Home » Insidental » Lomba Opini » [OPINI] Berkaca Dari Negeri Mimpi

[OPINI] Berkaca Dari Negeri Mimpi

logoKKlipSemalam saya bermimpi, berada disebuah negeri yang  aman dan tenteram. Sebuah negeri  ‘archipelago’ yang punya wilayah  luas,  dengan beraneka ragam suku dan bahasa, dan memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Sejauh mata memandang, hijau huma didalam pelukan bukit yang terbentang luas, samudera biru yang menyimpan kekayaan laut yang tak terbatas, benar benar sebuah negeri yang kaya raya, yang membuat  iri bangsa bangsa lain didunia.

Saya merasakan betapa indah suasana ketika  saya bercengkerama dengan para tetangga yang ramah tamah, bercanda tawa, saling bahu mambahu dan bergotong royong mengatasi segala persoalan yang ada dilingkungannya.  Demikian juga para pemimpinnya yang sangat peduli dengan kesulitan rakyat kecil, mencurahkan segala pemikirannya untuk menyelesaikan semua problema, bekerja keras demi kamakmuran negeri yang dipimpinnya. Tak ada sedikitpun didalam benaknya untuk menyalahgunakan kekuasaannya demi kepentingan pribadi, golongan dan keluarganya sendiri. Jabatan sebagai pemimpin baginya adalah amanat dari Tuhan, yang harus benar benar di laksanakan dengan ikhlas dan bertanggung jawab.

Namun sayang, tiba tiba saya mendengar kokok ayam jantan yang berbunyi lantang dari  balik jeruji kayu tepat di bawah daun jendela kamar. Jarum pendek jam dinding telah menunjuk kearah angka delapan. Saya pun terjaga dan harus rela melepas mimpi yang membuat saya larut dalam kedamaian.

Seraya menyadari bahwa saya telah kembali berada di alam kehidupan nyata, yang nyata nyata berbeda dengan apa yang terjadi dalam mimpi semalam. Saya kemudian tertegun dan berpikir, apa yang menyebabkan saya merasa tidak senyaman seperti ketika saya masih berada didalam negeri impian. Sedangkan saya tahu bahwa negeri ini juga tak kalah kaya. Sumber daya hayati  yang tersedia juga luar biasa besar, areal pertanian, perkebunan dan hutan juga terbentang, laut dan samudera yang luas juga penduduknya yang tersebar di barbagai pulau dan terikat dengan tali Bhineka Tunggal Ika. Kemajuan teknologi dan peradaban negeri ini juga  tak ketinggalan jaman. Bahkan di era globalisai informasi sekarang ini saya dengan mudah mengikuti  perkembangan berita aktual, baik dibidang ekonomi, politik, hukum, bisnis dan informasi lainnya. Berbagai media informasi juga telah tersedia dengan baik, ada koran harian, majalah, radio televisi, bahkan sambungan internet sudah menjangkau ke wilayah pedesaan.

Tapi sayang, pemberitaan yang dilansir seringkali menyakiti perasaan sebagian besar rakyat, terutama berita terkait para pejabat dan wakil rakyat yang tega menyalahgunakan jabatan, melakukan penyelewengan dan korupsi. Bukankah dipundak mereka, amanat rakyat harus diemban agar dapat  membawa negeri ini menuju kemakmuran dan keadilan diseluruh pelosok negeri. Rakyat telah menitipkan negeri ini kepada para pemimpinnya untuk ditata dan diatur dengan baik, bukan malah dirusak oleh tingkah lakunya sendiri yang sangat tidak terpuji

Saya sendiripun malu dan kecewa, mengapa dulu ketika masih mencalonkan diri, mereka dengan tegas telah berjanji untuk selalu setia kepada kepentingan Negara dan perjuangan rakyat untuk mencapai kemakmuran, tapi setelah duduk disingasana, merekapun lupa bahkan mengkhianati janji-janji mereka sendiri. Saya dulu merasa yakin bahwa mereka ini adalah orang orang pandai dan punya pengalaman yang mumpuni dalam memimpin, namun mengapa hasilnya seperti ini ? Mereka juga orang orang yang berkecukupan dan dari kalangan berada,  tapi mengapa masih saja mencari cari kesempatan untuk mencuri uang rakyat dengan korupsi ? Apakah semata mata untuk kepentingan kekuasaan dan golongan mereka, lalu rakyat yang dijadikan  korbannya ? Bukankah justru sebaliknya, rakyatlah yang harus dilindungi dan diangkat segala permasalahan dan dientaskan dari kemiskinan  yang merajalela?

Diawal tahun ini,  menjelang proses pemilihan legislative dan  Presiden RI pada sekitar pertengahan tahun nanti, masih tersimpan sebuah pengharapan, agar nantinya terpilih seorang pemimpin yang sejati yang mempunyai pandangan maju dan berpihak kepada rakyat kecil. Gaya hidupnya yang sederhana, dan tak mau diagung-agungkan seperti seorang raja. Perilakunya jujur dan dapat dipercaya, itikadnya baik, tegas dalam mengambil keputusan dan tak segan segan melawan segala bentuk penyelewengan.

Negeri ini tak lagi butuh orang pandai dan pintar. Untuk apa kepandaian dan kepintaran yang dimilikinya tapi digunakan untuk mengkhianati janji dan membuat kecewa rakyat pendukungnya ?

Rakyat sekarang tak mau lagi dibohongi dengan janji janji manis yang menyisakan kekecewaan dikemudian hari. Suara rakyat juga tak bisa lagi dibeli, uang dan  subsidi yang diberikan ternyata hanya sebagai kedok dan bukti pencitraan diri.

Negeri ini hanya butuh seorang Presiden yang jujur, bisa dipercaya  dan bersih dari perilaku kejahatan. Berani melawan ketidak-adilan, juga berani membongkar setiap persekongkolan dan kesewenangan. Mengantarkan seluruh rakyatnya menuju kemakmuran dan kesejahteraan.

Didalam benaknya yang terpikir hanyalah bekerja demi kepentingan Negara, tidak mengejar harta dan kepentingan keluarga. Saya masih punya asa dan percaya, tentu masih ada  anak bangsa yang punya jiwa satria. Bila memang merasa tak mampu jangan dipaksa. Namun bila telah berniat tulus  dengan itikad mulia, maju terus meski melawan kendala sebab rakyat pasti akan mendukungnya.

Akankah nanti, negeriku ini, akan menjadi seperti yang kualami, didalam mimpi ?

Semoga saja  Tuhan mengabulkan  do’a dan pengharapan hamba.

Selamat Tahun Baru 2014 !
Salam.

Facebook Comments

About Bagaskara

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif