Home » Insidental » Lomba Opini » [OPINI] Indonesiaku Kini Terbebas dari Nestapa

[OPINI] Indonesiaku Kini Terbebas dari Nestapa

logoKKlipIndonesia merupakan negara dengan populasi terbanyak di dunia dengan menduduki peringkat ke empat setelah China, India dan Amerika Serikat. Hal tersebut berdasarkan data yang dihimpun internetworldstats.com yang dilansir oleh merdeka.com pada tanggal 28 November 2013. Sayang seribu sayang, jika dilihat dari kesuksesan negaranya. Indonesia tidak seperti ke tiga negara tersebut. Indonesia sangat tertinggal dengan negara-negara lain baik berupa ekonomi, pendidikan maupun teknologi. Tapi jika kita menengok masa lalu, masa dimana Indonesia pernah berjaya di tangan seorang yang luar biasa yaitu Bapak Soekarno dan Bapak Soeharto. Kedua orang tersebutlah yang sempat membawa Indonesia di masa kejayaan yang amat berapi-api di mata dunia. Di tangan seorang Ir. Soekarnolah Indonesia sempat dikenal di mata dunia sebagai negara yang cukup memiliki keanekaragaman yang amat berlimpah, kaya akan sumber daya alam dan juga manusia serta pada masa itu pulalah militer Indonesia amat disegani oleh negara luar. Hal itu karena ketegasan dari seorang Bapak Soekarno. Bapak Soekarnolah yang membawa Indonesia di kancah internasional, karena beliau pada masa itu amat dihormati para petinggi di dunia. Walaupun di masa pemerintahan Soekarno, tak terlalu mengalami perubahan yang amat signifikan bagi rakyatnya. Soekarno merupakan sosok yang pemberani dan tegas terhadap rakyatnya. Ia rela bergembor-gemborkan semangatnya kepada masyarakat Indonesia untuk tidak begitu saja melepaskan negara republik Indonesia pada para penjajah. Seperti kutipannya yang berbunyi “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Hal itu sudah amat jelas, Bung Karno pada masa jabatannya sebagai seorang presiden pertama RI, tidak pernah mau ataupun tidak akan pernah memberikan sedikitpun ruang lingkup bagi para penjajah untuk merebut bumi pertiwi dari tangan sang Pahlawan Reformasi.

Begitu pula dengan masa jabatan presiden kedua kita yaitu Bapak Soeharto. Kita tahu pada masa jabatannya sebagai presiden, banyak konflik dan permasalahan yang terjadi pada masa pemerintahan  Soeharto kala itu. Ya, siapa yang tidak kenal dengan “Bapak Pembangun” ini. Itulah julukannya pada masa itu, karena julukan tersebut sesuai dengan program yang ia emban demi kejayaan Indonesia. Walaupun Soeharto memiliki program pemerintahan yang amat berbeda dari presiden sebelumnya. Namun, hampir seluruh masyarakat mengatakan bahwasanya Bapak Soeharto telah membawa negeri ini menjadi negeri yang makmur dan sejahtera hingga saat ini. Beliau jugalah yang telah mengganti negara Indonesia dari negara miskin menjadi negara berkembang. Hal itu dikarenakan beliau yang amat peduli dengan kemiskinan yang terjadi di negara Indonesia. Saai itulah sistem perekonomian Indonesia dimulai dari mengekspor bahan-bahan pangan berupa beras, lauk-pauk dan lain sebagainya yang di usung langsung oleh Bapak Soeharto. Demi tercapainya kemakmuran bagi rakyat Indonesia.

Lihat bukan? Kedua tokoh tersebut membawa Indonesia menjadi negara yang amat di hormati dan disegani oleh negara-negara lain. Jika kita berkaca pada masa saat ini, masa dimana korupsi bertebaran sangat tidak karuan. Bukankah hal itu bertolak belakang dari kedua tokoh yang telah membawa Indonesia hingga sejauh ini. Saat ini, jangankan untuk di hormati ataupun disegani oleh negara luar. Malahan negara kita sudah amat tercoreng di mata dunia. Tentu saja, karena kini Indonesia masih banyak permasalahan yang sampai saat ini belum juga terselesaikan. Coba lihat, negara tetangga kita yaitu Malaysia. Dulu negara dengan julukan “negeri jiran” ini tidak berarti apa-apa di mata dunia. Malahan negeri Malaysia saau itu telah tertinggal jauh oleh Indonesia yang amat di kenal di kancah internasional. Tapi sekarang, justru sebaliknya. Negara Indonesia dan Malaysia termasuk negara berkembang. Jika kita lihat kondisi negaranya saat ini, Malaysia lebih unggul dari kita. Jangankan fasilitas yang memadai di negeri jiran tersebut. Pendidikan, ekonomi, pariwisata kini lebih diminati oleh turis asing untuk sekedar berkunjung ke Malaysia.

Memang kita sebagai rakyat Indonesia harus membanggakan negeri sendiri. Hanya saja, permasalahan yang amat besar yaitu “Korupsi” haruslah benar-benar diberantas. Agar masyarakat tak lagi menderita. Agar masyarakat dapat tenang menikmati kejayaan Indonesia yang makmur seperti pada masa di mana Indonesia sempat berdiri tegak di atas dunia. Harapan semua orang, terutama pergantian tahun nanti yaitu 2014. Indonesia bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kalau bisa pun Indonesia menjadi negara Adidaya. Negara yang selalu di hormati oleh negara lain. Jika dulu kita bekerja sama dengan Australia dalam perdagangannya, kini Indonesialah yang harus menjadi kunci utama perdagangan internasional tersebut.Dulu China berkuasa atas perekonomian dunia, kini Indonesia yang harus memegang kekuasaan itu. Dulu Amerika selalu diikuti oleh negara lain, kini Indonesia yang harus membawa Amerika untuk ikut kepada kita. Jangan pernah mau untuk dikuasai oleh negara manapun. Walaupun niat mereka berkata baik, tetap saja ada imbalan yang ingin mereka dapatkan. Dulu Indonesia Miskin, kini Indonesia makmur dan sejahtera. Dulu banyak orang yang sulit mencari pekerjaan, kini Indonesia harus menyiapkan 1000 lapangan pekerjaan. Dulu Indonesia menjadi negara berkembang, kini Indonesia menjadi negara maju. Dulu anak-anak banyak yang terlantar di jalan dan kelaparan, kini mereka bahagia dengan rumah baru. Dan dulu kita dihadapi dengan korupsi, tapi kini kita bunuh mereka yang melakukan kesalahan terutama mereka yang mengambil hak masyarakat. Apalagi kalau bukan KORUPSI.

Tapi itu semua harus di dukung dengan mereka yang mampu serta dapat bekerja keras demi Indonesia baru tanpa permasalahan. Mereka yang nantinya akan menjadi pemimpin  baru harus benar-benar mengemban apa yang sudah ia pegang dan janjikan pada masyarakat. Jangan lagi mengumbar-umbar janji palsu. Kini masyarakat tak ingin menikmati janji palsu itu, melainkan kinerja yang terbukti di lapangan. Tapi, kita sebagai rakyat pun jangan terlalu berharap terlalu besar pada pemimpin kita. Karena, tidak sutuhnya pemimpin kita dapat mengahadapi permasalahan yang ada dengan begitu cepat. Melainkan, adanya kerja sama antar pemimpin dengan rakyat. Agar apa yang pemimpin kita lakukan. Kita dukung dengan sepenuhnya. Satu hal yang pasti pemimpin tersebut jangan membuat kecewa rakyatnya. Jika sehelai rambut saja ia telah mengecewakan banyak pihak. Maka, jangan harap Indonesia akan jaya. Selamanya Indonesia akan di jajah kebodohannya oleh orang luar. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dengan sukarela mengemban amanat, tegas, rela berkorban demi bangsa, menomor satukan rakyat, tak tergoda oleh apapun, tidak rakus akan jabatan, dan mempercayakan semuanya pada Tuhan Yang Maha Esa.  Ya, semoga saja di tahun yang akan datang nanti. Akan muncul pemimpin-pemimpin baru yang mampu mengubah negara Indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi, lagi dan lagi. Hingga menjadi negara yang diikuti oleh negara manapun.

Facebook Comments

About Diani Wikrama

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif