Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [OPINI] Kemajuan Pers Indonesia Terhadap Keberlangsungan Pemilu 2014

[OPINI] Kemajuan Pers Indonesia Terhadap Keberlangsungan Pemilu 2014

OpiniAngka Sembilan (9) yang sejatinya sudah dikaitkan sebagai angka keberuntungan bagi banyak kalangan, telah dijadikan puncak pergulatan bagi seluruh calon anggota DPD, DPR dan DPRD Republik Indonesia. Juga bagi dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dalam memperebutkan bangku kekuasaan Negara pada parade pemilu 5 tahunan di Indonesia kemarin.

Jika kita perhatikan proses demi proses yang berjalan pada pemilu tahun ini lebih mendalam, kita akan melihat poin – poin yang bisa kita digaris bawahi, yang karena keberadaannya pada pemilu tahun ini telah membawa atmosfer baru pada pelaksanaan pemilu anggota legislatif serta pemilihan umum pasangan presiden dibanding periode – periode sebelumnya.

Salah satunya, terlihat jelas dari kebebasan pers yang terasa semakin nyata, dimana media massa cetak maupun elektronik dapat dengan leluasa memantau dan memberi informasi se-detail mungkin ke masyarakat luas.

Kekebasan tersebut sangat terlihat saat media informasi cetak maupun elektronik menjadikan pemilu anggota legislatif dan pemilihan umum pasangan presiden sebagai topik utama di hampir semua surat kabar harian, setiap acara berita televisi, acara – acara outdoor yang mengikat massa dan hampir semua media iklan pun ikut diramaikan oleh kemeriahan pemilu 2014.

Bukan suatu hal yang salah memang, karna jika kita bisa lihat dari dua perspektif yang berbeda, antara peserta pemilu dengan para calon pemilih, masing – masing dari mereka memiliki nilai positif dan negatif tersendiri.

Pertama kita coba lihat dari segi peserta pemilu, sudah jelas mereka disuguhi begitu banyak keuntungan dari kemajuan pers ini. Karena dengan proses ini, maka mereka akan lebih mudah memperkenalkan diri mereka serta mendeklarasikan visi serta misi mereka ke masyarakat luas.

Para peserta pemilu pun akan semakin mudah menjangkau masyarakat yang mungkin sedikit terisolasi karna wilayah tempat tinggal mereka yang sulit dijangkau saat kampanye langsung. Dengan kebebasan pers ini pula para peserta pemilu akan lebih mudah dan cepat dalam menarik massa pendukung mereka. Bahkan fenomena ini membawa budaya baru yang mengharuskan para peserta pemilu untuk memiliki akun social media seperti Facebook page dan twitter sebagai sarana perkenalan visi dan misi mereka atau sekedar menjaga kedekatan para peserta pemilu terhadap para massa pendukung mereka.

Kemudian dari perspektif para calon pemilih pun lebih memberatkan kebebasan ini kepada sesuatu yang menguntungkan bagi mereka, karna dengan adanya kemudahan mendapatkan informasi akan memberi kesempatan kepada para calon pemilih untuk lebih mengenal para peserta pemilu dari berbagai sisi. Latar belakang mereka serta visi dan misi mereka sebagai peserta pemilu yang akan lebih mudah mereka serap.

Sehingga keadaan ini mampu mengarahkan calon pemilih kepada suatu tindakan yang mandiri, dalam artian mereka bisa menuangkan hak pilih mereka dengan mantap tanpa paksaan dari pihak manapun, karena para calon pemilih tersebut secara sadar mampu menilai mana peserta pemilu yang mungkin dianggap pantas atas hak pilih mereka.

Hal ini tentu sangat baik dampaknya, karena dengan keberlangsungan hal tersebut terciptalah para pemilih yang cerdas, yang mampu memanfaatkan hak pilih mereka dengan sangat baik. Memanfaatkan hak pilih mereka dengan tindakan yang tidak menyepelekan, tapi lebih kepada tindakan kecil yang dipenuhi hasrat agar Negara-nya mampu bergerak maju menuju titik yang lebih baik dari sebelumnya.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa keadaan tersebut juga akan tetap menimbulkan berbagai dampak yang kurang baik bagi kenyamanan berkampanye. Kita bisa lihat dari fenomena yang masih hangat dalam Pilpres beberapa waktu lalu, sangat terlihat jelas bahwa kubu satu dengan kubu yang lainnya saling mengucilkan, bahkan sampai pada titik saling menghina dan menjatuhkan pasangan atau salah satu anggota pasangan lawan.

Keadaan tersebut diperparah dengan sikap saling membalas, mencari kekurangan demi kekurangan lawan dan dipublikasikan ke hal layak dengan berbagai cara yang tidak seharusnya dilakukan. Ask.fm, twitter, facebook bahkan youtube menjadi pilihan sarana bagi mereka untuk masing – masing melakukan sikap berkampanye yang tidak bijaksana tersebut.

Bahkan sempat terkuak bahwa keadaan tersebut dimotori oleh para tim sukses dari masing – masing kubu dan sempat dijadikan cara berkampanye oleh mereka. Fakta yang sangat memalukan, bahwa kampanye sempat dikotori dengan cara tersebut.

Masing – masing pihak menunjukan niat baik untuk mengarahkan tim sukses dan pendukung mereka untuk menghindari kampanye kotor, namun tak bisa bergelap mata bahwa hal tersebut tetap menghiasi masa kampanye kemarin.

Persaingan kurang sehat seperti ini tentu sudah akan terbaca akhirnya, dimana kubu pemenang akan mengucilkan kubu yang kalah, dan kubu yang kalah akan menghujat kecurangan kepada kubu pemenang.

Dari fenomena ini kita bisa menilai, bahwa kemajuan yang baik pun akan berakhir pada situasi yang tidak baik jika dijalani dengan cara yang salah. Kemajuan pers yang semestinya bisa memudahkan jalannya pemilu bagi berbagai pihak, malah bertolak menjadi perkara yang besar, hanya karena kesalahan dalam menyikapi kemajuan tersebut.

Pada dasarnya, setiap peserta, tim sukses dan seluruh pendukung peserta pemilu terkait harus mendasari cara berfikir mereka dengan keikhlasan dalam berkampanye serta harus menanamkan sikap tawakal sebagai manusia beragama. Sehingga pemilu yang dimaksudkan sebagai cara memilih jajaran tinggi Negara yang baru, yang notabene dimaksudkan agar kemajuan akan tetap terlaksana di Indonesia ini, bisa dijalankan dengan cara yang baik pula, sehingga maksud baik di awal yang mendasari mengapa diadakan pemilu tersebut bisa terlaksana dikemudian hari.

Siapa pun yang terpilih, itulah pilihan rakyat. Siapapun yang diberi amanah, itulah yang menurut rakyat lebih mampu membangun Negara Indonesia. Kemenangan pemilu yang sehat tanpa adanya sindikat kecurangan, serta kekalahan pemilu dengan iringan kebesaran hati, akan lebih memberi arti pemilu yang sebenarnya. Pemilu yang didasari hukum, pemilu yang dilaksanakan guna meningkatan kemajuan Negara, tanpa kehilangan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

78201411713

Facebook Comments

About gerrytullah

One comment

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Kebablasan pers itu yang terjadi selama pilpres karena ada pers yang memihak kontestan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif