Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [OPINI] Berbeda Sebentar, Bersatu Selamanya

[OPINI] Berbeda Sebentar, Bersatu Selamanya

logo-lomba12-300x160Hal pembeda sistem demokrasi di Indonesia dengan sistem demokrasi di negara-negara barat adalah dimana Indonesia menganut system demokrasi Pancasila, sedangkan negara barat universal dengan demokrasi liberal. Salah satu ciri demokrasi Pancasila tersebut adalah adanya pemilu secara berkesinambungan. Pemilihan umum era sekarang ini ada 2 tahap seperti yang telah baru saja kita lalui yaitu pemilihan umum anggota DPR, DPD & DPRD dan Pilpres.
Berangkat dari adanya pemilihan umum secara berkesinambungan itulah kita selalu mengadakan pemilihan pemimpin baru sesuai dengan konstitusi sebagai fondasinya. Kita juga menganut system multipartai sebagai kendaraan politik para calon yang akan dipilih sebagai representative masyarakat. Banyaknya aspirasi masyarakat dengan tingkat diferensiasi yang tinggi megharuskan demokrasi kita menganut system multipartai dengan harapan aspirasi tersebut dapat terwakilkan dan terjawab.

Zaman selalu melahirkan suatu generasi, yang karena situasinya dengan segala macam persoalannya, kesempatannya, ataupun karena suatu keharusan yang mesti dilaluinya. Situasi itu pulalah yang menjadikan kita terbagi atas kelompok-kelompok yang berbeda pandangan untuk sejenak. Artinya seperti kata orang pintar, bahwa “tidak ada dua orang yang sama”. Kalo kita semua seperti telur yang identik dalam sebuah karton, seekor ayam betina raksasa bisa menghangatkan kita dan mengubah kita menjadi anak ayam yang manis atau ayam jago yang gagah dalam sekejap mata, tetapi sesuai kodratnya manusia kita semua berbeda.
Kita semua dilahirkan dengan rangkaian kekuatan dan kelemahan kita sendiri, dan sampai saat ini tidak ada rumus ajaib yang bisa bekerja seperti mukjizat bagi kita semua. Sebelum kita mengenal keistimewaan kita, kita tidak bisa memahami bagaimana orang bisa duduk dalam seminar yang sama dengan pembicara yang sama dalam jumlah waktu yang sama pula dan semuanya mencapai tingkat sukses yang berbeda-beda. Apa yang ingin sampaikan dengan kaitnya dengan thema yang diberikan panitia ialah bahwa perbedaan adalah sesuatu yang hal yang wajar.
Perbedaan itu akan memunculkan masalah ketika perbedaan itu berjalan secara berkelanjutan. Faktornya banyak salah satunya kita tidak bisa menerima kenyataan dengan lapang dada. Padahal semestinya sesuai hukum alamnya setiap pertandingan atau kompetisi haruslah ada yang keluar sebegai pemenang dan ada yang kalah. Adalah menjadi suatu hal yang sangat aneh jika dari setiap kompetisi tidak ada yang kalah atau semua menjadi pemenang, dan sebaliknya tidak ada yang menang semuanya kalah.

Kompetisi pemilihan umum baik itu Legislatif atau Pilpres sendiri tidak luput dari perbedaan-perbedaan yang ada, sesuai dengan kondisinya masing-masing. Calon yang berbeda-beda, partai pengusung dan pendukung yang berbeda akan otomatis melahirkan konstituen yang berbeda pula. Latarbelakang partai, calon juga turut menyumbang terjadinya perbedaan diantara konstituen dan calon antar partai. Indonesia terbagi dalam 2 jumlah garis besar platform partai seperti berlandaskan nasionalis dan religius, meskipun ada yang bahkan menganut campuran keduanya.
Sekali lagi perbedaan itu indah dan menambah warna warni potensi-potensi yang menjadi pilihan buat kita. Maksud dan tujuannya pun jelas, sekalipun berbeda namun semuanya punya niatan untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat. Semua berlomba memberikan janji yang terbaik untuk menampung aspirasi daripada rakyat sebagai pemilih. Pada faktanya meskipun kadang kala kita lihat justru yang sebaliknya, namun perbedaan yang ada sewaktu pemilu itu adalah sesuatu hal yang sangat lumrah. Untuk itu marilah kita berbeda dalam kondisi dan waktu tertentu dan menjaga perbedaan itu agar tetap sesuai dengan batas wajar yang bisa kita semua terima.
Perlu kita pahami semua secara bersama juga mengapa para founding fathers bersusah-susah untuk menemukan jati diri bangsa ini pancasila dan bhinneka tunggal ika sebagai fondasinya, karena mereka jelas menyadari bahwa negara ini sudah terlanjur berbeda atas segala suku, ras dan agamanya. Perbedaan latarbelakang itu kita yakini bersama adalah sesuatu yang given atau rahmat yang tidak dimiliki bangsa lain. Jati diri bangsa yang menampung semua perbedaan itu tanpa mengabaikan satu golongan manapun.
Pada intinya jika kita baru saja melewati pesta rakyat, pesta kita semua yaitu pemilihan umum baik itu legislatif ataupun pilpres, biarlah apa yang sudah kita musywarahkan bersama lewat pilihan kita menjadi pilihan yang terbaik. Aaspirasi kita dan tercapainya pembangunan bangsa yang semakin lebih baik lagi dapat terwujud di masa yang akan datang sesuai janji-janji dan tuntutan generasi kita saat ini. Pihak yang kalah memberikan ucapan selamat kepada yang menang dan mengajak konstituennya mendukung kebijakan pemerintahan yang baru, dan pihak yang menang juga merangkul semua golongan, menjadi pemimpin untuk semua umat bangsa.

Prinsip hidup berdemokrasi, toleransi yang tinggi, kebebasan untuk memberikan pandangan yang konstruktif, semua diperlukan untuk kita bisa hidup dan berkembang makin maju di era bernegara dan berbangsa kita saat ini. Semua eleman bangsa harus berpatisipasi aktif, faktor usia yang terpatri dalam benak kita selama ini dimana tanggungjawab bangsa hanya ada di pundak orang-orang yang berusia tua harus segera dihilangkan. Pemuda/pemudi dari semua potensi yang ada sebagai agent of change harus tetap berpartisipasi aktif untuk kemajuan bangsa kita.

Sejarah Indonesia telah mencatatkan bahwa pemuda/pemudi sukses dan berhasil mengawal bangsa ini senantiasa mengalami perbaikan dari waktu ke waktu. Untuk itu pemuda tidak lantas dibenarkan lagi jika hanya bisa menyalahkan pemerintah, menyalahkan apa saja yang bisa disalahkan. Sebagai pewaris tahta demokrasi, generasi muda diharuskan memberikan sumbangsih yang bermanfaat. Kecil besar sumbangsih tidak menjadi soal.
Disamping itu yang paling penting juga, negara harus memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada generasi mudanya untuk berpatisipasi aktif. Karena percayalah tidak akan pernah seorang muda dapat menunjukkan kemampuannya tanpa adanya ruang dan gerak yang diberikan. Seperti pepatah mengatakan, “negara yang tidak mempercayai generasi mudanya dan memberikannya kesempatan, maka negara itu tidak akan beratahan lama”. Berbeda sebentar, bersatu selamanya itulah harapan saya sebagai putra bangsa yang punya tanggungjawab sama untuk kesejahteraan kita bersama di masa yang akan datang.

Menyongsong usia Negara kita negara Indonesia yang ke 69 ini, kita harus lebih lagi dari apa-apa yang telah tercapai sebelumnya. Tinggalkanlah hal-hal negative, lanjutkanlah hal-hal baik, lupakan masa lalu karena kita semua adalah pemilik masa depan, masa depan Indonesia yang lebih baik. Satukan rasa nasionalisme sesama anak bangsa, tak perduli apapun latarbelakangmu karena sesungguhnya lawan kita adalah bangsa-bangsa lain di dunia, bukan sesama anak bangsa. Dirgahayu Indonesia sakti dan lestarilah negeriku selalu.. MERDEKAAA!!!

Facebook Comments

About Robson Lubis

3 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Berbeda-beda itu masa lalu, bersatu itu masa depan

  2. Setuju! Anak muda harus jadi agen terdepan kemajuan bangsa! :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif