Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [Opini] Ada apa dengan Indonesia?

[Opini] Ada apa dengan Indonesia?

OpiniSaya hanya seorang mahasiswi yang kadangkala mempunyai pemikiran disaat melihat banyaknya tayangan tentang calon pemimpin Indonesiaku di televisi. Beberapa puluh tahun sudah negaraku Indonesia berganti-ganti seorang pemimpin. Namun sampai sekarang masih banyak suara-suara rakyat yang menangis, berteriak, dan menghujat para pemimpin mereka sendiri. Kami para mahasiswa menjadi berfikir, “kenapa?, ada apa?, apa sebenarnya yang kurang?”.

Sejenak kami berfikir, apakah sebenarnya tugas seorang kepala negara? apakah hanya menghadiri acara pesta? atau mentasbihkan sesuatu perlombaan?. Mungkin kami hanya seorang mahasiswa yang tidak mengerti hukum, dan tata aturan kenegaraan, tapi kami bisa melihat perkembangan dan proses para petinggi kami. Harta, kedudukan, kemuliaan, dan kemasyuran menjadikan seorang “amnesia” dari tujuan utamanya. Sibuk menjalani aktifitas baru, memperkaya diri dengan alibi memenuhi kebutuhan keluarga. Memperbanyak kenalan agar mendapat kucuran dana segar dari orang asing, yang ujungnya warga pribumi yang harus berpeluh basah dengan keringat. Lalu kami berfikir, apa gunanya pendidikan tinggi jika tidak bisa bekerja?. Hanya bisa gonjang-ganjing membangun sana-sini, jumpa pers, iklan disemua media, apa untungnya buat kami?.

Lihatlah sekeliling anda wahai pemimpin kami, udara penuh sesak disana-sini, kami para rakyat tidak memerlukan janji-janji yang hanya bisa dinikmati jika kami sudah mati. Cobalah melihat dari sisi pandang kami, anda diangkat menjadi pemimpin karena membawa suara kami, bukan karena anda sendiri. Toh kami nantinya akan menjadi pekerja kalian demi mendapatkan kebutuhan kami. Cobalah membuka hati, lihatlah keadaan sekarang ini, kami butuh sebuah perubahan yang pasti. Sabang sampai Merauke yang sering didengung-dengungkan hanya pada waktu peringatan Kemerdekaan, telah kalah santer dengan lagu melow yang menyayat hati. Manipulasi data, kasus korupsi, kejahatan seksual, perampokan, narkotika, teroris, hanya mendapat hukuman tak lebih lama dari seorang yang mencuri makanan, atau maling ayam. Apakah masih pantas disebut sebagai negara demokratis? negara hukum? atau lebih tepatnya kita disebut negara boneka Amerika?

Lalu kami berfikir, bagaimana kehidupan masa depan anak cucu kami? apakah akan sama seperti kami?. Dipagi hari disajikan dengan tayangan-tayangan yang kurang disortir. Gosip selebriti, kasus perceraian, kasus korupsi, pencabulan, kekerasan dalam rumah tangga, kericuhan dimana-mana dan masih banyak lagi. Kami berharap besar pada pemimpin kami yang akan datang, keinginan, harapan, kami gantungkan pada anda. Indonesia adalah negara yang sangat kaya bahan alam, janganlah membuat kaya diri sendiri ataupun negara lain. Perkayalah warga Indonesia ini, hingga kita dapat bersama-sama membangun Indonesia yang mempunyai harkat, martabat, yang diakui oleh dunia. Keramah tamahan yang menjadi sifat kita, janganlah menjadikan kita lemah didepan lawan. Budaya tradisional yang menjadi akar budaya jangan sampai dicuri ataupun hilang dari dalam diri kita. Cintailah Indonesia dan jagalah sebagaimana kita mencintai ibu kita yang telah memberikan segala sumber dayanya bagi kita untuk bertahan hidup.

Marilah segenap rakyat Indonesia, kita juga instropeksi diri, jika kita bisa mengkritik para pemimpin kita, seharusnya kita juga mempunyai kontribusi untuk negara tercinta kita Indonesia. Jika kita diberi kesempatan dapat bekerja, bekerjalah dengan baik tunjukan sebuah prestasi, jika kita diberi kesempatan bersekolah, sekolahlah yang sungguh-sungguh, jika kita diberi kesempatan menjadi wakil rakyat, bekerjalah untuk kesejahteraan rakyat, dan jika kita tidak ada kesempatan apa-apa, ada baiknya kita mendoakan para “pelaku wayang” di negara kita tercinta INDONESIA.

INDONESIA BISA!!!

karikatur

Facebook Comments

About Jean Kasangke

4 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Memimpin dan dipimpin itu sama beratnya, jika kejayaan negeri ini menjadi tujuan bersama

  2. katedrarajawen

    Kalau melihat realita sebagai pemimpin nafsu berkuasa lebih dominan daripada pengabdian, sebagai rakyat lebih hilang kepercayaan kepada pemimpinnya sehingga lebih mementingan dirinya sendiri

    • Jean Kasangke

      mungkin hanya kesadaran dari masing-masing individu aja pak solusinya, tak lepas dari berdoa tentunya.

      Haturnuhun atas commentnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif