Home » TEKNO » Informasi dan IPTEK » Informasi » Media » Fenomena Facebook di Kalangan Remaja

Fenomena Facebook di Kalangan Remaja

388694_2801126595631_1482558273_2946918_1632567912_n1
Siapa yang tidak tau facebook? Sosial networking ini sudah menjadi trend di semua kalangan masyarakat Indonesia. Tapi kali ini hanya akan difokuskan terhadap Facebook dalam Kehidupan Remaja.

Pernahkah sobat melihat komentar seperti ini di beranda sobat?

”aduh, capek banget nih…”
“dia punya yang beru lagi,,,sebel deh..”
”asyikk, hujan turun lagi..”

Itu hanya sebagian contoh dari status para remaja di Facebook. Fktanya, mayoritas pengguna Facebook adalah kalangan remaja. Dan Indonesia termasuk negara yang memiliki akun facebook terbanyak. Jika melihat ini, bisa dipastikan hampir semua remaja di Indonesia mempunyai akun facebook.

Pernah aku bertanya kepada seorang kawan, “kenapa sih kamu bikin fb?”, lalu dia jawab,, “ya, kamu ini gimana sih. Kalau gk pnya fb tu kampungan, gk gaul. Semua temenku aja punya.”

Mendengar itu aku jadi berpikir bahwa ternyata banyak remaja kita yang bergabung di facebook hanya karena sedang trend dan diminati banyak orang. Padahal sebenarnya dunia sosial network sudah ada sejak lama. Contohnya seperti friendster dan twitter. Tapi, apa yang membuat facebook yang lahir baru-baru ini populer? Sebenarnya menurutku karena mereka tidak mengenal yang namanya friendster. Mereka hanya tau tentang dunia maya sesudah facebook masuk ke indonesia. Akibatnya, para remaja kita jadi cenderung menjadikan facebook sebagai ajang pamer. Ini lho, aku temannya bnyak, ini lho banyak yg ngelike statusku, ini lho banyak yg komen. Terjadilah Fenomena Facebook seperti sekarang ini.

Bahkan tidak jarang yang menjadikan facebook sebagai tempat pelampiasan emosi yang tidak bisa dikeluarkan di dunia nyata. Ini semakin memperparah keadaan. Tahukah anda, bahwa di jejaring sosial seperti friendster, indonesia terkenal dengan pengguna frienster yang ceplas-ceplos. Dalam artian terlalu obsesi dengan friendster dan asal menuliskan status. Tapi yang lebih parah adalah fenomena facebook. Ternyata, hal yang terjadi pada friendster, terjadi pula di facebook, bahkan intensitasnya 2 kali lipat. Wow….

Sosial Network bukanlah ajang curhat, bukanlah diary tempat kita meluapkan semua uneg2. kenapa begitu? Ingat, apa yang anda tulis akan dibaca dan dilihat oleh semua oirang. Jadi sepantasnya berhati-hati dalam menuliskan sesuatu di dunia maya, karena 1 detik setelah anda menulis, orang lain di negara yang berbeda dapat langsung membacanya. Jika memang mau menuliskan uneg-uneg, buatlah Blog Pribadi yang di dalamnya dapat kita isi dengan apapun yang ada dalam pikiran kita. Misalnya seperti Blog ini, Dunia Ilmu. Selain memberi kepuasan bagi diri sendiri, blog juga dapat bermanfaat bagi orang lain yang membacanya.

Lihatlah pada kenyataan. Banyak kasus-kasus yang terjadi akibat facebook. Ada kasus penculikan, kasus pertikaian karena pencemaran nama baik di Facebook, dan semacamnya. Itu semua terjadi karena ketidakmampuan dalam menjadikan Facebook sebagai sosial network yang sesungguhnya, yaitu menghubungkan kenalan,mencari orang-orang (kenalan) yang jauh, mencari teman, dll.

Ada kabar bahwa di jepang, hampir tidak ada orang yang memakai identitas asli saat berhubungan dengan dunia maya. Ini mereka lakukan untuk meminimalisir kejahatan melalui dunia maya tersebut. Kita tidak perlu melakukan hal yang sama seperti mereka, namun kita hanya perlu mengubah Mind Set kita tentang Facebook. Okelah, sewaktu-waktu sobat dapat curhat tentang masalah pribadi. Tapi saran saya, surhat-lah kepada orang yang dapat dipercaya di Inbox. Ini agar rahasia sobat terjamin.

Sekiranya cukuplah tulisan yang panjang ini. Ini merupakan pemikiran saya sendiri tentang Fenomena Facebook yang merajalela. Jika sobat tidak suka atau keberatan dengan opini saya, silahkan sampaikan lewat komentar. Insyaallah saya akan menerima kritikan dan saran dari sobat.

Sumber : http://dunia-ilmu-indah.blogspot.com

Facebook Comments

About Akhmad Mutaallimin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif