Home » TEKNO » Informasi dan IPTEK » Informasi » Internet » Kampanye Perpustakaan Melalui Sosial Media

Kampanye Perpustakaan Melalui Sosial Media

SosmedperpusSaat ini jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai angka 74,6 juta orang. Statistik pengguna Internet terbesar di Indonesia berada dalam rentang usia 17-24 tahun (17,4 juta) dan 25-34 tahun (8,9 juta) dengan proporsi 59% laki-laki dan 41% perempuan. Berdasarkan data Social Bakers, jumlah pengguna facebook Indonesia adalah 42,5 juta. Indonesia menempati posisi nomor 4 di dunia dalam hal jumlah pengguna facebook, setelah Amerika Serikat (157 juta), India (46 juta), dan Brazil (45 juta).

Sementara itu, jumlah pengguna Twitter Indonesia adalah: 19.5 juta. Jumlah itu adalah urutan ke-5 terbesar di seluruh dunia, di bawah Amerika Serikat: 107.7 juta, Brazil 33.3 juta, Jepang 29.9 juta, dan Inggris 23.8 juta.

Melihat data di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa aktivitas terbesar masyarakat Indonesia di dunia maya adalah mengakses sosial media. Sosial media merupakan produk dunia maya yang paling akrab dengan masyarakat kita dibandingkan dengan produk dunia maya lainnya. Bahkan tak berlebihan kiranya, jika dikatakan bahwa masyarakat dunia maya di tanah air adalah masyarakat sosial media.
Jaringan pertemanan lintas batas ini merupakan lahan subur untuk mempromosikan perpustakaan sekaligus budaya baca. Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen sejak tahun 2010 sudah menggunakan facebook untuk keperluan promosi perpustakaan. Sampai saat ini akun facebook Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen sudah memiliki 3.374 teman. Kalau dahulu kita sibuk mencari teman, sekarang kita juga sibuk melayani permintaan pertemanan setiap hari.

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan promosi melalui facebook ini. Pertama, mempromosikan keberadaan perpustakaan. Saat ini, meskipun dunia sudah memasuki abad informasi, masih ada sebagian masyarakat kita yang belum mengetahui lokasi perpustakaan umum yang ada di kabupaten/kota masing-masing. Jika lokasi saja belum tahu, bagaimana mungkin masyarakat akan memiliki selera untuk mengunjungi perpustakaan.

Perpustakaan umum kabupaten/kota tidak boleh menutup mata terhadap fakta ini. Untuk itu kehadiran dunia perpustakaan di sosial media merupakan suatu keharusan. Sehingga perpustakaan tidak seperti katak dalam tempurung. Melalui sosial media kehadiran perpustakaan akan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mengingat, dunia maya saat ini merupakan referensi utama masyarakat dalam mencari informasi.

promosibukuKedua, mempromosikan koleksi perpustakaan. Selama ini masih ada buku-buku bagus yang tersimpan dalam rak-rak perpustakaan yang belum menemukan pembacanya. Sebaliknya, betapa banyak pembaca yang sampai saat ini belum menemukan buku yang dirindukannya. Koleksi yang tersimpan di rak-rak perpustakaan tentu tak cukup jika hanya dipromosikan melalui papan pengumuman di ruang perpustakaan. Buku-buku ini perlu dipromosikan dalam ruang pengumuman yang lebih besar yaitu melalui sosial media. Sehingga setiap buku akan menemukan pembacanya dan setiap pembaca akan menemukan bukunya.

Ketiga, mewujudkan layanan prima kepada masyarakat. Kualitas layanan birokrasi kepada masyarakat sampai saat ini masih memprihatinkan. Masyarakat masih kesulitan untuk memperoleh informasi secara cepat, tepat, dan akurat dari birokrasi meskipun saat ini cukup banyak instansi pemerintah yang memiliki website berdomain “ go.id “. Website milik instansi pemerintah rata-rata jarang diupdate. Sehingga fungsi utama website untuk melayani masyarakat menjadi hilang tak berbekas. Yang tertinggal hanya fungsi untuk “bergaya, menjaga kepatutan, dan sekedar menggugurkan kewajiban” biar dikira sudah melek teknologi informasi.

Sosial media merupakan sarana yang tepat untuk memberikan layanan informasi yang cepat, tepat, dan aktual kepada masyarakat. Perpustakaan umum kabupaten/kota yang melaksanakan tugas birokrasi di bidang budidaya membaca dituntut untuk selalu memberikan informasi kepada masyarakat melalui sosial media.

Di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen hubungan perpustakaan dengan komunitas wirausaha, perempuan, dan remaja terjalin dengan baik melalui facebook. Pelatihan teknologi informasi yang dilakukan di perpustakaan cukup diinformasikan melalui facebook. Demikian pula dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya seperti pelatihan membuat kerajinan tangan, pelatihan menulis, dan pelatihan otomasi perpustakaan bisa berjalan dengan baik melalui promosi di facebook.

Komunitas yang terbina di dunia maya ini pada akhirnya juga akan memberikan manfaat di dunia nyata. Setelah mereka merasakan manfaat perpustakaan di dunia maya dengan sendirinya mereka akan berusaha untuk merasakan manfaat perpustakaan di dunia nyata. Dengan menikmati buku-buku yang tersedia di rak maupun informasi melalui internet yang disediakan secara gratis di perpustakaan.

Keempat, memberikan pendidikan kepada masyarakat. Sosial media merupakan sarana bagi perpustakaan untuk memberikan pendidikan literasi kepada masyarakat. Kegiatan-kegiatan maupun informasi-informasi yang bernuansa literasi dapat ditayangkan di sosial media. Seketika itu juga informasi yang ditayangkan ini bisa diakses oleh ribuan orang baik melalui komputer, laptop maupun telepon seluler yang saat ini jumlah penggunannya telah melebihi jumlah penduduk Indonesia.

Di Sragen, perpustakaan sudah terbiasa menerima pertanyaan dari masyarakat baik di dalam maupun luar negeri melalui facebook. Jika pertanyaan yang diajukan menyangkut perpustakaan, kami bisa segera memberikan jawabannya. Namun sedikit yang menjadi kesulitan ketika pertanyaan itu merupakan tugas pokok dan fungsi instansi lain yang kurang cepat dalam menanggapi pertanyaan dari rakyat.

Pendidikan literasi di dunia maya sejatinya tidak hanya untuk keperluan promosi melainkan juga untuk kepentingan pembelaan dan pembinaan perpustakaan binaan baik yang berada di desa, kecamatan, maupun sekolah. Memberikan penerangan kepada kepala desa, kepala sekolah dan camat, bahwa memberdayakan perpustakaan itu sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

3 comments

  1. Wah … Luar biasa kang .. Alhamdulillah. Ini harus kita sosialisasikan secara intens dan sabar. :-) Masuknya perpus ke dunia maya pasti akan sangat mendukung semagat mebaca masyarakat kita. :-)

  2. Romi Febriyanto Saputro

    Terima kasih Mas Fahri…ini menjadi harapan kita bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif