Home » Insidental » Lomba Opini » [OPINI] Sudah Seharusnya

[OPINI] Sudah Seharusnya

logoKKlipPemberantasan korupsi sampai ke akar-akarnya, pembelajaran moral yang baik, penegakan hukum tanpa pandang bulu, pembangunan suprastruktur dan infrastuktur yang diperluas, pemekaran provinsi, apa lagi? Apa lagi yang kalian pikirS bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik? Tambahkan saja lagi daftar kebijakan dan solusi yang kalian semua miliki. Sudah? Sudah sampai berapa? Seribu? Duaribu?

Kalian melupakan Indonesia yang berada dalam krisis media? Kepentingan media? Kapitalisme media? Kalian melupakannya? Jangan bercanda.

Lupakan pemberantasan korupsi sejenak, lupakan birokrasi Indonesia yang berbelit-belit untuk sementara. Mari kita sepakat untuk sama-sama berbicara mengenai korelasi antara budaya dan media, bagaimana media mempengaruhi budaya kita, masuk ke ceruk-ceruk terdalam budaya Indonesia, mengikisnya sedikit demi sedikit, lapisan demi lapisan, hingga menggoyang pondasi nilai dan norma-norma kehidupan ketimuran yang sudah ada. Akibatnya merembes kemana-mana, sebut saja salah satunya degradasi moral. Menurunnya nilai paling penting yang memagari ego dan hawa nafsu manusia, penyebab utama korupsi merajalela di bumi Indonesia. Kita dijajah oleh media yang merupakan bagian dari Indonesia, kita dijajah oleh bangsa kita sendiri.

Lupakanlah bagaimana kita merasa senang melihat para public figure saling bersenda gurau dengan cara yang tidak pantas di acara musik setiap pagi hari, atau melihat acara mirip opera sabun yang dikemas sebagai acara bagi-bagi hadiah setiap malam–menghadirkan bintang tamu, saling melempar tepung, saling bercanda dengan cara yang tidak pantas–, atau bahkan merasa senang dengan kuis yang dikemas sedemikian rupa sehingga tidak melihat agenda setting di baliknya. Lupakanlah itu semua dan mulai lihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, lihat agenda di baliknya.

Banyak stasiun televisi menyiarkan salah satu bakal calon presiden dengan intensitas yang tidak normal, atau saat pemberitaan suatu media tidak seimbang (cover both sides). Agenda media membentuk agenda masyarakat, apa yang dianggap penting oleh media akan akan dianggap penting oleh masyarakat. Media membentuk budaya, nilai-nilai dasar, cara hidup, dan pola pikir, dan sebentar lagi Pemilu Presiden 2014 akan berlangsung, agenda apa lagi yang akan dibuat media?

Kecenderungan masyarakat untuk mengikuti agenda media dijelaskan dalam banyak teori pada kajian Ilmu Komunikasi, seperti contohnya teori kultivasi. Teori yang menjelaskan bagaimana media memengaruhi aspek hidup masyarakat melalui isinya dalam jangka waktu tertentu, membentuk pandangan masyarakat mengenai dunia tempat mereka tinggal melalui tayangan televisi atau isi media lainnya. Bisakah kita bayangkan jika isi media yang ada di Indonesia adalah agenda dari orang-orang tidak bertanggung jawab yang merasa dirinya berkuasa? Memang sudah seperti itulah tayangan media pada masa ini. Apa yang seharusnya kita lakukan?

Media semakin menunjukkan kapitalismenya. Fungsi media sebagai kontrol sosial pun dikaburkan demi alasan untung rugi semata. Iklan-iklan televisi pun terus disusupi dengan intensitas penayangan di luar batas normal, menjadikan pemberitaan media tidak lagi bisa seimbang. Hanya sedikit media yang masih dalam zona bebas kepentingan politik, atau mungkin sudah tidak ada lagi. Ironisnya, banyak dari kita yang percaya dengan segala omong kosong yang diberikan media setiap hari. Tentu saja merupakan hal yang salah jika percaya bahwa isi media sama seperti realitas dunia nyata. Banyak dari kita yang masih percaya.

Sayang sekali jika melihat negara kaya seperti Indonesia dikuasai oleh orang-orang haus kekuasaaan yang tidak memikirkan kepentingan orang lain, dipimpin oleh orang yang selalu prihatin dalam menghadapi masalah. Tidak ada yang salah dengan mereka semua, dengan orang-orang yang selalu prihatin terhadap masalah, dengan orang-orang yang korupsi, dengan orang-orang yang menyalahkan pihak ketiga akibat keterlambatan pengiriman soal-soal, tidak ada yang salah dengan mereka. Tidak ada. Hanya budayanya saja yang berbeda, cara hidup dan pola pikirnya yang tidak biasa, merugikan orang lain, dan itulah yang salah.

Budaya, cara hidup, dan pola pikir yang berbeda tersebut telah memengaruhi budaya Indonesia. Merusak pondasi awal dan bangunan di atasnya hampir tidak bisa bertahan lagi. Korupsi? Birokrasi berbelit-belit? Itu bukan budaya kita.

Sudah seharusnya kita mulai tanggap terhadap isi media, tidak menelan bulat-bulat apa yang diberikan media kepada kita, namun memilih mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang berguna dan mana yang tidak, mana yang akan berakibat buruk pada kita dan anak-anak kita dan mana yang tidak. Sudah seharusnya kita menjadi masyarakat yang sadar. Sudah seharusnya.

Akan sangat efektif jika setiap aspek masyarakat saling bahu-membahu memperbaiki pondasi budaya bangsa Indonesia, khususnya media yang seharusnya menayangkan/memberitakan tayangan/berita yang mendukung terbentuknya budaya baik, mengedepankan kepentingan umum, dan tidak merugikan orang lain. Sudah seharusnya media memberikan informasi akurat dan seimbang mengenai calon pemimpin bangsa Indonesia, agar masyarakat bisa memilih dengan mempertimbangkan kapabilitas setiap calon yang ada. Sudah seharusnya seperti itu. Sudah seharusnya.

Hal-hal baik selalu diawali dengan hal-hal baik pula. Jika menerima satu hal baik, lakukan hal baik lainnya sebanyak tiga atau empat kebaikan. Jika tidak menerima satu pun kebaikan, maka lakukanlah, bahkan jika yang bisa kita lakukan hanya memberikan senyuman. Lakukanlah, maka kebaikan akan mendatangi kita. Kita adalah unit terkecil dari organisasi raksasa bernama Indonesia. Satu kebaikan dari kita, akan membawa kebaikan kepada yang lain, kepada Indonesia.

Pemilu Presiden 2014 hanya tinggal menghitung hari. Gunakan hak pilih kita sebaik-baiknya. Pilihlah Presiden yang memiliki ketegasan dan kapabilitas untuk menjadi seorang pemimpin, bukan malah menjadi boneka para pemimpin. Pemimpin yang memiliki budaya baik dalam dirinya.

Indonesia bisa menjadi lebih baik.

Facebook Comments

About Zahrawi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif