Home » TEKNO » Informasi dan IPTEK » Informasi » Kesehatan » Hujan Datang, Leptospirosis Membayang

Hujan Datang, Leptospirosis Membayang

http://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&docid=YMghSjvpcN0LtM&tbnid=v6DmA-uXaJTboM:&ved=0CAcQjB0&url=http%3A%2F%2Fwww.wanista.com%2Fterkini-6-8-juta-tikus-bersarang-di-kuala-lumpur%2F&ei=J_DAUu6mLMWPrQe7lYDoDw&psig=AFQjCNGJ0TOQsh8_FuCmOJTc0GU7pS6boA&ust=1388462503833759

http://www.wanista.com

Seperti biasanya, ketika musim penghujan datang seperti saat ini, genangan air dan banjir tak dapat terelakkan. Jalanan menjadi becek dan cenderung kotor. Begitupun saluran air dan got yang terkadang penuh dengan sampah semakin memperparah keadaan.

Musim hujan cenderung menjadi saat dimana banyak penyakit muncul. Mulai dari penyakit kulit dan gatal-gatal, influenza, batuk sampai dengan demam berdarah  dengue yang tak jarang sampai merengggut korban. Selain nyamuk, ada lagi hewan yang sangat senang dengan datangnya musim penghujan, siapa lagi kalau bukan tikus, dan hewan pengerat yang satu ini memang dikenal sebagai pembawa banyak penyakit.

Salah satu penyakit yang bersumber pada tikus adalah leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira sp dan dikategorikan sebagai penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Karena sifat nya yang ditularkan melalui air (water borne disease) yaitu urine, maka penyakit ini memang paling mewabah di kala musim hujan, apalagi untuk daerah rawan banjir, dimana air akan menggenang kemana-mana dan urine tikus ikut menyebar bersama dangan sampah yang hanyut.

***

Jika manusia terinfeksi leptospira, maka akan ditandai dengan demam, nyeri otot dan muntah juga mata merah. Namun karena banyaknya kemiripan dengan gejala penyakit yang lain, terkadang akan mengelirukan diagnosa yang dibuat. Jika tidak dapat tertangani dengan baik, kondisi akan semakin parah dan berlanjut menjadi syndrome weill yang ditandai dengan jaundice (kuning pada kulit), nekrosis hati, gangguan fungsi ginjal dan paru. Jika dalam kondisi seperti ini tetap tidak mendapatkan penanganan yang tepat maka jaundice akan lebih berat sehingga penderita dapat mengalami gagal ginjal dan serta kolaps pada paru dan tidak mustahil berakhir dengan kematian.

***

Untuk diketahui, leptospirosis menyebar melalui luka atau lecet pada kulit, dan mukosa yang lain seperti hidung, mulut dan mata. Selain dari cemaran urine, leptospirosis dapat juga ditularkan melalui makanan dan minuma. Sebenarnya penyakit ini bisa menjangkiti semua mamalia, namun sumber paling sering adalah tikus. Namun seringkali hewan yang terinfeksi leptospirosis menampakkan gejala klinis dan tetap terlihat sehat.

Kita bisa mengambil langkah-langkah berikut untuk dapat menghindar dari leptospirosis, pertama selalu memakai alas kaki tertutup (sepatu) ketika keluar rumah terutama untuk daerah banjir atau tergenang air. Kedua, gunakan selalu sarung tangan dan sepatu bot untuk anda yang hobi berkebun, agar tidak terkena tanah becek yang mungkin terkontaminasi, ketiga selalu cuci tangan memakai sabun ketika hendak makan atau memproses makanan. Keempat, bersihkanlah lingkungan dari sampah dan barang-barang tidak terpakai karena biasanya tikus senang bersarang dan membuang kotoran disitu dan terakhir jika memang mempunyai luka atau lecet maka balutlah luka dengan perban kedap air sehingga kemungkinan kontak dengan air atau tanah yang tercemar urine menjadi sangat kecil.

Semoga bermanfaat, salam.

 

 

Facebook Comments

About indri permatasari

4 comments

  1. wah, harus ekstra hati-hati di musim hujan ini ya, mbak. saya baru tau ada penyakit Leptospirosis, hehe :D ternyata sangat berbahaya ya, mbak.https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif
    trims sharingnya. bermanfaat sekali. salam :)

    • hehe…hujan membawa berkah tapi kadang membawa penyakit kalo kondisi kita dan lingkungan ndak baik ya mba vivi

      makasi dah mampir
      salam kenal :)

  2. katedrarajawen

    bermanfaat benar :2thumbup

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif