Home » Insidental » Lomba Opini » [OPINI] Dariku untukmu Indonesiaku

[OPINI] Dariku untukmu Indonesiaku

logoKKlip

Memiliki potensi menjadi negara yang makmur ternyata tidak serta merta membuat Indonesia menjadi negara yang makmur. Sumber daya alam kita melimpah, jumlah tenaga kerja kita besar, luas wilayah negara kita luas. Apalagi yang kita butuhkan. Seandainya semua potensi tersebut dimaksimalkan, saya yakin Indonesia akan menjadi negara paling makmur dan mandiri bahkan mungkin bisa menjadi negara pemimpin di sektor ekonomi.
Namun sayang semua hanyalah angan-angan. Sudah hampir 69 tahun kita merdeka tapi seakan negara ini semakin terpuruk. Berbagai masalah tak kunjung usai seperti kasus suap, korupsi, inflasi, kemiskinan, dll seolah-olah tiada habisnya. Belum lagi gelapnya dunia politik pun semakin membuat rakyat tidak percaya pada sistem pemerintahan negaranya. Hal-hal seperti inilah yang membuat rakyat akhirnya menjadi pasif dalam memberikan suaranya dalam pemilu. Bagi mereka siapapun yang duduk di kursi pemerintahan hasilnya akan sama saja, tidak akan menguntungkan rakyat.
Tetapi sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam selama ini rakyat mendambakan hadirnya seorang pemimpin yang bisa membawa perubahan menuju Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera. Dan melalui tulisan ini saya sebagai seorang warga negara, mungkin bisa mewakili suara rakyat Indonesia bagaimana sih pemimpin yang ideal di mata rakyat.

1. Hidup sederhana
Gaya hidup seorang pemimpin haruslah sederhana dan bersahaja. Semestinya seorang pemimpin rela berbagi bahkan menggunakan dana pribadi untuk membantu rakyatnya yang kurang mampu. Bagaimana mungkin di saat masih banyak rakyat yang miskin dan kelaparan tetapi pemimpin negaranya bergelimang harta dan hidup berfoya-foya. Dengan hidup sederhana pemimpin dapat meresapi dan ingat masih banyak rakyatnya yang masih hidup dalam kemelaratan. Menjalani hidup sederhana adalah wujud dari sifat toleransi terhadap rakyat miskin.

2. Pelayan rakyatnya
Apabila pemimpin menghayati dirinya sebagai seorang pelayan, maka tidak akan ada yang namanya mengeluh apalagi minta kenaikan gaji. Karena baginya tugas utamanya adalah melayani dan menyejahterahkan rakyat. Pemimpin yang menghayati perannya sebagai pelayan rakyatnya akan mendengar baik-baik apa yang diinginkan oleh rakyat dan sebisa mungkin mewujudkan apa yang diinginkan rakyatnya.

3. Paham Indonesia
Apa yang lebih buruk dari kendaraan yang dikemudikan oleh yang bukan ahlinya. Begitu juga dengan sebuah negara, pemimpinnya haruslah orang yang paham akan negaranya. Pancasila sebagai pedoman nilai-nilai hidup dan paradigma pembangunan Indonesia wajib dipahami oleh pemimpin negara. Dengan memahami dasar negaranya seorang pemimpin akan dapat menentukan apa yang baik dan buruk bagi negaranya.

4. Adil dan bijaksana
Dua kata yang sering kita dengar sebagai sifat raja yang dicintai rakyatnya dalam dongeng. Tapi ternyata dua sifat inilah yang dibutuhkan pemimpin negeri ini sekarang. Aplikasi dari dua sifat ini yang mungkin bisa diterapkan salah satunya adalah dengan meletakkan orang-orang yang tepat pada kursi-kursi kementrian. Sudah menjadi tradisi dari setiap masa jabatan, mentri-mentri yang diangkat sebagian besar berasal dari satu partai dengan presiden. Bahkan tidak peduli orang tersebut berkompeten atau tidak dia akan ditempatkan di kursi mentri. Padahal kementrian memiliki konsentrasi bidang dan harus diiisi dengan pakar-pakar yang paling ahli di bidangnya. Banyak kita lihat pakar-pakar di suatu bidang yang seharusnya lebih berkompeten dengan yang duduk di kursi mentri. Demi kepentingan rakyat seharusnya tidak boleh ada sekat antar golongan. Pemimpin harus netral memilih siapapun dari golongan manapun yang bekompeten dan berhak menjabat di kursi kementrian.

5. Tegas demi bangsa dan negara
Mengingat kata-kata presiden pertama kita yaitu Sukarno kepada Amerika “go to hell with your aid” yang menggemparkan dunia. Bagaima tidak, negara baru kemarin sore berani berkata demikian pada negara adi daya. Demi menjaga kehormatan bangsanya, presiden Sukarno dengan tegas menolak bantuan ekonomi Amerika dan rela dibenci blok barat. Seperti yang telah dicontohkan Bung Karno seorang pemimpin harus menjaga kehormatan bangsanya. Jangan sampai bangsanya menjadi pengekor apalagi budak jajahan imperialism dan kapitalisme.

6. Percaya kepada rakyatnya
Sumber daya alam di Indonesia sangat melimpah. Ada minyak bumi, gas, batu bara, emas, hingga tanah yang subur. Yang jadi masalah pengelola semua itu adalah pihak asing. Dimana peran pribumi yang hidup di tanah yang dieksploitasi oleh asing? Seakan negara tidak percaya dengan bangsanya sendiri. Apa kita menutup mata dari kesuksesan negara-negara yang bisa mandiri mengelola kekayaan alamya. Bisa kita lihat Arab Saudi yang dengan minyaknya mereka bisa makmur tanpa menarik pajak dari rakyatnya. Atau Qatar dengan minyak dan gasnya dapat menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Bayangkan Indonesia yang punya potensi lebih besar dari negara-negara tersebut. Kita punya gunung emas di Papua, kita punya tambang batu bara di Kalimantan, kita punya wilayah laut yang luas dengan keanekaragaman hayatinya. Seandanya pemerintah mempercayakan pengelolaannya kepada rakyat niscaya keuntungan dari kekayaan alam kita adalah rakyat kita sendiri yang menikmatinya. Dengan pemilu 2014 nanti diharapkan pemimpin yang akan menyekolahkan generasi mudanya ke negara-negara maju yang setelah lulus akan pulang dan menjadi pengelola sumber daya negerinya.

7. Bertanggung jawab
Tugas yang besar akan memiliki tanggung jawab yang besar pula. Pemimpin negara adalah orang yang berada di puncak kepemimpinan negara. Nasib suatu negara ditentukan langkah yang akan diambil oleh pemimpin negaranya. Hendaknya pemimpin negara memenuhi janji dan tanggung jawabnya untuk menghantarkan negaranya kepada kemakmuran dan kesejahteraan. Dan diantaranya salah satu tanggung jawab pemimpin negara adalah menciptakan negara yang bebas dari korupsi termasuk dirinya sendiri.

8. Loyal
Seorang pemimpin harus setia kepada rakyatnya. Dia harus rela mengorbankan kepentingan kepentingannya untuk memenuhi amanah rakyat yang dia emban. Apabila masih egois dan tidak mau berkorban maka belum layak seseorang disebut pemimpin. Karena pemimpin adalah jika ada masalah dia yang maju di depan dan apabila ada keuntungan maka dia yang terakhir mendapatkan.

Itulah unek-unek dari saya bagaimana sih seorang pemimpin negara yang diimpikan oleh rakyat. Jika ada pemimpin ideal seperti di atas niscaya akan mewujudkan Indonesia yang makmur dan sejahtera.

Facebook Comments

About pepi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif