Home » Insidental » Lomba Opini » [OPINI] Masyarakat Cerdas Hadapi Tahun Politik

[OPINI] Masyarakat Cerdas Hadapi Tahun Politik

aZHY8GUbYW

 Tahun 2014 adalah Tahun Politik, dimana banyak agenda politik yang akan diselenggarakan negeri ini di tahun 2014, dari mulai pemilihan anggota Dewan sampai Pilpres.

Hingar bingarnya “nyaring” terdengar dari beberapa media elektronik dan surat kabar. Persaingan antar media mulai terasa. Disinyalir beberapa stasiun tv yang justru berorientasi pada News atau berita, di nilai mulai tidak fair lagi. Kekuatan modal justru yang menggerakkan visi dan misi stasiun tv tersebut, beralih fungsi nya sebagai pemberi informasi yang jujur, akurat dan mencerdaskan rakyat. Malah untuk menjadi alat untuk kampanye seorang Capres atau sebuah partai yang mendukungnya.

Para politisi telah bersolek dan berbenah strategi untuk mendapatkan kemenangan maksimal di Pemilu 2014. Bukan hanya persoalan mencuri start kampanye yang sering di langgar, etika berpolitik yang sering tak di gubris, pelanggaran pencarian dana kampanye yang tidak sesuai Undang Undang pun hampir tak tersentuh hukum. Belum lagi, masalah mentalitas: siap menang siap kalah, hanya menjadi jargon-jargon politik saja.

Sementara para pengamat dan pakar politik, komentar-komentarnya di stasiun tv, lebih bersifat “bumbu penyedap” sebuah entertain politik, sebuah alternatif tayangan hiburan masyarakat  yang haus akan pengetahuan politik dan hukum yang sebenar-benarnya. Kurangnya muatan edukasi bisa terjadi karena para pengamat, pakar politik dan media tidak lagi berpihak kepada rakyat.  Keberpihakannya kepada pemegang modal dan pengusaha karena sistem perpolitikan di negeri ini antara pengusaha dan penguasa seperti : kentut dan tahi, yang sulit di pisahkan.

Kurangnya ruang untuk KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam memberikan edukasi mengenai informasi dan mekanisme Pemilu terutama bagi masyarakat di daerah-daerah pedalaman. Lembaga Swadaya Masyarakat, lagi-lagi terbentur oleh persoalan dana untuk bisa mencapai ke akar rumput. Usaha yang patut di acungi jempol ketika ICW (Indonesia Corruption Watch) daftar politisi yang tak pantas di pilih. Harusnya media massa, mengangkat permasalahan ini lebih terang lagi sebagai bentuk kepedulian yang lebih tinggi kepada masyarakat agar tidak mudah ditipu dan diperdaya oleh para politisi busuk, calo-calo politik dan segala muslihat yang mengatas namakan demokrasi.

Dihimpit berbagai permasalahan yang ada, masyarakat harus be-reinkarnasi. Menjadi masyarakat cerdas dalam menyikapi pemilu di tahun 2014. Hilangkan fanatisme dan pengkultusan seseorang atau sebuah partai. Gunakan akal sehat, lihat track record politisi atau partai tersebut, kalau sudah busuk buat apa di pilih lagi? Berikan kesempatan kepada politisi sehat, cerdas,  jujur dan amanah  untuk memegang tongkat dan menduduki kursi kekuasaan. Jangan berikan ruang, waktu dan kesempatan untuk para politisi busuk, para petualang-petualang politik, para koruptor dan manipulator untuk berkuasa kembali.

Di tahun politik, kepada masyarakat, berjanjilah pada diri sendiri untuk lebih cerdas. Pilihlah yang memang pantas untuk di pilih! Jangan hanya karena uang lima puluh ribu atau seratus ribu, wajah demokrasi kita tercoreng. Salahkan diri kita sendiri, jika perilaku menerima suap masih melekat pada diri kita.  Dan jangan berharap akan ada perubahan pada Pemilu 2014, jika kita pun tidak ingin merubah perilaku buruk kita.

 

 

 

 

Facebook Comments

About Wans

2 comments

  1. katedrarajawen

    Tapi soal money politik sepertinya masih sulit untuk bikin kita cerdas, karena akan masih ada beredarhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  2. Betul kata Mas Katedrarajawen : Money Politicmasih menjadi momok di akar rumput :) https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif