Home » TEKNO » Isu Aktual » Video Kaleng : Kami Pegang Janji Jokowi

Video Kaleng : Kami Pegang Janji Jokowi

jokowi video

foto detik.com

Ada sebuah video pendek berjudul “Kami Pegang Janji Jokowi”. Video yang cuma berdurasi sekitar 7 menit ini teryata berisi potongan potongan video dari berbagai event/acara, sejak Jokowi berseragam kotak-kotak semasa berkampanye menjadi calon Gubernur DKI, hingga saat Mendagri Gemawan Fauzi melantiknya sebagai pejabat Gubernur DKI yang sah.

Bila saya amati lebih jauh, pembuatan video ini terkesan asal-asalan (asal jadi) dan ini nyata sekali punya tujuan tertentu. Meski dalam video tersebut saya tidak menemukan nama pembuat atau yang bertanggungjawab, tapi saya sudah bisa menebak, pihak mana yang sengaja mengedarkannya.

Apa yang membuat saya berkesimpulan bahwa video kaleng Jokowi tersebut punya tendensi politik adalah karena dalam video tersebut hanya memuat ucapan dan janji-janji jokowi untuk melanjutkan masa jabatannya sampai penuh 5 tahun.
Masa jabatan 5 tahun untuk Kepala Daerah adalah hal yang biasa saja, dan biasanya memang tak ada yang perlu dipermasalahkan. Tapi mengapa dalam video ini seakan akan masa jabatan 5 tahun Jokowi yaitu 2012-2017 dijadikan  fokus utama ?

Siapapun pejabat tentu ingin menyelesaikan masa bhaktinya hingga penuh 5 tahun, sebab ini sebagai konsekwensi dan tanggungjawab moral sebagai seorang pejabat Kepala Daerah.
Nah, lalu apa motivasinya bila ada pihak tertentu yang mempertanyakan mengenai hal ini, sampai sampai rela membiayai pembuatan video kaleng tersebut ?  Sudah bisa ditebak, dan sederhana saja logikanya.

Suhu politik saat ini mulai memanas terkait pemilihan Presiden/WaPres untuk periode 2014-1019. Tersirat kabar mengenai nama nama Capres yang akan dijagokan didalam ajang Pemilu mendatang, termasuk Jokowi.
Bahkan dari hasil survey yang telah diselenggarakan oleh berbagai lembaga, nama Jokowi selalu berada di posisi teratas untuk terpilih sebagai Presiden. Pendek kata, publik sudah memutuskan untuk memilih Jokowi, bila mencalonkan sebagai Capres.

Data survey inilah yang menjadi kekhawatiran para kompetitor yakni pihak pengusung nama Capres lainnya dan menjadi masalah yang tidak bisa dipandang remeh. Elektibilitas Jokowi sedang berada pada puncaknya, dan seakan sudah menjadi ‘trade mark’ pejabat  terpercaya yang mampu menjadi Presiden RI  2014 nanti.

Kembali pada kasus Video kaleng Jokowi, maka pihak pembuat video tersebut telah ‘gelap mata’ dan berusaha untuk ‘menjegal’ langkah Jokowi sebagai Capres dengan cara yang sangat tidak ‘elegan’, namun mungkin memang begitulah politik.  Mereka berpikir pendek dan sederhana, seringkali tanpa etika dan apapun cara dihalalkan, asal bisa menang.

Bila video kaleng Jokowi tersebut dibuat dengan itikad baik, sejalan dengan perkembangan kinerja Jokowi Ahok sebagai Kepada Daerah maka sesuai judulnya “Kami Pegang Janji Jokowi”, tentu yang diliput adalah mengenai realisasi program program pemerintah provinsi DKI yang telah dan akan dicapai. Masih banyak kinerja positif Jokowi-Ahok dalam membangun Jakarta Baru yang bisa dirangkum sebagai acuan bagi yang ingin memegang janji Jokowi untuk tetap bertahan sebagai Gubernur DKI sampai dengan 2017. Bukan sekedar memuat cuplikan pernyataan Jokowi yang berjanji untuk menjadi Gubernur sampai tuntas 5 tahun.

Untuk memegang janji seseorang, apakah hanya dipegang yang keluar dari bibirnya saja ? Tentu saja tidak. Harus diselaraskan dengan kegiatan dilapangan. Apa yang dikerjakan adalah sebagai bukti ,  dan apa yang diucapkan hanyalah sekedar janji.
Untuk apa sekedar memegang janji yang diucapkan, tanpa melihat apa yang dibuktikan dari hasil kerjanya ?

Bilapun ternyata pada ‘last minute’ nanti Jokowi jadi dicalonkan sebagai Capres dari kubu PDIP, maka seharusnya hal ini juga tak perlu dipermasalahkan. Bukankah sudah menjadi hak setiap warga negara untuk dicalonkan dan mencalonkan diri sebagai Capres, asalkan tidak melanggar konstitusi.

Lalu terkait dengan janji untuk menjalankan tugas memimpin DKI, yang seakan Jokowi tidak menepati janjinya, hal ini juga terlalu dibesar besarkan saja. Sebab tanpa Jokowi pun. masih ada wakilnya Basuki Tj Purnama (Ahok) yang mampu memimpin ibukota. Kualitas kepemimpinan Ahok juga tak perlu dipertanyakan lagi bukan ? Menjadi pejabat negara yang lebih tinggi dan untuk kepentingan yang lebih besar bahkan nasional, bukankah itu jauh lebih penting dan mulia untuk didahulukan ?

Saya bukan pendukung Jokowi sebagai presiden, tapi saya mendukung semua pejabat yang jujur, bersih dan dapat dipercaya, siapapun itu. Tidak harus Jokowi yang jadi presiden.  Siapapun atau pejabat manapun  yang sedang aktif di pemerintahan yang akan maju, sama sekali tak ada persoalan.

Negara ini butuh  Presiden yang bersih, dapat  dipercaya dan Jujur (BDJ), dengan demikian masalah Jokowi yang dianggap mengingkari janji untuk menjalankan masa bhakti sebagai Gubernur DKI sampai tuntas 5 tahun, menjadi tidak penting lagi.

Kita semua menunggu, siapa saja gerangan yang akan tampil sebagai Capres resmi pada Pemilu April nanti.  Bila memang nanti Jokowi tercantum dalam daftar  nama Capres, dan tiada lagi lainnya yang menurut saya punya karakter BDJ, sayapun tak kan ragu memilihnya.

Salam.

Facebook Comments

About Doni Bastian

4 comments

  1. setujuuuu…kita lagi butuh banget pemimpin yg BDJ…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif

  2. Muhammad Armand

    Bung Dino Bastian
    Janji itu benar adanya…
    Buatku, Jokowi tak perlu jadi presiden
    Cukup ia telah menginspirasi orang banyak.
    Orang baik, cerdas, ataupun kelebihan lainnya
    Segala itu hanya bisa diatasi oleh takdir…
    Itu saja komentarku..

  3. Anita Godjali

    Mas Doni, kalau memang berlian di dalam lumpur pun tetap berkilau

  4. Maaf Mas, saya lebih sreg jika Jokowi sementara ini menuntaskan masa bhaktinya. Ini agar menjadi contoh bagi siapapun (termasuk partai) untuk menghormati apa yang namanya “masa jabatan”…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif