadahnya. Indonesia mengakui adanya lima agama. Setiap agama berhak melakukan ritual ibadahnya. Tak lain dari itu siapa pun berhak mengais rezeki di Indonesia ini demi keberlangsungan hidup. Lakukan semuanya dengan adil karena keadilan itu bisa menentramkan hubungan. Tetapi bagaimana bila terjadi kesalahan?beri nasehat dan peringatan. Nasehat bisa saja diberikan di saat-saat tertentu. Peringatan diberikan bila memang sudah terjadi kesalahan yang sangat fatal bahkan hal itu sampai merugikan banyak pihak. Kita semua adalah saudara. Saudara sesama Warga Negara Indonesia. Perpecahan hanyalah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Selain itu perpecahan hanya akan melemahkan diri kita sebagai Bangsa dan Negara di mata dunia. Apa kata dunia?!

Perbedaan itu sebenarnya indah. Karena berbeda itulah kita tahu banyak hal. Kita tahu bahwa ternyata setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang keras,lembut,sekedar mengikuti arus dan ada pula yang hanya diam saja. Perbedaan itulah sebagai bukti bahwa betapa Allah S.W.T Maha Agung. Mampu menciptakan bumi beserta isinya dengan banyak perbedaan. Perbedaan itu indah. Sikapi semua perbedaan itu dengan kematangan diri.
Harapan saya sebagai rakyat Indonesia pasca pilpres ini adalah kita junjung tinggi semangat persaudaraan setelah sebelumnya luruh karena perbedaan pilihan. Bila semangat persaudaraan telah tertanam dalam diri rakyat Indonesia maka Indonesia akan menjadi Negara yang kuat,hebat dan bermartabat. Semangat Indonesia Raya,MERDEKA!

Facebook Comments

About Heny Rakhmawati

3 comments

  1. Setuju…MERDEKA !!!
    betul tulisan kaka di awal paragraf 5 ini
    “Kita perlu menjaga hubungan persaudaraan antar manusia di wilayah Indonesia ini” :)

  2. Dewi Komalasari

    cukup sudah kita bersitegang gara-gara pemilu…ada hal yang lebih penting menanti untuk dikerjakan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif