Home » Insidental » Lomba Opini » [OPINI] 2014, Tahunnya Indonesia Kerja Keras

[OPINI] 2014, Tahunnya Indonesia Kerja Keras

logoKKlipTahun 2014 telah tiba, pergantian tahun sejatinya dimaknai dengan momen-momen kebahagiaan oleh kebanyakan orang seperti berkumpul bersama keluarga, berpergian dan merayakan tahun baru di luar kota tapi tak sedikit pula masyarakat yang merayakan tahun baru serta memaknainya dengan perenungan akan cita-cita yang belum tercapai di tahun sebelumnya atau sejenis kegiatan instropeksi diri, dan sebagian masyarakat lainnya melakukan perayaan sederhana yang tidak mengandung hura-hura. Apapun yang dilakukan di malam pergantian tahun setiap orang pasti memahami dan menyadari bahwa tahun baru harus dihadapi dengan semangat baru serta cita-cita yang tinggi agar hidup yang dijalaninya berubah menjadi lebih sukses, lebih baik dan bahkan bermanfaat untuk sesama.

Layaknya seorang manusia, di setiap tahunnya negara Indonesia juga memiliki banyak mimpi untuk membahagiakan rakyatnya, ibarat seorang manusia sang ibu pertiwi selalu mendapatkan perubahan setiap tahunnya oleh pemerintah yang menjalankan keberlangsungan hidup di negara ini. Namun karena pemerintahan dijalankan oleh manusia yang juga memiliki beberapa kekurangan dan keterbatasan maka dari itu negeri Indonesia bersama pemerintahannya pasti memiliki beberapa kekurangan dalam mewujudkan semua impian rakyatnya. Sebut saja pemerataan pembangunan, peningkatan taraf hidup dan pengentasan kemiskinan serta pengangguran, terwujudnya kedaulatan energi dan kedaulatan pangan, pemberantasan korupsi, pemberantasan kriminalitas seperti terorisme dan penyelesain masalah-masalah lingkungan hidup di Indonesia seolah masih menjadi pekerjaan rumah dalam sepuluh tahun terakhir untuk para pemerintah dan masyarakat juga generasi negeri ini kedepannya.

Tahun demi tahun berlalu, pemimpin demi pemimpin berganti untuk menjalankan roda pemerintahan dan untuk menyelesaikan masalah-masalah besar bangsa tersebut namun apa daya sepuluh tahun terakhir masalah itu masih tetap ada bahkan bertambah pelik. Hingga di tahun 2014 ini merupakan tahun yang mungkin ditunggu-tunggu masyakarat untuk mendapatkan pemimpin Indonesia yang baru yang dapat memberikan suatu tindakan perubahan dalam menyelesaikan masalah-masalah bangsa tersebut, sebab pada tahun ini Indonesia akan menggelar pesta demokrasi terbesarnya yaitu berupa pemilihan umum secara langsung untuk ketiga kalinya sepeti tahun 2004, dan 2009.

Masyarakat mungkin kini telah lelah menelan janji-janji politik dan kerja-kerja akting demi pencitraan yang dilakukan pemerintah saat ini. Masyarakat juga punya hasrat agar hidup mereka lebih baik nantinya agar anak-cucu mereka tidak bernasib sama seperti mereka sekarang. Jadi menurut saya tahun 2014 merupakan tahun untuk Indonesia bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaannya yang telah lama diperjuangkan. Apabila seorang pemimpin baru yang terpilih di tahun 2014 dari latar belakang apapun dari kalangan usia berapapun, saya dan mungkin semua masyarakat Indonesia berharap bahwa pemimpin tersebut dapat membawa angin-angin perubahan untuk Indonesia, bekerja keras menjalankan roda pemerintahan yang baik dan sukses menyelesaikan masalah-masalah bangsa, fokus dalam mengentaskan kemiskinan tapi tidak impor pangan dari negara lain dalam artian tetap menjunjung tinggi kedaulatan pangan untuk bangsa ini. Pemimpin Indonesia yang baru terpilih nantinya juga diharapkan dapat serius memberantas korupsi namun tidak pandang buluh dalam penegakkan hukum apalagi mementingkan kekuasaannya demi kepentingan keluarga, kelompok bahkan partai. Pemimpin Indonesia yang baru di 2014 juga diharapkan mampu mewujudkan kedaulatan energi yang selama ini masih banyak blok-blok migas dan tambang kita yang dikuasai asing, memberantas terorisme dan mewujudkan kerukunan umat beragama di semua daerah Nusantara, dan melakukan pembangunan yang merata dari kota hingga pedalaman.

Memang berat tugas pemimpin baru Indonesia yang terpilih dari hasil Pemilu 2014 tahun ini namun kuncinya ada di kerja keras yang dapat dilakukannya bersama para pengemban tugas di pemerintahannya. Kerja keras yang baik akan menghasilkan hasil yang optimal dan terwujudnya impian atau cita-cita bangsa yang selama ini diperjuangkan. Serta tidak hanya pemerintah Indonesia saja yang harus bekerja keras di tahun 2014 ini, seluruh elemen masyarakat Indonesia tahun ini juga seharusnya bekerja keras demi mendapatkan perubahan dalam kehidupannya agar menjadi lebih baik, lebih hebat, hingga hidup yang lebih bermanfaat. Kerja keras pemerintah tak akan bisa berbuat apa-apa tanpa semangat dan dukungan serta kerja keras rakyatnya sendiri. Ibarat Bumi dan Bulan, pemerintah dan rakyat adalah dua hal yang selalu berjalan beriringan dan seirama. Masyarakat bukan saatnya lagi malas, acuh tak acuh terhadap pemerintah atau menjadi golongan putih hingga apatis terhadap nasib bangsa ini. Masyarakat kini juga harus bekerja keras mulai dari menaruhkan pilihan kepada pemimpin yang terbukti integritas dan kerja kerasnya. Hingga masyarakat juga harus mengikuti kerja keras pemimpin dan pemerintahan yang terpilih nantinya setelah hasil Pemilihan Umum.

Seperti pepatah mengatakan tugas yang berat apabila dilakukan bersama-sama maka akan terasa ringan, begitu pula dengan masalah yang dihadapi bangsa ini, masyarakat dan pemimpin terpilih seharusnya bekerja keras dalam menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang banyak dan rumit tersebut. Kerja keras ini semua demi terciptanya kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan di dalam negeri ini karena setitik harapan itu masih ada dan akan menjadi nyata hanya melalui kerja keras. (Oleh: Faiz Deja Ramadhan)

Facebook Comments

About Faiz Deja Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif