Home » Insidental » Lomba Opini » [OPINI] Indonesia Baru Untuk Kemajuan Indonesia

[OPINI] Indonesia Baru Untuk Kemajuan Indonesia

logoKKlipDi era global sekarang dunia sudah menjadi kampong kecil. Peristiwa di belahan dunia mana saja bisa serempak dilihat oleh seluruh penduduk bumi melalui televise dan media komunikasi lainnya. Ketika gerakan reformasi dimulai pada tahun 1997, dunia sedang berlangsung globalisasi, sementara masyarakat Indonesia terdiri dari lima lapis;
(a) lapisan ultra modern,
(b) lapisan masyarakat modern,
(c) lapisan masyarakat urban,
(d) lapisan masyarakat tradisionil dan
(e) lapisan masyarakat terbelakang.

Kelima lapis masyarakat itu menerima stimulus yang sama dari dunia global; nonton TV yang sama, ditawari mode pakaian dan menu makan yang sama, padahal kemampuan menseleksi informasi tidak sama Dampak dari reformasi pada era global adalah tercerabutnya tata nilai social dari masyarakat. Pemimpin tidak lagi dihormati, guru tidak lagi menjadi tuntunan, anarki di mana-mana, tawuran merajalela. Demokrasi sepertinya tumbuh subur, tetapi pertanyaannya apakah demokrasi seperti ini relefan apa tidak dengan tujuan membangun bangsa. Demokrasi bukan tujuan, tetapi alat untuk mencapai tujuan. Demokrasi sesungguhnya adalah dimaksud agar ada pemerataan peran bagi seluruh rakyat dalam membangun dan dalam hal menikmati kue pembangunan Informasi yang berlebihan dan terus menerus tentang keburukan dalam negeri (bencana, korupsi, skandal, tawuran dll.) melalui media nasional membuat masyarakat kehilangan kebanggaan atas negeri sendiri, padahal keburukan yang sama juga terjadi di negeri lain. Indonesia adalah realita kebangsaan dengan ciri-ciri budaya yang dapat dikenali sebagai khas Indonesia, dengan bahasa nasional yang juga khas Indonesia.

Keberadaan Indonesia sebagai satu bangsa sudah barang tentu melalui proses sejarah yang bukan saja tidak mudah, tetapi penuh dengan dinamika konflik. Cita-cita kebangsaan tidak selamanya berada di jalan lurus, terkadang menyimpang ke kiri dan ke kanan, dan sejarah telah mengajarkan bahwa dalam pencapaian cita-cita kebangsaan sering diperlukan di tengah perjalanannya adanya peneguhan kembali ikatan batin atau komitmen semua warga negara kepada cita-cita nasionalnya. Dalam usia kemerdekaan yang telah mencapai lebih dari setengah abad, bangsa Indonesia masih ter¬golong bangsa baru, yang masih harus terus menyem¬purnakan proses penjadian dirinya menjadi bangsa (nation in making). Era reformasi telah menya¬darkan kepada kita bahwa problem yang dihadapi oleh bangsa dewasa ini sungguh sangat Besar, Berat dan Rumit, yang oleh karena itu kita harus mampu melihat hubungan logis antara krisis yang kita derita sekarang dengan dinamika kelahiran, pertumbuhan dan per¬kembangan bangsa.

Dengan mengetahui sejarah dan cita-cita bangsa, maka diharap kita tidak mengulangi kesalahan masa lalu, dan generasi penerus akan bisa mengembangkan, memperbaiki dan mewariskannya kepada generasi berikutnya. Reformasi mestinya cukup lima tahun, selanjutnya memasuki Indonesia Baru. Sekarang reformasi sudah berlangsung 15 tahun tetapi tanda-tanda kebaruan masih belum jelas. Dampak dari reformasi barengan: ekonomi dan politik sekaligus pada era global meminta ongkos yang sangat mahal. Tertangkapnya koruptor di tingkat elit seperti ketua MK mestinya harus dipandang sebagai prestasi, karena pada masa lalu tak pernash bisa diungkap. Tetapi dampak psikologis dari kebobrokan itu lebih serius karena menghilangkan optimism masa depan. Teori Sosiologi Ibnu Khaldun bisa dijadikan pegangan penguatan mental bangsa.

Menurut Ibnu Khaldun, jatuh bangunnya suatu bangsa ditandai dengan lahirnya tiga generasi: generasi Pendobrak, Pembangun, dan Penikmat. Jika generasi Penikmat sudah banyak maka bisa lahir generasi ke empat, yaitu mereka yang tidak peduli masa lalu dan tidak peduli pula masa depan. Merekas tidak menghormati pahlawan yang lalu, tidak pula memikirkan nasib generasi anak cucu. Jika sudah demikian maka itu tanda runtuhnya suatu bangsa, dan masa itu berlangsung selama satu abad. Jika teori ini kita gunakan untuk meneropong bangsa Indonesia, maka kini, pada usia kemerdekaan 68 tahun, satu dua generasi pendobrak masih ada yang hidup, generasi pembangun masih sibuk bongkar pasang, generasi penikmat sudah mulai Jika teori ini kita gunakan untuk meneropong bangsa Indonesia, maka kini, pada usia kemerdekaan 68 tahun, satu dua generasi pendobrak masih ada yang hidup, generasi pembangun masih sibuk bongkar pasang, generasi penikmat sudah mulai munculan, yaitu mereka yang sibuk menikmati tanpa berfikir membangun, sibuk menebang tanpa berfikir menanam. Kita masih punya waktu 32 tahun untuk melahirkan kembali ghenerasi pendobrak agar tidak muncul generasi keempat. Dibutuhkan kesabaran politik untuk melakukan estapet kepemimpinan nasional. Sabar itu mengandung lima unsure, yaitu : tabah hati, tanpa mengeluh, dalam menghadapi kesulitan, dalam janhgka waktu tertentu, dalam rangka mencapai tujuan. Hanya orang yang ingat tujuan yang mampu bersabar.

Tujuan membangun Indonesia adalah membangun kesejahteraan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Perilaku anarkis dari siapapun, juga gerakan revolusioner pada era global (seperti di Timur Tengah sekarang) dapat membuat tujuan membangun Indonesia semakin jauh dari jangkauan, karena asing lebih berpeluang bermain dibanding orang Indonesia sendiri. Yang dibutuhkan adalah fikiran2 refolusioner yang diterapkan dalam koridor konstitusi.

Dahulu, para pendiri negeri ini memberi panduan yang sangat mendalam, yaitu bahwa hanya atas berkat rahmat Alloh, dan didukung oleh keinginan luhur, maka bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya. Sekarang yang deficit adalah keinginan luhur dari para pemimpin, padahal keinginan luhur adalah infrastruktur datangnya berkat dan rahmat Alloh. Keinginan luhur diwujudkan pada pemikiran jauh ke depan 50-100 bahkan 1000 tahun ke depan, bukan lima tahunan seperti sekarang Indonesia baru adalah Indonesia yang dinaungi oleh berkah dan rahmat Alloh, baldatun thoyyibatun wa robbun ghofuur.

da empat indicator cinta;
(1) penuh perhatian kepada yang dicintai,
(2) inginnya member kepada yang dicintai,
(3) memaklumi kekurangan yang dicintai dan
(4) memaafkan kesalahan yang dicintai.

Presiden Kennedy (AS) pernah berkata; Tanyakan apa yang telah kau berikan kepada bangsamu, jangan bertanya apa yang telah kau peroleh. Hidup berbangsa adalah fitrah kehidupan modern (syu`uban), setelah melalui proses hidup bersuku-suku (qoba’ila). Kita mengenal ungkapan klassik, hubbul wathan minal iman, bahwa cinta kepada tanah air merupakan ekpressi iman. Maknanya seorang mukmin memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa. Komitmen kepada golongan (suku atau partai) berakhir ketika ada komitmen yang lebih besar untuk bangsa. Gugur dalam membela bangsa bukan hanya menjadi pahlawan bangsa, tetapi juga masuk kategori syahid. Keluarga dan golongan harus berbangga jika ada anggauta keluarganya yang menjadi pahlawan dan syahid. Memimpin Negara dalam berbagai tingkatannya (sebagai Presiden, Gubernur, Bupati dst) adalah tugas yang berat, beresiko, dan menantang, disamping menyenangkan dan membanggakan. Dalam suasana damai, cinta kepada tanah air diwujudkan dalam bentuk mengutamakan produk dalam negeri dalam hal sandang, pangan, material dan peralatan. Penggunaan produk import dibatasi hanya pada bidang-bidang yang belum bisa dikuasai.

Ketika diantara kita ada yang tertarik apapun yang datang dari luar negeri, harus disadari bahwa pada saat yang sama sesungguhnya orang dari Negara lain juga memiliki ketertarikan yang sama, termasuk tertarik apa yang ada di negeri kita. Berpisah dengan yang dicintai bisa melahirkan kerinduan. Berada di luar negeri juga menumbuhkan kerinduan kepada tanah air. Oleh karena itu pergaulan international, disamping bisa belajar dari khazanah orang lain juga bisa mnumbuhkan refleksi cinta tanah air. Apa yang baik di negeri orang bisa ditularkan di negri sendiri. Perilaku Orang India dan Cina di luar negeri dapat dijadikan contoh bagaimana mewujudkan cinta tanah air. Pebisnis India di Negeri Teluk misalnya, mereka menguasai bisnis menengah di negeri itu, tetapi setiap tahun mereka pulang ke India dengan membawa keuntungan bisnisnya untuk membangun kampong halamannya. Perantau China di Amerika (dan di negeri lain) misalnya, mereka membangun China Town (perkotaan Cina) yang menjadi agen ekonomi dan budaya negeri leluhur.

Bandingkan dengan perantau Indonesia di luar negeri sekarang.Harus ada keseimbangan antara menuntut ilmu di luar negeri dengan membuka program international di dalam negeri. Contoh; Di mata kita Bali biasa-biasa saja, tetapi di mata turis dunia, Pulau Bali luar biasa. Aceh bisa mengembangkan konsep serambi Mekah dengan membuka Universitas Islam International dengan mendatangkan professor-profgesor ternama dari seluruh dunia. Dengan itu akan terbangun citra, jika orang ingin tabarrukan ke Mekah, ia harus melewati serambinya dulu. Kegiatan rekruitmen Paskibraka yang melibatkan banyak pelajar secara berjenjang dan berlangsung setiap tahun dan disertai juga kegiatan kuliner dan adhibusana dapat dijadikan lembaga pembentukan karakter cinta tanah air. Ada tiga tanda orang jatuh cinta; pertama; tahan duduk berlama dengan yang dicintai, kedua ; dalam ngobrol dengan yang dicintai tak pernah kehabisan bahan, ketiga lebih suka menuruti kemauan orang yang dicintai daripada kemauan sendiri.

Tanda orang yang mencintai tanah airnya juga ada tiga;
pertama betah tinggal di negeri sendiri,
kedua ; selalu membicarakan keadaan negerinya,
dan ketiga lebih mementingkan kepentingan negeri daripada kepentingan golongannya.

A. Riris Muldani Santri Kader Bangsa PP.
DAWAM 085655159150 rirismuldani@yahoo.co.id

Facebook Comments

About rirismuldani

30 comments

  1. Anita Godjali

    Mari kita cintai kampung kita Indonesia Mbak Riris

  2. hehehe,,
    temenku pak admin….

    biar kelihatan cakep…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

    terima kasih kawan… https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  3. sip,,, pak,, lanjutkan,, perlu dimajukan indonesia ini…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  4. tak perlu kemajuan,, paling nanti bangkit sendiri… hehhehehttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  5. jangan seperti itu pak agus,, kita ini kan rakyat di negara kita, jadi kita juga haarus berperan dalam pembangunan bangsa, kalau disuruh bangun sendiri nanti bgmna, bangunnya kalau tanpa kita..https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  6. mantab apanya bro,,?. harusnya anda bisa memberikan aspirasi,,?.https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif

    • mantab ilmunya bro,, aspirasi itu dikeluarkan jikalau perlu bro,, jangan menekan orang,, yang penting kedepannya nanti kita sejlan,, membangun indonesia baru..

  7. berbicara masalah indonesia, memang benar benar perlu adanya perubahan karena permasalahan bangsa ini sudah cukup kompleks, harus ada gerakan yang rill. pemikiran anda sangat menarik bagiku, akan tetapi mungkin nanti pas menerapkannya pasti ada kesulitan,. lantas apa solusinya.?https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif

  8. kawan, ketika kita bahas indonesia ini, sebenarnya kuncinya di kita. kita sebagai pemuda harus mampu menjadi kader atau generasi yang unggul dan komitmen kita untuk memberikan sumbangsih pemikiran maupun tenaga kita dalam pembangunan bangsa. sepertihalnya apa yang dikatakan bungkarno. beri aku sepuluh pemuda yang cinta tanah air maka akan ku guncang dunia. berawal dari itu saya yakin akan kedepannya lebih baik. dengan adanya indonesia baru guna kemajuaan indonesia.

  9. menarik menarik.. membicarakan indonesia negara kita tercinta ini, yang penuh akan problema. memang benar harus ada perubahan dan gagasan. saya rasa gagasan diatas cukup bisa memberikan kontribusi yang nyata. supaya ada perubahan yang dapat dirasakan oleh masyrakat indonesia. terutama dari pemimpinnya dan para pejabat negara, https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  10. lantas bagaimana yang harus kita lakukan sebagai anak muda guna membangun bangsa dan negara, sedangkan kita sendiri tidak tahu akan ilmu negara, atau ilmu yang berwawasan negara, semisal petani atau yang hanya buruh kerja..https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif

  11. memang ketika kita mempunyai konsep guna perubahan d Negara kita ini dirasa bagus, namun konsep ini akan mubazir jikalau tak ada aplikasi yang yang nyata. menurut hemat saya ketika konsep ini tidak jalan seharusnnya kita bercermin pada komitmen awal kita, ketika kita ingat pada komitmen awal atau kita sebut semua perbuatan itu tergantung pada niaatnya. jadi harus dipertahankan. jangan hanya berbicara. dan konsep ini harus juga didukung oleh orang yang berwenang supaya tetap bias terealisasi dan langgeng.

  12. kalangan orang yang tidak menegerti tentang ilmu negara ataupun pengetahuan tentang negara, itu setidaknhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  13. Vivi Amalia Sherli

    Indonesia butuh pendobrak untuk mewujudkan masyarakat madani,
    semangat perubahan kawan… https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  14. sipp..
    mari sareng sareng membangun negara kita sahabat… jangan kita muenjadi subyek yang diam, akan tetapi bergerak,, karena kita diam akan dikutuk sejarah atau kita bergerak menjadi bagiaan sejarah..https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  15. Kita (pemuda yang sedang dalam masa produktif, lulus SMA ke atas) termasuk generasi yang mana?

    Saya kira GENERASI PENIKMAT.

    Menurut kalian?

    • Kita kembali ke teori sosologi Ibnu Khaldun, yang mana beliau mengungkapkan dengan 3 tahap, yaitu generasi pendobrak, generasi pembangun dan generasi penikmat, kalau dilihat dari segi itu, pada dasarnya semua mempunyai unsur itu, akan tetapi semua tergantung diri masing2 ingin. karean semua itu butuh proses, dan semoga kita sebagai genarasi penikmat yang telah diwarisakan oleh orang-orabng dahulu kita, kita harus juga membangun negara ini, indonesia baru untuk indonesia.https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  16. memang masa SMA itu karena pencarian jati diri. akan tetapi bisa nantinya menjadi pendobrak… tergantung prosesnya…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  17. semanat indonesia baru.. ditahun 2014 ini semogs tambah hangat terasa..https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif