Home » TEKNO » Informasi dan IPTEK » Informasi » Media » Fenomena Twitter Di Indonesia

Fenomena Twitter Di Indonesia

Ilustrasi-Twitterland-scoopempire.com_
Pernah dengar kata twitter atau kata follow me on twitter? Mungkin bagi teman-teman blogger istilah Twitter sudah sangat familiar. Namun belum tentu bagi yang lainnya. Di sini saya akan mencoba menjelaskan fenomena twitter ini.

Twitter adalah suatu situs web layanan jaringan sosial dan mikroblog yang memberikan fasilitas bagi pengguna untuk mengirimkan “pembaharuan” berupa tulisan teks dengan panjang maksimum 140 karakter melalui SMS, pengirim pesan instan, surat elektronik, atau aplikasi seperti Twitterrific dan Twitbin. Twitter didirikan pada Maret 2006 oleh perusahaan rintisan Obvious Corp. Hanya saja twitter ini boomingnya telat, bahkan bila dibandingkan dengan Plurk sutus jejaring sosial lainnya yang lebih muda.

Di Indonesia sendiri Twitter jumlah penggunanya masih belum sebanyak Plurk, meskipun Twitter begitu populer di Amerika Serikat. Namun bisa jadi kondisi itu akan berubah di beberapa bulan mendatang. Katanya, sekarang pengguna Twitter di Indonesia sudah mencapai 1.500 orang (mohon koreksi jika salah).

Kesuksesan Twitter membuat banyak situs lain meniru konsepnya, kadang menawarkan layanan spesifik lokal suatu negara atau menggabungkan dengan layanan lainnya. Suatu sumber bahkan menyebutkan bahwa paling tidak ada 111 situs web yang memiliki layanan mirip dengan Twitter.

Apa keuntungan dari twitter ini sendiri?

Basic dari Twitter ini sendiri adalah sebuah microblogging, dimana anggotanya bisa menjawab pertanyaan seperti “Apa yang sedang kamu lakukan?” dengan mengirimkan pesan singkat terbatas hanya sampai 140 karakter.

Format jawaban pendek yang disebut dengan tweet itu menunjukkan karakteristik layanan yang diberikan oleh Twitter yang merupakan keunggulannya dibanding situs lain. Twitter memudahkan disampaikannya informasi singkat dan padat tanpa harus capek-capek mengirim SMS atau e-mail. Keunggulan lainnya adalah kita bisa berbagi informasi dengan orang-orang lain di luar kontak HP atau e-mail kita. Tentu saja, hal ini bisa membuat lingkaran teman kita lebih banyak, lebih luas, dan kita bisa bergabung ke dalam komunitas orang-orang yang lebih besar dan cepat berkembang.

Menggunakan layanan Twitter pun tampaknya jauh lebih mudah daripada layanan jejaring pertemanan lainnya. Kita bisa mengirimkan pesan singkat kita melalui beberapa cara, bisa melalui situs Twitter secara langsung, melalui SMS, atau melalui aplikasi Twitter lainnya seperti Twirl, Snitter, atau Twitterfox yang merupakan aplikasi tambahan untuk browser Firefox.

Lalu, sebenarnya apa sih yang membuat Twitter menjadi begitu populer?
Twitter ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai penggunaan, apakah itu untuk urusan pribadi ataupun untuk urusan bisnis.

Twitter bisa digunakan sebagai sarana yang hebat untuk terus berhubungan dengan teman-teman kita. Kita bisa memberikan informasi dengan cepat tentang keberadaan kita ataupun apa yang akan kita lakukan. Misalnya, kita bisa menulis, “Aku mau makan teriyaki di resto Jepang nih, ada yang mau ikutan nggak?” Dan kita tinggal menunggu teman-teman kita memberi respons pada tweet kita (alias memberi RT, Response Tweet).

Untuk urusan bisnis, Twitter bisa dijadikan alat untuk mengumumkan kabar terbaru atau posting blog terbaru dari sebuah perusahaan bahkan berinteraksi dengan konsumen. Twitter juga memudahkan kolaborasi internal dan komunikasi dalam sebuah kelompok.

Saking mudahnya penggunaan Twitter, sampai-sampai pemerintah Israel pun mengumumkan secara resmi bahwa mereka akan melakukan konferensi pers via Twitter sejak 30 Desember tahun lalu. Tak main-main, NASA juga menggunakan Twitter untuk memberi berita terbaru mengenai penemuan air di Mars pada Oktober 2007 silam.

Sumber: http://muhammadazhary.blogspot.com/2009/06/fenomena-twitter-di-indonesia.html

Facebook Comments

About Akhmad Mutaallimin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif