Home » TEKNO » Informasi dan IPTEK » Informasi » Kesehatan » Kucing, Kambing Hitam Toxoplasmosis

Kucing, Kambing Hitam Toxoplasmosis

afranko.com

afranko.com

“jangan piara kucing, nanti kena tokso lho”

Kalimat seperti ini tentu sering kita dengar bukan, dan seperti biasanya kalau sudah menyangkut tentang toxoplasmosis atau lebih sering dikenal sebagai tokso saja, pasti yang disalahkan adalah si meong alias kucing. Sebenarnya apa sih toxoplasmosis itu?benarkah penyakit yang selalu identik dengan si manis itu benar-benar adalah kesalahan si kucing? Hmm yuk kita lihat lagi sekilas.

Seringkali saya membaca baik di media bahwa toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, padahal itu tidaklah benar. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa Toxoplasma gondii, dan sayangnya penyakit ini adalah zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

Kasus tokxoplasmosis sendiri memang lebih banyak terjadi di daerah beriklim tropis dan banyak berjangkit pada manusia. Walaupun bisa berakibat fatal seperti keguguran pada janin atau gangguan serius terhadapa orang yang mederita system kekebalan tubuh seperti penyakit AIDS. Walaupun begitu toxoplasmosis pada manusia kerapkali tidak menunjukkan gejala klinis yang berarti sehingga sulit terdeteksi.

***

Kembali lagi ke si meong, jika saja binatang berkumis tapi menggemaskan ini bisa bicara, pasti dia akan sangat emosi karena selalu dijadikan kambing hitam atas kejadian penyakit toxoplasmosis. Padahal kenyataannya si meong mengeluarkan oocysta infektif melalui fesesnya hanya beberapa hari setelah terinfeksi, jadi sebenarnya kemungkinan sangat kecil bagi manusia terpapar Toxoplasma melalu feses

Nah kalau seperti itu faktanya, kenapa banyak manusia yang tertular toxoplasma? Berikut beberapa cara infeksi toxoplasma terjadi pada manusia

  1. Mengkonsumsi daging yang terinfeksi toxoplasma dan dimasak setengah matang atau yang tidak masak sempurna, seperti steak atau sate, terutama untuk daging kambing/domba dan babi.
  2. Mengkonsumsi makanan seperti buah dan sayuran ataupun minuman yang terkontaminasi protozoa toxoplasma. Seperti makan lalapan yang tidak dicuci bersih
  3. Infeksi vertical dari ibu hamil terhadap janinnya, jika infeksi toxoplasmosis terjadi selama masa kehamilan.

Tapi bagi para pecinta kucing, tidak ada salahnya untuk juga memperhatikan hal hal seperti berikut agar peliharaannya sehat dan terbebas dari toxoplasmosis

  1. Jagalah selalu kebersihan kandang dan kucing, mandikan jika memang sudah terlihat kusut dan kotor.
  2. Jangan membiasakan kucing untuk memakan hasil buruannya seperti tikus dan hewan lainnya.
  3. Jangan memberikan kucing kita daging mentah, karena bisa merupakan sumber infeksi protozoa toxoplasma.
  4. Latihlah kucing untuk bisa membuang kotoran di tempat / litter yang sudah disediakan
  5. Selalu jaga kesehatan hewan piaraan dengan rutin memeriksakan ke dokter hewan.

***

Kalau kita bisa menjaga kesehatan kucing peliharaan dengan sebaik mungkin, artinya kita juga telah melindungi diri kita dari kemungkinan tertular toxoplasmosis. Karena sampai saat ini belum ada vaksin yang efektif untuk mencegah toxoplasmosis pada kucing, dan kucing yang terinfeksi juga tidak menunjukkan gejala klinis yang menciri sehingga sulit terdeteksi, namun kekebalan akan terbentuk secara alami setelah infeksi.

Jadi masihkah terus menyalahkan kucing sebagai satu-satunya biang kerok  penyebab toxoplasmosis, hmm..sepertinya kita juga harus melihat gaya hidup masing-masing terutama pola makan selama ini.

Semoga bermanfaat, salam.

Facebook Comments

About indri permatasari

2 comments

  1. semua kembali kepada gaya hidup masing-masing. terimakasih tulisannya. sangat bermanfaat :2thumbup
    salam sehat https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

    • hehehe..betul mba vivi, kembali lagi ke diri kita ya mau jaga kesehatan atau nggak ya..makasih mba vivi dah mau mampir baca, salam :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif