Home » Insidental » Lomba Opini » [OPINI] INDONESIA BISA !!

[OPINI] INDONESIA BISA !!

AYO-INDONESIA-BISA

evenalexchandra.webs.com

Seperti yang kita ketahui bahwa pada tanggal 9 April 2014 nanti, kembali seluruh rakyat Indonesia mengadakan pesta besar, yakni pesta pemilu Presiden. Ada banyak kader yang terpampang namanya untuk memperebutkan kursi nomor satu di Negeri ini, kita mungkin sudah tahu salah satu dari kader tersebut, yakni dari mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda, ada yang dari kalangan militer, sipil, dan juga Kyai atau artis.

Menuju Indonesia baru, Yaa..itu merupakan suatu harapan bagi kita semua. Harapan dimana persoalan negeri ini dapat teratasi satu persatu, mulai dari korupsi yang makin merajalela, kemiskinan, musibah tahun lalu yang masih belum teratasi, seperti persoalan Lumpur Lapindo yang sampai sekarang masih belum maksimal dalam penanganannya, dan masih banyak kasus yang lain. Hal itu semua mungkin merupakan mimpi buruk bagi rakyat Indonesia, dan kita berharap kasus seperti korupsi dan Miss Jinjing, serta masyarakat yang terisolir ditahun ini dapat diminilamisir dan diatasi.

Diatas saya sebutkan bahwa adanya “Miss Jinjing”, yaa.. ini juga merupakan polemik yang menjadi mimpi buruk bagi rakyat Indonesia. “Miss Jinjing” disini merupakan sebuah kiasan, dimana nyonya-nyonya berdasi ikut berpartisipasi dalam kegiatan atau agenda kerja suaminya. Para pejabat negara memang disibukkan dalam berbagai macam kegiatan kenegaraan, mereka memang mengabdi untuk negaranya, pergi keluar negeri memang menjadi sesuatu yang sering bahkan selalu mereka kerjakan.

Ya, kadang mereka harus pergi keluar negeri untuk suatu acara atau rapat kenegaraan. Kami sebagai rakyat sangat berterima kasih disini. Namun yang sangat disayangkan adalah para nyonya ikut berpartisipasi disini, ketika suami mereka keluar negeri, mereka juga ikut, alih-alih alasannya adalah mengabdi untuk negara, namun terkadang pergi keluar negeri ini dijadikan ajang untuk shopping, membeli berlian, pernak-pernik, sepatu dan tas yang bermerk, jalan-jalan dan sebagainya. Tidak jadi masalah jika mereka pergi dan shopping dengan menggunakan uang saku sendiri, yang menjadi masalah adalah terkadang uang yang dibelanjakan adalah uang rakyat, yang seharusnya adalah menjadi hak rakyat.

Bayangkan jika uang yang dipakai adalah uang rakyat. Seorang pejabat biasanya dibiayai oleh negara ketika mereka ingin berpergian keluar negeri, dari pembiayaan transportasi, penginapan/ hotel berbintang, makanan, dan sebagainya. Semua itu hanya untuk satu orang saja, bayangkan jika nyonya mereka juga ikut dan juga menggunakan uang negara?? Jutaan bahkan Puluh jutaan rupiah dihabiskan hanya untuk itu, namun apakah ia dapat secara optimal mengikuti rapat kerja diluar negeri tersebut yang membawa nama Indonesia? Apakah ada hasil yang didapat untuk negara? Apakah mereka hanya tidur saja ketika rapat/ makan gaji buta?

Untuk jawaban semua itu kita hanya bisa berspekulasi.
Selain itu, harapan yang lain adalah masalah Daerah Perbatasan, khususnya mengenai daerah yang berbatasan lansung dengan Negara tetangga. Perlu kita ketahui bahwa keadaan masyarakat di daerah perbatasan cukup memprihatinkan. Kadang kita harus malu dengan Negara kita ini, yang katanya merupakan tanah syurga, “Kayu dan batu bisa tumbuh jadi tanaman, Ikan dan udang menghampiri dirimu” Ya.. itu yang kita dengar dalam sebuah lirik lagu lama, ada semangat memang jika kita mendengar lirik dari lagu tersebut, ada perasaan bangga terhadap negara tercinta ini. Namun, disisi lain kita patut malu, bukti nyatanya sekarang adalah kita lihat keadaan masyarakat perbatasan. Disana mereka hidup dalam kegelapan, listrik masih belum terakses, sementara jika dilihat hanya berjarak beberapa meter dari batas negara yang hanya di patok menggunakan kayu, disana hidup suasana yang jauh berbanding terbalik dengan mereka.

Ketika saya membaca salah satu surat kabar beberapa waktu lalu, mirisnya mereka yang tinggal di perbatasan pergi berbelanja dan mencukupi kebutuhan hidup mereka dengan melakukan transaksi ke negara tetangga, membeli susu, gula, beras, dan sebaginya di negara tetangga bukan di negaranya sendiri, untuk itulah uang yang mereka punya untuk melakukan transaksi jual beli bukan rupiah. Menurut saya, solusinya adalah membangun akses jalan yang baik, karena akses jalan disana sangat buruk, jalannya pun masih menggunakan tanah dan berlobang sehingga sangat sulit bagi mereka untuk menuju kota. Selain itu pemerintah pusat maupun daerah hendaknya bekerjasama dalam membangun akses-akses terpenting disana, seperti pasar tradisional yang menjual barang-barang sembako dan lain sebagainya sehingga masyarakat disana tidak lagi membeli barang sembako di negara tetangga.

Sekilas “Miss Jinjing” dan masalah terkait daerah perbatasan seperti yang saya ungkapkan diatas hanya salah satu dari banyak polemik yang bangsa kita sedang hadapi. Terlepas dari itu semua, harapan kita adalah bahwa di tahun 2014 ini, terlebih kita nanti akan merayakan pesta pemilihan Presiden pada tanggal 9 April 2014, harapan dimana presiden yang akan terpilih nanti dapat memberikan sumbangsih bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik lagi, khususnya jauh dari kasus Korupsi yang sangat menjamur akhir-akhir ini dan dapat mewujudkan harapan bagi masyarakat yang tinggal didaerah perbatasan. Itu harapan saya, dan tentunya harapan kita semua sebagai warga negara Indonesia, semoga dengan terpilihnya Presiden yang baru nantinya dapat merubah dan membangun bangsa Indonesia jauh lebih baik lagi kedepannya.

Indonesia pasti Bisa!!
Amin ya robbal ‘alamin??

Facebook Comments

About wahyusrilestari

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif