Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [OPINI] Persatuan dan Kesatuan Demokrasi Tanpa Diskriminasi

[OPINI] Persatuan dan Kesatuan Demokrasi Tanpa Diskriminasi

Opini[OPINI] Persatuan dan Kesatuan Demokrasi Tanpa Diskriminasi

Setiap tahun pada bulan Agustus sudah menjadi aktivitas dan rutinitas bangsa Indonesia dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI), tepatnya pada tanggal 17 Agustus. Meski saat ini sebagian besar rakyat Indonesia masih dalam suasana lebaran, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi rakyat Indonesia lupa akan Hari Ulang Tahun (HUT) negeri ini. Masyarakat mulai menunjukkan antusiasmenya dalam memperingati hari kemerdekaan dengan menghias gapura-gapura dengan pernik khas kemerdekaan dan di desa-desa setiap rumah mengibarkan bendera merah putih di depan rumah masing-masing. Hal tersebut dapat dijadikan bukti bahwa bangsa ini mempunyai semangat, harapan dan optimisme yang tinggi demi kemajuan negeri ini.

Selain sebagai bukti berdirinya negeri ini, peringatan hari kemerdekaan juga bertujuan untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang dan gugur dalam medan peperangan demi kebebasan generasi selanjutnya dari penjajahan bangsa asing. Berbagai cara dan bentuk penghormatan telah dilakukan rakyat Indonesia untuk mengisi hari kemerdekaan dengan melakukan serangkaian kegiatan positif dan bernilai nasionalisme. Masing-masing daerah di Indonesia memiliki cara yang unik dalam menunjukkan kemeriahan HUT RI yang ke-69.

Perlu kita cermati dan ketahui bersama bahwa perayaan hari kemeredakan negeri ini tidak semata-mata hanya untuk kesenangan sesaat akan merdekanya bangsa ini, akan tetapi dapat dijadikan sebagai bahan renungan dan evaluasi pemerintah dan jajarannya dalam menjalankan kinerjanya serta membangkitkan kembali nilai-nilai nasionalisme rakyat Indonesia untuk terus berkarya demi mencapai kemerdekaan yang sebenarnya. Masih banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh bangsa dan negeri ini tidak akan menjadi hal yang sulit, jika kita semua bangsa Indonesia bersatu teguh dan gotong-royong dalam menyelesaiakan permasalahan yang ada dengan solusi dan inovasi yang terus terbarukan dari generasi sekarang hingga generasi yang akan datang. Semua itu harus kita lakukan bersama, demi kesatuan dan keutuhan negeri ini dan demi Indonesia yang lebih baik.

Rakyat Indonesia telah usai melaksanakan pesta demokrasi berupa pemilihan langsung legislatif dan presiden tahun 2014. Kini Indonesia mengalami masa transisi pemerintahan lama menuju pemerintahan yang baru dengan pemimpin yang baru. Indonesia dapat dikatakan sudah mengenal cukup lama tentang demokrasi. Bahkan, negeri ini sudah mencoba menerapkan demokrasi dalam berbagai bentuk untuk menjalankan sistem pemerintahannya. Meskipun sampai saat ini demokrasi yang berjalan di negeri tercinta belum seutuhnya berjalan dengan baik. Semua itu bukanlah alasan untuk mengekang suatu individu, golongan ataupun kelompok yang ada di negeri ini. Demokrasi dapat diartikan sebagai bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan yang ada di suatu negara dengan tujuan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara yang dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Pemerintahan yang dimaksud dalam demokrasi adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Persatuan dan kesautan serta demokrasi akan rusak ketika di dalamnya terdapat unsur diskriminasi dalam setiap keputusan yang diambil dan kebijakan yang dikeluarkan serta terjadi penyimpangan dalam penerapannya. Diskriminasi yang terjadi dan terus dibiarkan tanpa ada upaya dan langkah-langkah untuk mengurangi atau menanggulanginya, secara alamiah akan menjadi bom waktu yang setiap saat dapat saja meledak dan menciptakan kekacauan yang hebat di masyarakat. Ibarat gunung es yang ada di tengah lautan, diskriminasi yang terjadi akan meninggalkan luka dan menumbuhkan ketidakseimbangan dalam tatanan kehidupan masyarakat sehingga akan menimbulkan konflik sosial yang turun-temurun dan menciptakan efek negatif terhadap proses demokrasi di negeri ini.

Demokrasi yang dibalut dengan rasa persatuan dan kesatuan menjamin adanya kebebasan untuk berpendapat atau bersuara serta memberikan kesempatan bagi perubahan yang ada pada pemerintahan tanpa adanya kekerasan dan diskriminasi terhadap individu atau kelompok, agama, etnik, suku bangsa, ras, gender, profesi atau status sosial serta bentuk diskriminasi lainnya. Diskriminatif terhadap salah satu inidvidu maupun kelompok akan berdampak negatif terhadap proses pembangunan di negeri ini. Di negara-negara maju, pembangunan tanpa diskriminasi sangat diperhatikan guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) itu sendiri serta melindungi hak-hak individu ataupun kelompok dalam menjalankan kehidupannya masing-masing atau bermasyarakat.

Secara langsung maupun tidak langsung pembangunan demokrasi yang berlandaskan persatuan dan kesatuan, apabila didalmnya masih tercemar unsur diskriminasi akan menyebabkan ketidaktepatan sasaran pembangunan, sehingga berimplikasi pada gagalnya pencapain tujuan yang diharapkan. Jika hal tersebut terus dibiarkan maka akan berdampak pada ketidakmerataan pembangunan di negeri ini.

Pemerintahan yang baru harus mampu meminimalisir atau menghilangkan faktor-faktor yang mempengaruhi diskriminasi individu atau kelompok dalam berbagai pembangunan bidang di negeri ini. Setiap pengambilan keputusan dan mengeluarkan kebijakan publik hendaknya mempertimbangkan persepsi anti diskriminasi sehingga dalam pelaksanaannya mampu menghindari dampak negatif dari proses tersebut. Presiden yang nantinya akan terpilih harus mampu memeratakan pembangunan fisik maupun mental dari bangsa dan negara Indonesia. Selain itu, demokrasi akan selalu berdiri tegak dan kokoh apabila dalam suatu negara tersebut sudah tidak ada lagi kekerasan dan diskriminasi terhadap semua elemen bangsa. Indonesia bersatu dan bermartabat tanpa diskriminasi.

Facebook Comments

About Ahmad Fauzi

2 comments

  1. Beda yes, diskriminasi No!!

  2. katedrarajawen

    Mari dengungkan kembali semboyan bhineka Tunggal Ika

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif