Home » Insidental » Lomba Opini » [OPINI] Indonesia Baru Tanpa Korupsi

[OPINI] Indonesia Baru Tanpa Korupsi

logoKKlipTak lama lagi, gendang pesta demokrasi 2014 bakal ditabuh. Dua belas partai politik sudah dinyatakan lolos oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Masing-masing dari mereka sudah siap bersaing memperebutkan tampuk kekuasaan eksekutif dan legislatif. Akselerasi politik pun sudah gencar dimainkan. Tujuannya, agar keikutsertaan mereka tidak cuma numpang lewat, masing-masing dari mereka punya tekad ingin memenangkan Pemilu 2014.

Iklim kompetisi sudah terasa. Masing-masing parpol sudah saling berpacu mencari amunisi dukungan. Rivalitas antarmereka dipastikan akan lebih ketat mengingat undang-undang (UU) Pemilu yang disahkan DPR mematok nilai parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen sebesar 3,5 persen. Angka yang cukup tinggi, terutama bagi parpol kecil dan menengah.

Sejumlah parpol bahkan sudah mengantongi nama untuk diusung menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 nanti. Taktik dan strategi pun disiapkan jauh-jauh hari demi memenangkan capres usungannya. Mulai dari pemasangan baliho, blusukan ke kampung-kampung hingga iklan politik terselubung di media.

Pertanyaannya, akankah pemilu 2014 menghasilkan pemimpin-pemimpin yang bersih dari korupsi? Akankah pascapemilu Indonesia bebas korupsi? Ataukah sebaliknya, praktik korupsi justru semakin menjamur pascapemilu 2014? Inilah pertanyaan-pertanyaan krusial yang muncul menjelang pesta akbar pemilu 2014.

Harus diakui, beberapa tahun belakangan, praktik korupsi di Indonesia seakan beranak-pinak. Jumlahnya terus meningkat dan semakin merajalela. Praktiknya pun semakin sistematis sehingga sulit sekali terjamah oleh hukum. Bahkan, tak tanggung-tanggung, sebagian besar korupsi dipraktikkan secara berjamaah dengan tujuan memperoleh hasil yang banyak.

Lihat saja, betapa banyak kasus korupsi yang terungkap beberapa tahun ini. Dari kasus Wisma Atlet dan Hambalang, korupsi dana pengadaan Al-Qur’an di Kemenag, kasus suap Bupati Buol, kasus korupsi dana pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri, kasus kuota impor daging di Kemenag, korupsi alat kesehatan di Kemenkes, korupsi dana pendidikan di Kemendikbud hingga kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi yang baru saja terjadi. Ditambah kasus lawas Bank Century dan BLBI yang hingga kini belum menemukan titik penyelesaiannya.

Persoalan korupsi di Indonesia memang sudah masuk tingkat akut dan nyaris menjadi hal yang biasa. Korupsi seakan telah menjadi persoalan struktural, kultural dan personal. Persoalan struktural karena telah melekat pada seluruh sistem pemerintahan, dari eksekutif, legislatif hingga yudikatif. Persoalan kultural karena praktik korupsi telah diterima menjadi kebiasaan dalam masyarakat dewasa ini. Sedangkan persoalan personal karena mentalitas korupsi telah menyatu dalam kepribadian orang Indonesia pada umumnya.

Menurut data Transparency International (TI), sejak tahun 1995 – 2011 Indonesia selalu ditempatkan sebagai negara terkorup. Begitupun hasil survie TI tahun 2012 mencatat, indeks korupsi Indonesia bercokol di urutan 118 dari 176 negara. Sementara pada tingkat ASEAN, peringkat korupsi Indonesia masih jauh di bawah Singapura (peringkat 5), Brunei Darussalam (46), Malaysia (54) dan Thailand (8).

Fakta di atas seakan menampar kesadaran kita, betapa korupsi di Indonesia sudah kronis. Bahkan dari kasus-kasus korupsi yang terungkap kita menyaksikan, korupsi sudah membabat seluruh elemen pemerintahan. Mulai dari kasus korupsi yang melibatkan birokrat, wakil rakyat hingga yang menyeret hakim-hakim lembaga hukum. Kasus suap yang melibatkan ketua MK, Akil Mochtar, adalah bukti nyata kalau virus korupsi sudah menodai lembaga yudikatif.

Banyaknya koruptor dan jumlah uang yang dikorupsi pun seolah berjalan beriringan. Negara yang tadinya merugi jutaan rupiah, sekarang negara bisa merugi hingga miliaran bahkan triliunan rupiah. Hasil riset Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis UGM yang didasari dari data putusan korupsi Mahkamah Agung sepanjang 2001 – 2012 memperlihatkan, total dana yang dikorupsi mencapai Rp.168,19 triliun. Angka yang sangat besar, terutama kalau dibandingkan dengan penghasilan masyarakat kita sehari-hari.

Begitu kompleksnya persoalan korupsi dampaknya akan merongrong sendi kebangsaan. Layaknya virus, pelan tapi pasti akan meruntuhkan bangsa ke jurang kehancuran. Satu kenyataan yang begitu memiriskan hati mengingat founding fathers bangsa ini memimpikan Indonesia bersih dari segala bentuk praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Apa jadinya bangsa ini jika tahun-tahun selanjutnya praktik korupsi justru semakin bertambah. Semoga saja tidak!

Kembali ke pertanyaan di awal, akankah Indonesia bersih dari korupsi pascapemilu 2014? Jawabnya, mungkin saja. Ya, mungkin saja jika praktik korupsi bisa diberantas secara simultan. Namun harus diingat bahwa memberantas korupsi yang demikian kompleks bukanlah pekerjaan mudah. Butuh pendekatan strategis dan multilevel, tidak bisa lagi dengan cara linear dan biasa-biasa saja.

Karena itu, ada empat pendekatan multilevel yang harus dilakukan: pendekatan struktural, kultural, pemimpin tauladan dan agama. Pertama, pendekatan struktural berarti semua perangkat hukum dari Polri, KPK dan Kejaksaan harus sinergi dalam memberantas korupsi. Komitmen besama dan sinergi antarketiga lembaga hukum tersebut akan menjadi benteng kokoh dan kekuatan besar untuk menghapus praktik kejahatan korupsi di negeri ini.

Hukum harus ditempatkan sebagai paglima dan tanpa memihak sehingga tidak mengesankan hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Siapa pun yang korupsi, rakyat rendahan ataupun kalangan elite, harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada yang istimewa di depan hukum, semuanya sama. Bersamaan dengan itu pula, sanksi yang diberikan kepada koruptor harus pantas dan memberikan efek jera. Jika ini dilakukan, kita yakin peluang Indonesia bebas dari korupsi terbuka lebar.

Kedua, upaya menghapus korupsi juga bisa dilakukan dengan pendekatan kultural. Harus dipahami bahwa penyebab utama korupsi di Indonesia adalah akar historis bangsa yang juga tak lepas dari praktik haram tersebut. Orde Baru misalnya, adalah bukti sejarah paling nyata yang telah ‘mengendapkan’ bangsa ini dalam budaya korupsi. Jika kita mampu mengikis habis budaya korupsi yang telah berurat berakar itu kita pasti bisa menghentikan laju korupsi.

Ketiga, tauladan yang baik dan benar dari para pemimpin. Selama ini, kita sulit menemukan pemimpin-pemimpin yang bisa memberikan contoh bagi rakyatnya. Kita justru melihat begitu bobroknya perilaku para pemimpin yang tak jarang juga mengkorupsi uang rakyatnya sendiri. Bagaimana mungkin korupsi bisa diberantas kalau para pemimpinnya justru melakukan korupsi.

Keempat, pendekatan agama tak kalah penting dari pendekatan-pendekatan yang lain. Pendekatan struktural, kultural dan tauladan tak akan sempurna jika tidak dijiwai oleh semangat keagamaan dan nilai-nilai spiritual. Karena itu, upaya memerangi korupsi harus dilandasi semangat keagamaan agar praktik korupsi bisa dihentikan dari akarnya.

Pemilu 2009 sudah terlanjur mengecewakan dan tidak memberikan rasa puas bagi sebagian besar rakyat. Praktik korupsi justru menjelma dimana-mana. Kini rakyat menghendaki pemilu 2014 menghasilkan pemimipin-pemimpin yang bermutu dan bekerja untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan dirinya. Pemimpin-pemimpin yang bersih, bukan koruptor-koruptor baru. Jika empat pendekatan tersebut diimplementasikan, kita yakin pascapemilu 2014 dan ke depannya bisa mewujudkan bangsa Indonesia yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Indonesia baru tanpa korupsi.

Miftahol Arifin-089675334347-selalu_merindu@yahoo.com

Facebook Comments

About Miftahol Arifin

71 comments

  1. katedrarajawen

    Sebenarnya kalau ada pemimpin yang tegas dan kemauan bersama, maka korupsi akan dapat diminimalkan, tidak seperti sekarang yang meraja lelahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • benar… pemimpin lembek adalah salah satu sebab kenapa korupsi di negeri kita semakin mewabah. karena pemimpinnya lembek, maka para koruptornya yang semakin ganas. selama pemimpin masih tidak tegas dan tidak ada komitmen bersama mustahil korupsi bisa diminimalisir..

  2. Zainul Muttaqin

    Selama kurun pemerintahan kemarin. Indonesia diwarnai dengan kasus korupsi yang terus merajalali, ia bagai jamur yang terus tumbuh. Bahkan ke seluruh lapisan terbawah. persoalannya, apakah pada pemilu 2014 nanti capres cawapres ini mampu menghapus korupsi, setidaknya menekan angka korupsi? Saya melihat ambisiusitas yang begitu tinggi untuk merebut kursi presiden, jargon-jargon politik mulai dipasang sampai kisah-kisah simpati agar masyarakat menyukainya. Mereka terlihat di telivisi dengan kesan membantu rakyat. Tetapi, apakah mereka tetap akan bersikap layaknya super hero ketika mereka tidak dapat menduduki jabatan Presiden?

    • pertama, tentu kita sangat berharap pemilu 2014 tidak hanya seremonial atau sekadar pesta perebutan kursi. lebih dari kita ingin siapa pun yang terpilih punya komitmen terutama untuk menghapus korupsi. karena jamak diketahui bahwa korupsi saat ini sudah menjadi problem utama bangsa. maka, jelas PR berat pemimpin terpilih adalah memberantas korupsi.semoga ini tidak menjadi harapan semu.
      kedua, sebagai msyarakat sudah jelas harus kritis. kita tidak boleh terpedaya pencitraan yang tak jarang justru hanya tipuan demi meraih simpati rakyat. saya pikir tugas kita, jangan sampai salah memilih pemimpin pada pemilu nanti. pemimpin bersih itulah yang kita cari.

  3. Zainul Muttaqin

    Kita berharap bahwa pemimpin nantinya adalah mereka yang mampu bekreja dengan baik. Tapi kini melihat kenyataan yang lalu, rakyat semakin bingung siapa yang harus dipilih? Karena rakyat sudah merasa muak dengan pemimpin yang sudah-sudah. Selalu ingkar janji. Tidak tegas, lamban menangani korupsi. Saya hanya berharap bahwa apa yang dijanjikan para calon tidak diingkari?

  4. Tanti Setyaningsih

    masyarakat sudah terlajur kecewa. jangan-jangan pemilu nanti banyak yang golputhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  5. benar.. golput ato gak itu sama-sama pilihan politik. yang jelas tujuan utama pemilu nanti kalo saya pikir adalah bagaimana memberantas korupsi hingga tuntas ato minimal kita dapat meminimalisir… sudah terlalu berjubel-jubel korupsi sekarang. :cd:

  6. Tanti Setyaningsih

    stuju banget..
    jangan sampai tiap pemilu korupsi malah tambah ruwet… mau jadi apa bangsa ini

  7. Panggih Subagyo

    masalah korupsi sudah jadi diskusi lama.. tapi anehnya sampai sekarang korupsi malah tambah merajalela. https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif

  8. ya.. begitulah bangsa kita. tapi kan harus tetap optimis, usaha dan kerja keras harus tetap dilakukan. jangan menyerah pada korupsi.

  9. Panggih Subagyo

    apa si sebenarnya cara paling ampuh biar korupsi? perasaan sudah banyak cara tapi korupsi tetap aja berkeliaran :batabig

  10. kalau pendapat saya si.. ya itu di tulisan saya.
    tapi jangan salahkan caranya. cara terkadang sudah tepat cuma orang yang menjalankan cara itu ato pelaksanaannya aja yang kurang tepat.

  11. Panggih Subagyo

    bisa jadi.. cara, pelaksanaan dan orang yang melaksankan memang harus sejalan. wahh.. kalo sekarang malah penegak hukumnya ikut terlibat korupsi.. parahhhhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  12. hahahaha… krorupsi sudah menerobos semua elemen negara.
    makanya saya berharap tulisan saya itu bermanfaat, siapa tahu bisa dijadikan solusi untuk meminimalisir korupsi

  13. Panggih Subagyo

    bagus opininya… saya setujuhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  14. makasih mas bro.. semoga bermanfaat :)

  15. masihkah kita optimis terhadap pemilu 2014?

  16. kita tetap harus optimis, psimisme hanya menunjukkan bahwa kita menyerah pada keadaan. kita mampu untuk itu

  17. semoga… mari songsong bersama-sama.

  18. mantap mif… gak salah idemu itu. udah terlanjur bobrok bangsa inihttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  19. ya ini sebatas menuangkan kegelisahan tentang bangsa ini yang sudah lama dilumuri korupsi. kalau bukan pemuda-pemuda seperti kita yang peduli siapa lagi..

  20. pengen juga menuangkan ide-ideku mif biar gak cuma di otak aja :malu

  21. ide itu jangan disimpan tapi dituangkan, bisa dalam bentuk tulisan seperti ini. saran aja si..

  22. boleh nimbrung diskusinya? masalah korupsi sangat aktual

  23. oh silakan mas.. kebetulan sedang bahas pemilu 2014 yang coba dikaitkan dengan persoalan korupsi.

  24. ya ini ide-idenya sudah menyeruak dalam pikiran. tapi kayanya bakat menulis di dalam diriku gak ada

  25. siapa pun pasti bisa menulis.. cuma kadang males aja untuk belajar

  26. mungkin juga ya. oke deh semangat semangat. oh ya ini kan lagi ngobrolin masalah korupsi kenapa jadi soal tulis-menulis ya. :2thumbup

  27. gak apa-apa.. yang penting gak ngobroling yang gak berguna

  28. masalah korupsi sebenarnya masalah yang sangat seksi dibicarakan. sebab, masalah ini selalu menjadi topik hangat dan menarik. lebih menarik lagi karena kita sedang mendiskusikan masalah korupsi di negeri sendiri. pertanyaan besar saya mengenai korupsi sampai sekarang adalah mengapa begitu merajalelanya korupsi? apa sebenarnya yang terjadi pada elite-elite politik sekarang? perangkat hukum mulai dari Polri, KPK, Kejaksaan semuanya sudah lengkap tapi praktek korupsi tidak berkurang jumlahnya. koruptor yang dipenjara juga banyak tetapi masih saja muncul koruptor-koruptor baru. seolah tak ada rasa getir sedikitpun.

  29. benar-benar. aku udah baca tulisanmu, setuju dengan idemu. korupsi memang harus dibasmi ke akar-akarnya karena akarnya itu yang bikin tumbuh subur.

  30. menanggapi mas gunawan: saya kira harus ditelusuri lebih dalam apa penyebabnya. pendapat saya ada tigak hal 1. elite-elite politik sekarang sudah kehilangan moral dan nurani sebagai abdi rakyat. kepentingan pribadi lebih besar dari pada kepentingan masyarakat. 2. disorientasi partai. siapa yang tidak tahu kalau sebagian besar partai hanya mengejar kemenangan dan kekuasaan. bukan rahasia umum lagi. makanya yang dikader hanya orang-orang yang punya popularitas, bukan integritas. sekali lagi, yang dikejar elektabilitas dan kemenangan. 3. kurangnya sinergi dan komitmen dari pemimpin. tidak bisa KPK berjalan sendiri tanpa didukung oleh Polri dan Kejasaan. ketiganya semestinya sinegri. tapi yang kita lihat belakangan justru saling sandera dan melemahkan. pemimpin semestinya juga tegas. tidak lembek seperti sekarang.

  31. ayani wijaya: akhirnya keluar juga gagasan beriliannyahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  32. alhamdulillah. oke deh salut buat kamu

  33. sipp.. good luck :shakehand2

  34. pertanyaannya lebih tepatnya, ini kesalahan sistem atau orangnya?

  35. dua-duanya harus dibenahi.. 1. orang itulah yang menciptakan sistem. kalau orangnya tidak kredibel maka sudah pasti sistemnya juga kacau balau. 2. pada akhirnya sistem juga mempengaruhi orangnya. sistem (contoh: undang-undang) akan menjadi acuan jika tidak integrited maka hanya akan menyebabkan disoriented. jadi, keduanya sama-sama harus dibenahi.

  36. rasanya tidak mudah melakukan itu. koruptor sekarang sudah kehilangan rasa malu. gak ada nurani sedikitpun mencuri uang rakyat, bahkan stelah divonis pun masih bisa ketawa.

  37. saya melihat sekarang tidak ada lagi pemimpin tauldan seperti bung Karno, Bung Hatta atau Natsir. Pemimpin-pemimpin tidak punya sipirt moral dan nasionalisme yang tinggi sehingga mudah terseret godaan haram korupsi. kalaupun ada mungkin bisa dihitung dengan jari.

  38. menanggapi mas gunawan: benar itu bukan pekerjaan mudah. tidak seperti membalik telapak tangan, itu jelas. tapi harus diakui itu menjadi PR kita jika ingin menjadi bangsa yang bersih dari korupsi. usaha dan kerja keras tetap harus dilakukan.

  39. setuju bung Darul Fauzi.. pemimpin sekarang tidak seperti pemimpin dulu lagi. seolah ada yang hilang pada pemimpin sekarang. entah itu rasa malu, moralitas, integritas maupun keteladanan. bukannya bekerja untuk rakyat malah bekerja untuk pribadi dan golongan. tapi, saya berharap pemilu 2014 bisa menghasilkan pemimpin yang lebih bermutu daripada sekarang. mari bersama-sama jadikan pemilu sebagai proses menuju indonesia yang lebih baik, sehingga tidak hanya seremonial belaka.

  40. dilihat-lihat sepertinya ini diskusinya yang paling panas.https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  41. sepertinya memang seperti itu mas… :ngakak entah mungkin karena topiknya tentang pemilu dan korupsi. selalau saja menarik untuk didiskusikan.

  42. :iloveindonesia

  43. pemilu 2014 akankah ada perubahan? ini pertanyaan besar bagi kita dan bangsa ini utamanya.

  44. siapa yang tak tahu korupsi sekarang. rakyat jelata juga tahu korupsi mas.

  45. hahaha benar mas. tapi semoga korupsi tidak diangaap biasa oleh masyarakat. parah kalau dianggap biasa, akan jadi kebiasaan nanti.

  46. menanggapi mas Darul Fauzi: masih gamang. tapi jika pemilu dilaksanakan dengan jujur, adil, besar, demokratis dan transparan tentunya calon-calon juga punya integritas dan kapabilitas yang kuat kita yakin hasilnya tidak akan mengecewakan. semoga, amien.

  47. berantas korupsi sampai tuntas. tegakkan hukum sebagai panglima. beri sanksi yang berat biar jera.

  48. yap benar sekali mas.. hukum di atas segalanya. tak ada yang istimewa di dipan hukum.

  49. ayo berantas korupsi !!!

  50. Sepertinya korupsi di negeri ini memang seperti lingkaran setan. yang satu menjerat yang lain. entah dimana ujungnya, dari mana mulai membersihkannya. setuju dengan pendekatan2 yg ditawarkan miftah untuk memberantas korupsi, pendekatan agama bagus juga tuh. Melihat sekarang sudah kembali memasuki era desekularisasi.
    nice essay mif. :)

  51. makasih baiq komentarnya.. benar mungkin kita sudah tidak tahu lagi harus mulai dari mana kita membersihkannya. tapi setidaknya saya punya tawaran pendekatan yang insyaallah berguna. ya baiq, agama memang menduduki posisi signifikan dalam strategi pemberantasan korupsi. kata Khaldun, agama selain sebagai media pembentuk ashobiyah, agama juga bisa dijadikan kontrol diri. kuatnya nilai-nilai spiritual sangat memungkinkan orang itu tidak tercebur dalam praktik korupsi. namun faktanya kan sekarang elite politik kita sudah kehilangan spirit agama, bahkan tanpa rasa malu berperilkau di luar batas moral.

    makasih baiq,kita bisa diskusi disini

  52. MANTAB :2thumbup

  53. sahabat-sahabat, hari ini rakyat kita sudah gerah terhadap sikap para politikus yang menggunakan sistem perpolitikannya dengan kotor. bahkan mindshet yang terbangun dalam masyakarat hari ini adalah “kami akan memilih pemimpin bersih (berres dan pesseh: bahasa madura).” demikian membuktikan adanya pragmaitsme dalam masyarakat. dan itu tanpa kita sadari semua. bahkan kita hanya berkoar-koar agar bagaimana menciptakan pemimpin baik. padahal hemat saya, yang perlu kita perbaiki pertama kali adalah sistem dalam masyarakat itu sendiri. sebab, pimimpin yang baik akan lahir dari masyarakat yang baik pula.
    INDONESIA merdeka tanpa KORUPSI/Politik Kotor…
    welcome INDOENSIA 2014 tanpa korupsi… :newyear

  54. terimakasih Azhari komentarnya. memang tidak mudah membenahi bangsa ini selama masyarakat juga tidak berperan dalam berperan dalam perbaikan itu. betul sebagian besar masyarakat kita cenderung lebih memilih karena uang atau balas jasa. saya kira ada dua hal yang harus dicermati, disatu sisi kemiskinan yang begitu kompleks membuat mereka tidak mampu banyak berpikir rasional kecali uang. tak heran jika disuguhkan uang mereka ibarat kucing nemu ikan. di sisilain, masyarakat kita masih awam tentang politik (tujuan, fungsi, hakikat, dll). coba kita lihat banyak diantaranya mereka memiilih dalam pemilu bukan lantaran pastisipasi aktif dengan kesadaran rasional, tetapi partisipasi pasif alias ikut-ikutan. tidak tahu untuk apa sebenarnya berpartisipasi dalam pemilih. yang penting memilih, setelah itu selesai. wajar pula jika mereka gampang diperdaya dan dikendalikan oleh politik uang yang tak jarang dimainkan oleh para calon. karena hemat saya ini tugas dan tanggungjawab partai dan sebagian kitayang paham politik untuk memberikan pendidikan politik. jika masyarakat terus-terusan seperti itu akan terus terpedaya. saat ini partai kan cuma fokus pada rekruitmen jabatan di partai politik, padahal seharusnya tugsa utamanya adalah pendidikan politik bagi kader-kadernya dan masyarakat.
    saya berharap dengan kondisi perpolitikan seperti selama ini terjadai masyarakat bisa paham hakikat politik itu sendiri sehingga tidak mudah terjebak pada politik uang. masyarakat harus sadar bahwa politik uang atau politik transaksional hanya akan menghasilkan koruptor. karena logikanya seperti ini, calon yang mengeluarkan modal yang banyak untuk membeli suara rakyat pada akhirya ketika terpilih mereka akan berpikir mengembalikan modalnya. dan satu-satunya cara adalah korupsi.

  55. kadejehkalaok

    Modal untuk merubah bangsa ini adalah menanamkan “Kesadaran Kontributif” pada diri kita sendiri.

  56. siap komandan.. cakna ke Warist “Ibda’ bi Nafsik”

  57. terimakasih jempolnya… :thanks2

  58. Dari mulai pemilunya aja udah pakai uang banyak gimana setelah menjabat gak berusaha membalikkan modal yang telah keluar wkwkwkwk

  59. benar mas adam.. harus ada pembenahan multilevel memang. kalu prosesnya saja sudah bermain dengan uang hasilnya juga pasti tidak akan lepas dari korupsi. haha

  60. Terkadang, ada loh orang yang tidak sadar bahwa dia telah melakukan praktik korupsi. Banyak.

    Izinkan saya menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda:

    Akankah pemilu 2014 menghasilkan pemimpin-pemimpin yang bersih dari korupsi?
    Akankah pascapemilu Indonesia bebas korupsi?
    Ataukah sebaliknya, praktik korupsi justru semakin menjamur pascapemilu 2014?

    Tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang bisa menjamin. Bersih 100% itu mustahil, tapi kalau meminimalisir itu mungkin sekali. Salah satu faktornya: kita-kita ini yang besok Juli punya hak pilih. Pilih yang lebih tidak korup karena korupsi itu mustahil untuk dihindari. Ada uang, pasti ada korupsi.

  61. Sepertinya tidak sempat masuk lomba opini. Sayang sekali. Saya kurang familiar dengan cara memasukkan tulisan ini.

    Tapi tak apalah. Tak ada salahnya berbagi.

    https://ketikketik.com/lain-lain/2013/12/31/opini-memimpin-memilih-pemimpin.html

    Regards,
    @KhulqiR

  62. terimakasih komentarnya mas khulqi.. benar memberantas sampai 100 persen itu memang mustahil. tetapi melakukan segala cara demi meminimalisir itu kewajiban. yang harus dibenahi memang menyeluruh, proses pemilunya juga harus dibenahi. harapan kita semoga menjadi kenyataan di 2014. semoa saja!

    terimakasih juga atas bagi-bagi ilmunya, nanti saya baca. insayaallah bermanfaat!

  63. Pada dasarnya sebenarnya pemerintah sudah memiliki konsep yang lengkap dalam memberantas korupsi. Hanya saja, praktiknya itu yang masih tertatih-tatih. Nggak bisa dipungkiri, manusia pasti punya moral hazard. Bukan manusia namanya kalau nggak punya moral hazard. Jadi kalau menurut saya, yang namanya korupsi itu pasti selalu ada selama bumi masih berputar (korupsi bukan cuma soal uang kan? Waktu dan hal-hal yang nampak tak terukur lainnya juga bisa saja dikorupsi). Manusia hanya bisa meminimalisirnya saja. Heehee

  64. meski moral hazard itu tak pernah hilang, semoga saja semangat dan upaya keras untuk memberantas korupsi masih ada mabk Dyah..hee

    yang jelas kita kan tidak hanya butuh konsep tetapi juga keberanian dan ketegasan plus kerja konkrit. keberanian untuk tidak korupsi, keberanian untuk tidak menrima suap, keberanian untuk tidak menyalahgunakan wewenang, keberanian memberantas korupsi, dll…….

    konsep dan perangkat hukum sudah banyak, undang-undang sudah tak terhitung jumlahnya, tinggal butuh kerja konkrit yang kontinue.

    semangat

  65. Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatu.
    Saya ingin berbagi cerita siapa tau bermanfaat kepada anda bahwa saya ini seorang TKI dari johor bahru (malaysia) dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar bpk hilary joseph yg dari hongkong tentan MBAH WIRANG yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomer toto 6D dr hasil ritual beliau. dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran beliau membantu saya, saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan ini semua berkat bantuan MBAH WIRANG,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH WIRANG atas bantuan nomer togel Nya. Bagi anda yg butuh nomer togel mulai (3D/4D/5D/6D) jangan ragu atau maluh segera hubungi MBAH WIRANG di hendpone (+6282346667564) & (082346667564) insya allah beliau akan membantu anda seperti saya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif