Home » TEKNO » Informasi dan IPTEK » Informasi » Berita Dalam Negeri » Ujian Konsistensi Dan Pertaruhan Integritas Seorang Ahok

Ujian Konsistensi Dan Pertaruhan Integritas Seorang Ahok

ahok-naik-mobil-pribadi     sumber : www.detik.com


Saya masih teringat kata-kata Ahok, bahwa seorang Ahok akan lebih mentaati konstitusi dari pada kitab suci. Artinya, semua peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah sebagai pengayom masyarakat banyak dan plural, itulah sebuah konstitusi dan konsekwensinya harus dipatuhi dan ditempatkan sebagai acuan nomor satu untuk ditaati tanpa syarat. Siapa pun dia termasuk pejabat dan pembuat peraturan itu sendiri baik itu gubernur, wakil gubernur atau DPR dan DPRD.

Sampai di sini, akhirnya ada sebuah konstitusi berupa Instruksi Gubernur DKI No. 150 tahun 2013 yang dikeluarkan pada tanggal 30 Desember 2013, bahwa diinstruksikan kepada semua pejabat dan pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta untuk menggunakan sarana angkutan umum ( termasuk ojek ) untuk berangkat ke kantor. Himbauan ini hanya berlaku satu hari dalam satu bulan setiap Jum’at pertama. Dan besuk tanggal 3 Januari 2014 adalah Jumat pertama mulai diterapkannya peraturan itu.

Namun belum juga peraturan itu dilaksanakan sudah mendapat tanggapan berupa sikap pak Ahok yang berencana akan tetap menggunakan mobil pribadi. Pak Ahok tidak mau menggunakan bus dengan alasan tidak efisien karena harus pindah bus tiga kali dari rumah ke kantor. Lho, mengapa orang pertama yang akan melanggar peraturan justru dari orang terdekat pak Gubernur? Bukankah Ahok ikut juga menggagas peraturan ini? Kalau tidak ada kesepakatan mengapa tetap diberlakukan aturan itu?

Yang sangat disayangkan adalah alasan pak Ahok karena tidak efisien. Memang benar, tentu tidak efisien karena jika tidak disiapkan pagi-pagi kemacetan akan dihadapi dalam perjalanan ke kantor. Di samping waktu tempuh akan lebih lama. Lalu apa kata dunia jika peraturan Gubernur akhirnya harus dilanggar pertama kali oleh wakil gubernurnya yang justru sebelumnya sering menyerukan perlunya taat konstitusi? Apa mungkin bagi pak Ahok instruksi gubernur bukanlah sebuah konstitusi sehingga tidak mengapa dilanggar. Oke, jika memang instruksi itu tidaklah wajib atau mengikat, namun tetap saja jika pak Ahok melanggarnya tentu akan beresiko peraturan itu sulit untuk diikuti oleh bawahannya, karena bagaimana pun juga bawahan itu sering kali mencontoh apa yang dilakukan atasan. Bukankah pak Ahok sering mengatakan, kalau bawahan tidak akan berani tidak lurus jika pemimpinnya lurus?

Mungkin inilah, titik awal sebuah konsistensi seorang Ahok diuji. Dan bahkan mungkin juga integritas pak Ahok akan dipertaruhkan. Tidak ingatkah pak Ahok baru saja mendapat penghargaan sebagai tokoh anti korupsi dengan diterimanya Bung Hatta Award? Mungkin pelanggaran ini bukan termasuk korupsi, tapi bisa menjadi langkah awal dan bibit-bibit korupsi jika dibiarkan. Memang berat menjadi pemimpin, apalagi memimpin ibukota Jakarta. Semua perilaku dipantau dan dimonitor oleh rakyat, karena rakyat telah menitipkan amanah ke pundak pimpinannya. Namun bukankah Bapak sudah siap dengan ini semua? Bahkan Bapak seringkali mengutarakan siap mati untuk konstitusi, kenyataannya kok  berhadapan dengan kemacetan saja tidak siap menghadapi?

Duh, saya sebelumnya sangat mengagumi pak Ahok. Sampai detik ini. Tapi jika besuk ternyata pak Ahok benar-benar tak mengindahkan instruksi gubernur dengan menolak menggunakan transportasi umum maka ada kemungkinan akan banyak pengagum Bapak mulai berkurang simpati dan respeknya kepada Bapak Ahok.

Tapi semoga saja Bapak mendengar kritikan dan suara-suara menyayangkan dari orang-orang seperti kami yang merindukan pemimpin yang bisa diteladani perilakunya. Saya tetap berbaik sangka, mungkin pak Ahok sedang khilaf dan malam ini istrinya dan orang-orang dekatnya mengingatkan pak Ahok untuk tetap taat pada konstitusi.

Salam Jakarta Baru.

#Jakarta, 2 Januari 2014

 

 

 

http://news.detik.com/read/2014/01/02/174134/2456994/10/ini-tanggapan-jokowi-soal-ahok-tetap-naik-mobil-di-jumat-pertama?topnews

Facebook Comments

About heripurnomo

One comment

  1. Disikapi positif aja dulu mas Heri, daripada terlambat ke kantor, urusan banyak yang keteteran nanti :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif