Home » TEKNO » Informasi dan IPTEK » Informasi » Ibukota » Dengan Kurikulum 2013, Sabtu Tak Libur?

Dengan Kurikulum 2013, Sabtu Tak Libur?

Dengan Kurikulum 2013, Sabtu Tak Libur?
Oleh Budianto Sutrsno

Kurikulum

Beberapa waktu lalu tersiar kabar bahwa hari Sabtu – bagi pelajar yang bersekolah di kawasan DKI Jaya – bakal menjadi hari belajar biasa seperti halnya hari Senin sampai dengan Jumat. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan Kurikulum 2013 dapat berjalan dengan baik.
Mari kita coba mengurai persoalan ini. Konon, Kurikuum 2013 ini sudah dipersiapkan cukup lama, sehingga seharusnya Kurikulum ”heboh” ini, setidaknya, sudah berjalan selama 1 tahun. Akan tetapi, dalam praktiknya, masih banyak sekolah yang belum memiliki buku siswa dan buku guru yang menjadi acuan penerapan Kurikulum 2013 ini. Hanya sejumlah sekolah negeri yang sudah menerima buku tersebut. Itu pun hanya buku siswa. Itu situasi di Jakarta. Bayangkan apa yang terjadi di sekolah-sekolah di pelosok terpencil!
Penulis masih ingat bahwa ketika Kurikulum ini mulai dicanangkan, diberitakan bahwa buku-buku penuntun yang dipergunakan itu akan dibagikan secara gratis ke seluruh sekolah di Indonesia. Akan tetapi, fakta mengatakan lain: buku harus dibeli.
Jikalau Kurikulum 2013 ini memang direncanakan secara matang jauh-jauh hari, maka tentunya, penggunaan jam belajar yang lebih panjang untuk penerapan Kurikulum 2013 ini sudah diketahui sebelumnya. Dan seyogianya sudah diberitahukan sejak awal. Akan tetapi, faktanya, lagi-lagi pemberitahuannya baru dilakukan belum lama berselang. Penggunaan jam belajar yang lebih panjang ini membuat para pelajar di DKI Jaya harus masuk dan belajar di hari Sabtu. Kebijakan ini ternyata mengundang pro dan kontra.
Lepas dari suara pro dan kontra, keadaan ini sebetulnya mengungkapkan betapa Kurikulum 2013 ini dipersiapkan secara terburu-buru, kalau tak bisa disebut sebagai sembrono. Sepertinya ada target tertentu yang harus dikejar sebelum pemerintahan yang sekarang ini berakhir, dan digantikan dengan pemerintahan baru. Dan yang lebih celaka, masih banyak guru yang belum diberi pelatihan mengenai penerapan Kurikulum 2013. Jika gurunya saja belum siap, apalagi para siswanya.
Seperti diketahui, banyak sekolah memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu. Bentuknya bermacam-maam. Mulai dari kegiatan olahraga, kesenian, pelajaran tambahan, pelatihan Pramuka, dan lain-lain. Hal ini sudah membuat mereka pulang sekolah sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Jikalau ditambah lagi dengan jam belajar di hari Sabtu, bisa dibayangkan betapa lelahnya peserta didik dalam seminggu. Belum lagi menyediakan waktu untuk belajar, mengerjakan PR, menyelesaikan tugas kelompok, dan sebagainya. Banyak peserta didik dan orang tuanya yang mengeluhkan hal ini.
Rupanya keluhan ini didengar oleh Plt Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pada akhirnya, Pemprov DKI mengambil keputusan bahwa hari Sabtu merupakan hari libur bagi seluruh pelajar yang bersekolah di kawasan DKI Jaya. Dengan demikian, para pelajar dapat memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan anggota keluarganya. Tampaknya penggagas Sabtu sebagai hari belajar itu kurang/tidak memerhatikan pentingnya acara kebersamaan di dalam keluarga. Melalui kebersamaan itu, karakter cinta kasih dan kepedulian dapat lebih ditingkatkan. Sekaligus juga mengingatkan bahwa belajar itu tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah, bersama dengan anggota keluarga. Cinta kasih dan kepedulian di dalam acara keluarga, membuat peserta didik lebih manusiawi.
Kita perlu bersyukur memiliki pemimpin seperti Ahok yang tegas dan bijaksana.

 

***

Sumber: megapolitan.kompas.com, id.berita.yahoo.om

Facebook Comments

About budinovo

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif