Home » TEKNO » Informasi dan IPTEK » Informasi » ::Rapuhnya bumi etam::

::Rapuhnya bumi etam::

 

Kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati

air matanya berlinang mas intan yang terkenang

hutan gunung sawah lautan simpanan kekayaan

kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa.

“orang habis makan kok males cuci piringnya sendiri” Kata-kata itu mungkin saja cocok diberikan kepada para penambang batu bara atau penebang pohon yang tidak bertanggung jawab.

Pada tahun 2012 Kurang lebih  5.410.664,80 Ha tanah di Kalimantan timur adalah daerah pertambangan, dengan penyumbang terbesar daerah pertambangan pada tahun 2012 adalah Kutai Barat 1.445.297,00 Ha. Ini hanyalah izin usaha pertambangan yang diterbitkan oleh pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Timur belum izin usaha pertambangan yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat (sumber : Distamben Kaltim).

Begitu banyaknya izin usaha pertambangan yang di berikan oleh pemerintah kabupaten/kota ini tidak banyak mendapatkan keuntungan bagi masyarakat sekitar tambang. Malah mengakibatkan banyaknya masalah, salah satunya adalah membuat Kalimantan timur bertetangga dengan bencana.. Kalimantan timur memang terkenal dengan kawasan yang bebas dari bencana alam dan terlihat jauh dari bencana alam seperti longsor dan banjir,  namun melihat jumlah hutan yang menipis di Kalimantan timur ini membuat saya menjadi ragu untuk bangga mengatakan  kepada saudara saya yang ada di pulau jawa “pak de ayok ke kaltim aja disini aman dan jauh dari bencana”, kata-kata itu sepertinya tidak layak saya ucapkan dihadapan pak de saya melihat fakta-fakta yang ada sekarang.

Lalu mengapa Kalimantan timur bertetangga dengan bencana. Begini, tambang batu bara adalah industri rakus lahan, contohnya begini kita menambang 100 ha namun kerusakan yang diakibatkan oleh pertambangan ini bisa lebih dari 100 ha, “sekarang apakah ada teknologi yang mampu menyedot debu hasil tambangan agar tidak menyebar kemana-mana, apakah aliran limbah dari batu bara itu bisa diolah dan di putar hanya di 100 ha saja, tidak ada”, ujar bang ocha dari Jatam. Ini membuat kaltim berpapasan dengan warga, di kutim, KPC luasnya 90 ribu hektar, di kutai barat dan sebagian kalteng, BHP Billiton memiliki konsesi 335 ribu hektar, nyaris 5 kali luas kota samarinda, inilah yang membuat warga kaltim bertetangga dengan bencana, tambang batu bara benar-benar melingkar di provinsi ini jadi bisa di bilang kita tinggal menunggu runtuhnya atau ambrolnya kalimantan timur.

Kalimantan timur ini memiliki tanah yang tidak subur atau kurangnya humus untuk memudahkan tanah menyerap air namun memiliki banyak tumbuhan yang tinggi dan hijaunya menawan mata yang memandang, pohon-pohon yang menjulang tingg itu mendapat makanan dari daun yang ia jatuhkan ke tanah yang menjadi pupuk alami untuk ia makan kembali ini biasa disebut pertumbuhan siklus tertutup. Sangat sukar menanam pohon di Kalimantan timur ini karena tanahnya yang tidak subur, seharusnya pohon-pohon yang ada itu harus kita jaga kehidupannya karena siklus tertutup tadi.

Pembukaan lahan pertambangan sudah jelas akan menumbangkan pohon-pohon, dan itu akan mengurangi daerah resapan di Kalimantan timur. Semakin banyak lahan yang dijadikan daerah pertambangan maka semakin sedikit jualah daerah resapan air di Kalimantan timur ini dan membuat tanah di kalimantan timur rusak. Dari sini saja kita sudah bisa menebak apa yang akan terjadi jika hujan mengguyur dan air yang turun itu tidak mampu di serap kedalam tanah karena pohon tidak ada, dan air langsung turun ke tempat yang lebih rendah maka terjadilah banjir dan perlu di ketahui bahwa struktur tanah di kalimantan timur ini tidak rata atau bergelombang, sehingga potensi banjir itu sangat besar.

Setelah para penambang itu mengambil habis batu bara maka yang tersisa hanyalah limbah, lubang besar yang tak jarang memakan korban jiwa, menyisakan penganggurang di daerah local dan masih banyak lagi. Bagi kita hanya menyisakan luka dan kerugian saja.

Biarlah hutan tetap menjadi hutan, jangan hutan di ubah menjadi perumahan dan pertambangan .. bumi etam sudah rapuh karena hutannya sudah terbabat habis, jangan hanya untuk kepentingan bisnis saja anak cucu kita nanti akan menikmati bencana alam yang bertubi-tubui.

 

 

Hak Masyarakat (UU no 41 1999 pasal 68)

Menikmati kualitas lingkungan hidup yang dihasilkan hutan.

“Kalau hutan sudah tidak ada apa yang mau kita nikmati dari hutan”

Tulisan ini jauh dari sempurna, tulisan ini adalah rangkuman yang saya buat saat mengikuti diskusi muahmmadiyah dalam penguatan advokasi kebijakan tata kelola lingkungan hutan diindonesia. Bila ada salah mohon maafkan dan silahkan benarkan..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments

About bennywijaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif