Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [OPINI] Persatuan Kita (Bukan) “Kacang Lupa Kulit?”

[OPINI] Persatuan Kita (Bukan) “Kacang Lupa Kulit?”

logo-lombaSahabat satu tanah air, kita telah melewati pesta demokrasi pemilihan presiden 2014 yang penuh ketegangan. Akankah kita akan terus bersitegang?

Pertanyaan itu melesatkan pemikiran saya kepada segala prinsip hidup berbangsa dan bernegara kita. Sila ketiga jelas kita tahu bunyinya “Persatuan Indonesia”, semboyan kita Bhineka Tunggal Ika yang artinya “Berbeda-beda tetap satu”, juga pilar bangsa yang salah satunya adalah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Atribut yang sedemikian rupa, mencengkeram erat di atas hakikinya ibu pertiwi. Mungkinkah itu semua akan kandas karena pertarungan perebutan kursi RI 1 ke tujuh ini? Ironis, jika kita memilih untuk berbelok ke arah perpecahan sedang kita digembleng untuk terus bersatu selama ini.

Kerikil Demokrasi Kita

Setelah deklarasi pemilihan presiden 2014 lalu, seakan opini publik, kelompok masyarakat, kelompok para pakar, bahkan masyarakat awam terpisah menjadi dua kelompok. Baik pendukung calon nomor urut 1 dan calon nomor urut 2 yang bersikeras memenangkan calon yang dipilihnya. Segala macam bumbu persaingan menelusup ke dalam pusaran pemilihan presiden. Baik banyaknya kampanye hitam, kampanye negatif, dan sebagainya. Tapi itu lah yang dinamakan kerikil demokrasi kita. Pra-Pilpres kita dapat rasakan sendiri, bagaimana bentuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang kian terjembatani dengan pilihan calon presiden masing-masing. Pasca-Pilpres? Akankah persatuan dan kesatuan bangsa kita kembali stabil?

“Kacang Lupa Kulit?”

Kacang lupa kulit adalah bentuk ungkapan yang dilontarkan biasanya untuk siapa saja yang melupakan asal-usulnya, penolongnya, bangsanya, dan apapun yang dilupakan oleh seseorang yang telah sukses. Untuk menciptakan persatuan dan kesatuan Pasca-Pilpres, kita harus mempunyai prinsip “Tidak Kacang Lupa Kulit”. Adapun prinsip-prinsip yang harus kita jaga sebagai berikut:

  1. Sadar Diri
  • Untuk Pasangan Nomor Urut 1 (Prabowo-Hatta) dan Tim pemenangannya, sebaiknya tetap tenang hingga akhir serangkaian putusan MK dan menjadi pelopor perdamaian tanpa kerusuhan.
  • Untuk Pasangan Nomor Urut 2 (Jokowi-JK) dan Tim pemenangannya, menjaga sikap yang elegan dan menjadi pelopor untuk tidak menghina pihak yang kalah berdasarkan keputusan KPU.
  • Untuk pendukung Pasangan Nomor Urut 1, tetap tenang. Dan menjadi tonggak bangsa dalam berdemokrasi, legowo, dan tetap menunjukkan kedewasaan bernegara.
  • Untuk pendukung Pasangan Nomor Urut 2, tidak terlena pada euforia, dan tidak menghina pihak yang dinyatakan dalam KPU.
  1. Mengingat Diri

Segala pihak yang terkait dalam serangkaian Pilpres dan seluruh masyarakat Indonesia harus mengingat diri sendiri dan menjadi pelopor kedewasaan dalam berdemokrasi. Mengingat dan menyadari bahwa kita adalah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang menjunjung nilai luhur dan ideologi Pancasila yang jangan sampai pecah karena proses pemilu.

  1. Jika Tidak Bisa Berbicara Baik, Lebih Baik Diam dan Lakukan yang Terbaik

Ini lah kata mutiara yang pantas disematkan bagi semua pihak yang hobi melakukan “bully”, baik di seluruh media massa juga di sosial-media. Sudahlah, lebih baik diam jika tidak bisa berbicara yang lebih baik. Buat apa menghakimi orang lain jika kita sendiri tidak bisa lebih baik dari orang yang kita hakimi? Indonesia butuh ketenangan, Indonesia butuh pemimpin yang diidam-idamkan. Bukan pemimpin yang menang dengan proses saling menghina. Bersaing boleh, asal kita punya manuver terhadap apa yang kita tawarkan. Bukan bermodalkan dengan cemooh dan penghinaan. Optimisme harus hidup di setiap hati seluruh masyarakat Indonesia.

  1. “Kacang Ingat Kulit”

Siapa pun pemimpinnya, kita tetap Indonesia. Siapa pun pemimpinnya, ideologi kita tetap Pancasila. Siapa pun pemimpinnya, semboyan kita tetap Bhineka Tunggal Ika. Dengan catatan dan syarat mutlak, pemimpin yang terpilih memang pemimpin yang tersaring melalui pemilihan umum yang LUBERJURDIL.

Demikian saran untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Pasca-Pilpres. Tunjukkanlah kita bukan bangsa yang arogan dan pencemooh, kita bukan bangsa yang “Kacang Lupa Kulit”. Kita harus tahu bahwa sampai kapan pun NKRI akan tetap NKRI yang tidak bisa diganggu gugat meski harus melewati ketegangan Pilpres sekalipun.

Persatuan Indonesia

 

 

Facebook Comments

About Malisa

3 comments

  1. Iya ya ka.. https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif
    siapapun pemimpin nya, harusnya ia tidak lupa dengan janji-janji nya.
    bagus ih kaka lucuuu :D
    klo kulit lupa kacang, ada kaga ka? https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif
    Heheehttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif

    • Bener sekali Dik, siapa pun pemimpinnya yang terpenting jangan lupa daratan nantinya. Terimakasih kalau lucu, hehe. ada dong kulit lupa kacang, tahu sendiri sekarang zaman serba terbalik.. hehe

  2. Hehe ia skg mah jaman serba kebalik ya ka, cwe ada yg kaya cwo, cwo ada yg kaya cwe..
    ada juga kacang tanpa kulit.
    yaitu… Kacang Atom Garudaaa.. :D hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif