Home » Insidental » Lomba Opini » [OPINI] Pemimpin Pancasilais Untuk Indonesia satu

[OPINI] Pemimpin Pancasilais Untuk Indonesia satu

https://ketikketik.com/wp-content/uploads/2013/12/logoKKlip.gif

Saya pernah menonton salah satu stasiun televisi yang menayangkan tentang kehidupan di daerah Kepulauan Riau. Yang saya kutip dari acara tersebut adalah percapakan antara reporter dengan salah seorang anak. Dimana anak tersebut ditanya tentang siapa nama presiden Indonesia. Ironis sekali sang anak tidak mengetahui siapa sang presiden. Salah seorang mahasiswa di kampus saya juga pernah mengatakan bahwa dia lupa kalau Indonesia memiliki seorang presiden, ia beranggapan demikian karena ia merasa tidak ada sesuatu yang “wah” yang dibuat oleh pemimpin bangsa itu. Sungguh miris sekali jikalau rakyat tidak mengetahui siapa pemimpin mereka atau bahkan menganggap bahwa keberadaannya tidak ada. Mengapa hal ini bisa terjadi? Siapakah sebenarnya yang salah? Rakyat yang tidak ingin mengetahui atau pemimpin yang tidak berpengaruh sehingga tidak dikenal oleh rakyatnya? Hal ini tentu tidak bisa dijawab tanpa melihat  apa yang sebenarnya  terjadi di negara ini.

Presiden adalan pemimpin bangsa yang seharusnya paling berpengaruh di dalam suatu negara. Menjadi seorang presiden bukan berarti bercita-cita menjadi seorang penguasa. Perbedaan antara presiden dengan penguasa sangat jelas. Presiden bekerja untuk rakyat. Presiden mengabdi karena rakyat. Jadi intinya menjadi seorang presiden harus bisa mengambil hati rakyat dalam kata lain presiden harus “merakyat” agar bisa dikenal baik oleh rakyatnya. Yang menjadi pertanyaan sudahkah Indonesia memiliki pemimpin yang benar-benar merakyat? Mungkin kutipan percakapan antara reporter dengan anak tadi dan pernyataan salah seorang mahasiswa di atas dapat sedikit memberi jawaban atas pertanyaan tersebut.

Sungguh malangnya bangsa ini, kerap kali tertipu oleh wajah-wajah mulia yang harapannya bisa menjadi pemimpin yang merakyat. Kampanye besar-besaran pra pemilu membuat hati rakyat bimbang untuk memilih siapa pemimpin mereka. Karena semua partai berorasi bahwa mereka lah yang terbaik. Janji-janji manis keluar dengan mudah, visi-visi kebangsaan dipamerkan di mana-mana, dan rakyat semakin terpesona karenanya. Merakyat bukan berarti harus mengenal rakyatnya satu persatu. Merakayat di sini yaitu mengutamakan kepentingan rakyat di atas segala-galanya.  Untuk bisa menjadi pemimpin yang merakyat maka pemimpin harus memiliki lima dasar yaitu nilai dasar yang terkandung dalam “Pancasila”. Dewasa ini nilai-nilai pancasila mulai banyak ditinggalkan karena keegoisan dan kekuasaan. Kekuasaan membuat banyak orang lupa tentang siapa dirinya. Padahal jika nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila pancasila benar-benar diterapkan dalam jiwa setiap pemimpin bangsa Indonesia yang notabenenya adalah putra-putri Indonesia sendiri, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang sejahtera karena memiliki pemimpin yang berkepribadian mulia. Nilai-nilai pancasila akan melahirkan pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya. Sesuai harapan berdirinya bangsa Indonesia pada enam puluh delapan tahun yang lalu.

Apalagi saat ini Indonesia benar-benar dalam krisis moral. Para pemimpin bangsa sudah tidak bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk, mana yang halal mana yang haram, semua dianggap baik asal menguntungkan. Korupsi, kolusi, dan Nepotisme adalah yang paling hit di negara ini. Bagaimana bisa menjadi pemimpin yang dicintai oleh rakyat kalau hak rakyat masih diselewengkan. Bagaimana bisa menjadi pemimpin yang merakyat kalau jeritan rakyat tidak pernah didengarkan. Lunturnya nilai-nilai pancasila dalam jiwa pemimpin bangsa inilah yang menjadi penyebabnya. Pemilu 2014 diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang pancasilais. Yaitu pemimpin yang memiliki lima dasar untuk bisa mewujudkan lima hal. Pemimpin itu adalah pemimpin yang:

  1. Berketuhanan yang maha esa

Asas ketuhanan yang maha Esa adalah yang mendasari lahirnya pemimpin besar bangsa Indonesia.Pemimpin yang memiliki Tuhan dan percaya serta yakin kepada Tuhannya, maka ia akan takut untuk berbuat dosa. Pemimpin yang tunduk dan taat pada pada perintah Tuhannya maka ia akan menjaga amanah yang dititipkan kepadanya. Kepemimpinan adalah amanah yang harus dijaga. Korupsi adalah sebuah dosa yang ditakutinya. Maka ia akan menjadi pemimpin yang amanah anti korupsi. Indonesia akan sejahtera dan bebas korupsi.

2. Berkemanusiaan yang adil dan beradab

Pemimpin harus bisa memperlakukan setiap orang dengan adil sebagai sesama rakyat Indonesia tanpa memandang status sosial, pangkat dan golongan. Memandangnya sebagai makhluk Tuhan yang mulia yang memiliki hak dan kewajiban sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Pemimpin juga harus memiliki moral dan akhlak yang baik sehingga bisa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Mengerti dan peduli terhadap keadaan dan aspirasi rakyat.  Sehingga akan terwujudnya penegakan HAM yang bersih di Indonesia.

3.      Bisa menjaga persatuan Indonesia

Pemimpin yang rela berkorban demi persatuan dan kesatuan, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Pemimpin yang cinta tanah air, bangsa dan negara Indonesia. Memiliki solidaritas dan loyalitas yang tinggi terhadap rakyat maupun terhadap tugas yang diembannya sebagai pemimpin bangsa. Sehingga terwujunya persatuan dan kesatuan bangsa. Terciptanya Indonesia yang damai.

4. Mewujudkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Seorang pemimpin harus bijaksana dalam mengambil keputusan dan tegas dalam bertindak.  Pemimpin harus bertanggung jawab atas apa yang telah menjadi kewajibannya. Pemimpin harus menjalankan pemerintahan yang terbuka dan apa adanya terhadap rakyat. Sehingga terwujudnya sistem politik yang bersih dan terbuka di Indonesia.

5. Mampu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Artinya bakal pemimpin Indonesia yang akan dipilih pada pemilu tahun 2014 mendatang harus mampu mengatasi segala permasalahan yang menimpa rakyat Indonesia. Pemimpin Indonesia baru harus berusaha sepenuh hati mengatasi masalah kemiskinan, keterbelakangan pendidikan, Kemacetan, dan masalah-masalah sosial lainnya yang ada di Indonesia. Maka bangsa Indonesia akan hidup makmur dan sejahtera.

Inilah kriteria-kriteria pemimpin bangsa yang ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia, agar dapat merubah Indonesia menjadi lebih baik di periode pemerintahan baru lima tahun mendatang. Pemimpin yang merakyat. Pemimpin yang pancasilais.

085278680455

aea.ariya@gmail.com

Facebook Comments

About areka

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif