Home » Insidental » Lomba Opini » [OPINI] Harmonisasi Integritas Bangsa

[OPINI] Harmonisasi Integritas Bangsa

Bila berbicara tahun yang baru, maka sejatinya kita akan berbicara mengenai resolusi dan harapan baru. Hendaknya, resolusi ini merupakan sesuatu yang konkret, seperti target-target kerja dan karya dengan tenggat waktu pelaksanaan yang jelas. Seperti halnya pemerintah membuat anggaran dengan target mulai dan selesainya suatu proyek, begitu pula tiap-tiap diri manusia.

Berbicara mengenai tahun yang baru pula, sebagian besar dari kita tentu mengingat bahwa Indonesia memiliki satu agenda penting dan besar yang akan diselenggarakan dalam beberapa bulan mendatang di tahun 2014 ini, yang tidak lain adalah agenda demokrasi alias pemilihan umum. Dengan seabrek persiapan menjelang kegiatan besar ini, mau tidak mau, tiap lapisan masyarakat harus menerimanya dan turut serta dalam pelaksanaannya. Mulai dari KPU sebagai penyelenggara, partai politik-partai politik dengan kader-kadernya yang digadang-gadang mampu mewakili rakyat dalam lima tahun ke depan, hingga masyarakat yang memiliki berbagai peran. Semua ini merupakan bagian dari proses demokrasi yang berlangsung di Indonesia.

Sebagai warga negara Indonesia, tentu kita memiliki berbagai harapan untuk Indonesia ke depannya. Agenda besar Indonesia tahun ini merupakan salah satu jembatan bagi rakyat untuk mewujudkan harapan-harapan tersebut. Mulai dari harapan di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga sosial, semua menuntut peningkatan. Oleh karenanya, Indonesia membutuhkan pemimpin yang merepresentasikan harapan-harapan rakyat dengan baik. Kita, sebagai rakyat, tidak akan dapat mensyaratkan bahwa semua harapan kita akan dipenuhi pemimpin kita ini ketika ia telah benar-benar berada di kursi parlemen. Namun, dengan memutuskan untuk memilih seorang pemimpin, kita telah berkeyakinan bahwa kita menaruh harapan kepada tangan yang akan berusaha mewujudkannya.

Idealnya Indonesia bagi setiap orang tentulah berbeda-beda. Berbagai kalangan akan menuntut dirinya agar tidak dirugikan dengan berbagai kebijakan yang dibuat pemerintah. Sejatinya, pemerintah seharusnya memiliki sikap yang tegas dan mencerminkan integritasnya, tanpa mengabaikan kritik dan saran dari rakyat. Mulai dari para pemegang amanah di kursi eksekutif, legislatif hingga yudikatif; mulai dari para kepala dinas hingga pegawai administratifnya, semua dapat ditingkatkan. Pola perilaku kesederhanaan dan kejujuran dalam setiap pekerjaan haruslah ditumbuhkan dan dibiasakan oleh para pemimpin bangsa di berbagai tingkat. Sehingga, ketika para pemimpin telah mampu memberikan keteladanan, maka rakyat akan mencontohnya.

Pemimpin juga seharusnya merakyat. Merakyat berarti mengetahui kondisi rakyat dan apa yang baik bagi rakyat sesuai dengan berbagai pertimbangan yang dibutuhkan. Merakyat juga berarti memutuskan suatu kebijakan dengan mengutamakan kepentingan rakyat serta berpikir jernih dalam mengambil keputusan–bukan semata-mata untuk kepentingannya atau partainya sendiri.

Pemimpin juga hendaknya menjadi wakil rakyat dengan sebenar-benarnya. Ia diharapkan mampu memahami rakyat di wilayah yang diwakilinya, salah satunya dengan kerap melakukan kunjungan ke sana, terutama di daerah terpencilnya. Dengan melakukan pengamatan langsung atas kebutuhan rakyat, ia dapat memeroleh pemahaman yang lebih terperinci tanpa embel-embel apapun–cukup dari rakyat saja. Dengan begitu, ia dapat mempertimbangkan setiap suara rakyat ketika mengambil suatu keputusan. Walau tidak serta-merta mengakomodasi setiap pendapat yang ada, ia akan berusaha mengutamakan yang paling baik. Dengan cara ini pula, ia akan mampu memberikan pengertian yang baik terhadap rakyat atas suatu keputusan. Bila perlu, wakil kita ini dapat merilis suatu tulisan yang menjelaskan perihal kebijakan tersebut, sesuai dengan kaidah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan pelaksanaannya.

Pola perilaku berintegritas ini juga mulai ditumbuhkan oleh berbagai gerakan yang diinisiasi oleh pemuda di berbagai daerah. Mulai dari memajukan dan meratakan pendidikan, menumbuhkan toleransi, menumbuhkan jiwa politik bersih, peduli dengan transportasi massal, membantu anak-anak jalanan, dan seterusnya. Berbagai gerakan ini menunjukkan bahwa ada banyak yang peduli dan ingin ambil andil dalam membangun bangsa ini. Mereka yang memiliki keinginan ini memilih untuk tidak menunggu, melainkan melahirkan berbagai gerakan positif bernafaskan keinginan mengabdi pada bangsa. Tinggal bagaimana kita memilih salah satu dan konsisten berperan di dalamnya.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah penumbuhan kesadaran akan implementasi Pancasila. Dengan berbagai fungsi idealnya, masyarakat perlu tahu mengenai Pancasila dan penerapannya di kehidupan nyata terkait berbagai peran yang dilakoninya. Untuk itu, pemerintah perlu merumuskan suatu deskripsi khusus yang dengan gamblang menjelaskan Pancasila dan artinya bagi bangsa ini. Pamor Pancasila harus dinaikkan kembali. Kajian-kajian mengenai implementasi Pancasila dengan bahasan yang lebih akrab di telinga serta perwujudan konkretnya perlu diadakan oleh pihak terkait–akademisi, universitas, sekolah, bahkan mungkin perlu dibentuk suatu tim khusus untuk memastikan tersampainya visi Pancasila ini kepada seluruh rakyat Indonesia.

Maka, Indonesia yang baru adalah gerak seluruh rakyat yang harmonis bersama dengan pemerintah yang tulus mengabdi untuk bangsa guna mencapai tujuan negara.

Facebook Comments

About aqyasdini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif