Home » TEKNO » Informasi dan IPTEK » Informasi » Kesehatan » Obat Kanker dari Tuhan

Obat Kanker dari Tuhan

here you go, my beloved momPagi ini, aku masih duduk di depan komputer tempatku mengajar sambil mengerjakan administrasi sekolah. Di sudut mejaku ada dompet kecil. Jadi teringat tahun 2003, ibuku didiagnosis menderita kanker cerviks stadium III. Wow, penyakit yang menakutkan bagi sebagian orang tapi tak begitu menakutkan bagi aku dan ibuku. Toh bagaimanapun menakutkannya, ibuku terlanjur menderita penyakit itu.

Ibuku di rawat di RSUP Karyadi selama 45 hari dengan pengobatan penyinaran selama 25 kali. Selama itu pula ibuku harus berada dalam keadaan fit.

Kondisi keuangan kami membuat ibu tidak bisa membeli obat pendukung yang luar biasa mahal.

45 hari di rumah sakit membuat ibuku terlihat lebih tua beberapa tahun dari umur sebenarnya.

Statement dokter yang mengatakan ibu tak akan sembuh seumur hidup benar-benar membuat aku patah hati. Buatku, ibu adalah alasan aku bertahan di kota ini dan beliau pula alasan aku kuat menjalani semua.

Keinginan untuk menyembuhkan ibuku melebihi antusiasme ku yang kala itu baru saja diterima di sebuah universitas negeri di Semarang melalui jalur prestasi.

Aku terus mencari dan mencari hingga suatu ketika aku dan ibu membaca sebuah artikel.

Artikel itu mengulas manfaat daun pepaya yang direbus dua jam lamanya untuk mengobati kanker paru-paru, entah tak kuingat lagi siapa penulisnya.

Dan artikel itu membuat ibuku sepakat mencobanya. Mengawali semuanya dengan Bismilllahirrahmanirrahim dan doa yang sangat kuat untuk kesembuhan ibuku.

Alhamdulillah, di tahun kesebelas setelah diagnosis dokter itu, ibuku masih berdiri dengan tegak. beliau masih bisa melaksanakan shalatnya dengan khusyuk bahkan beliau masih bisa menimang dan membantu merawat cucu-cucunya yang sekarang sudah berjumlah 4 orang.

Itulah sekilas mengenai Obat dari Tuhan. Obat yang sangat murah bahkan kadang aku hanya perlu memintanya pada orang.

tapi melalui obat itu pula kesembuhan ibu kudapat. Terima kasih Allah SWT, Kau berikan keajaiban dari sesuatu yang sederhana :-)

Penulis berharap pembaca bisa bijak menyikapi tulisan ini. Obat yang kami dapat ini mungkin sudah terbukti khasiatnya melalui kesembuhan ibu tapi tentunya akan lebih baik bila sebelum mencoba obat yang akan anda konsumsi, konsultasilah dengan dokter karena bagaimana pun menyerahkan semua pada ahlinya pasti hasilnya lebih maksimal.

ilustrasi : http://esq-news.com/kesehatan/2010/03/10/ekstrak-daun-pepaya-atasi-kanker.html

 

Facebook Comments

About Novira Mayasari

10 comments

  1. Vivi Tirta Wijaya

    kadang, obat tradisional dapat menyembuhkan penyakit yang berart ya. hebat. salut buat ketegaran Ibu dan antusiasme kamu https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • Vivi Tirta Wijaya

      Oh ya, jangan lupa untuk memasang gambar di featured image ya. Caranya, di bagian kanan atas pada halaman edit post, ada tulisan “set featured image”, nah kamu klik dan pilih gambar yang akan dijadikan featured image.
      Selamat mencoba https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  2. katedrarajawen

    Kalau sudah kehendak Tuhan, maka sulit dipercaya akan sebuah kesembuhan, yang terpenting adalah usaha sampai pada akhirnya

  3. Informasi yang sangat bermanfaat https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif
    Terimakasih

  4. f-i-agungprasetyo

    Waw… dokternya mungkin terlalu pelit untuk memberikan resepnya, padahal sudah banyak pula yang beroleh sembuh dari tanaman obat. Mugnkin juga dokternya “Fresh Graduate”… hehehe :ngakak

  5. hmmm, sebuah dilema ya, mungkin untuk memberikan sebuah resep tradisional seorang dokter harus melakukan penelitian dll, jadi gak berani langsung pasang statement apalagi memberikan resep. :-) https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif