Home » Insidental » Lomba Opini HUT RI ke 69 » [OPINI] Sikap Legowo dan Toleransi Terhadap Hasil Pemilu Demi Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

[OPINI] Sikap Legowo dan Toleransi Terhadap Hasil Pemilu Demi Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

logo-lombaIndonesia merupakan salah satu negara yang penuh dengan keanekaragaman. Tidak hanya dari segi keanekaragaman flora dan faunanya yang endemik di Indonesia, masyarakat, suku, budaya, agama dan rasnya juga sangat beraneka ragam. Meskipun keanekaragaman selalu identik dengan perbedaan, dan perbedaan tersebut bisa saja dan bahkan seringkali memicu timbulnya persengkataan atau peperangan. Namun bukan berarti keanekaragaman atau perbedaan yang ada harus dihilangkan untuk dijadikan seragam.

Belajar dari fenomena alam yang ada yaitu pelangi nan indah di angkasa. Ia tampak cantik mempesona karena terdiri dari berbagai macam warna, yakni merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Dan bisa dibayangkan sendiri seandainya pelangi itu hanya terdiri dari sebuah warna saja pasti ia tidak akan tampak cantik mempesona lagi seperti yang ada sekarang. Begitu juga halnya dengan negara Indonesia, dari perbedaan atau keanegaragaman yang ada di Indonesia, sifatnya bukan untuk diubah, dihilangkan dan dijadikan sama atau seragam. Akan tetapi adanya keanekaragaman di Indonesia untuk disikapi dengan sikap yang bijak agar Indonesia bisa membentuk keindahan yang mempesona bak pelangi di angkasa.

Sikap bijak yang dimaksud dalam menyikapi perbedaan yang banyak sekali hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia yakni berupa sikap untuk selalu menjunjung tinggai rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sebagaimana yang telah diamanatkan oleh para leluhur bangsa Indonesia dalam Dasar Negara (pancasila) dan juga yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945. Dan secara tegas, disebutkan dalam pancasila sila ketiga yang berbunyi persatuan Indonesia.

Persatuan dan kesatuan menjadi hal mutlak yang keberadaanya sangat dibutuhkan agar bangsa Indonesia tetap bisa berdiri dengan kokoh dan juga utuh. Tanpa adanya rasa persatuan dan kesatuan maka bangsa Indonesia akan terancam runtuh dan kemungkinan besar akan kembali terjajah seperti pada zaman dahulu kala. Oleh karenanya, diperlukan tindakan nyata dari para warga negara dan juga masyarakatnya untuk menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Banyak sikap yang bisa ditunjukkan dalam rangka mejunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia misalnya saja seperti sikap toleransi. Sikap toleransi atau saling menghargai dan menghormati dapat diterapkan dalam menghadapi masalah pilpres yang baru-baru ini sedang menerpa Indonesia, yakni berkenaan dengan perbedaan terhadap calon presiden yang didukung. Mungkin ini merupakan suatu masalah yang sepele dan wajar, namun apabila hal ini dibiarkan saja maka bisa memicu timbulnya perseteruan antara kubu pendukung Prabowo-Hatta dengan kubu pendukung Jokowo-Jk sehingga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia menjadi terancam dan bisa berdampak pada terganggunya stabilitas keamanan Indonesia.

Dalam masalah perbedaan pendapat terhadap calon presiden yang dipilih, bukan untuk dicari siapa pemenangnya dan siapa yang kalah, akan tetapi dari perbedaan itu justru seharusnya bisa melahirkan sikap untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain (toleransi). Sikap toleransi dan juga legowo sangat diperlukan dalam menerima hasil keputusan pemilu, karena kalah bukan berarti salah dan yang menang itu yang benar. Hal ini dimaksudkan agar tidak sampai menimbulkan kericuhan dan perseteruan yang bisa merusak keutuhan bangsa Indonesia.

Siapapun presidennya yang terpilih, sebagai warga negara Indonesia yang baik sudah sepatutnya untuk mendukung program-progam pembangunan atau visi misi dari presiden tersebut agar cita-cita Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan undang-undang dasar negara tahun 1945 bisa terwujud, yakni bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

proklamasi

 

 

Facebook Comments

About Arlina Orierline

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif