Home » TEKNO » Isu Aktual » Wanita-wanita disekeliling para scammer

Wanita-wanita disekeliling para scammer

wanita

1395769_577872748927581_777103462_n_2

https://www.facebook.com/angelic.devillish
Angelic Devillish
 
Her real name is : Fami Safrina binti Mohamed Fadzillah
Her FB name : Angelic Devillish
Stayed in area Puchong – Selangor, Malaysia.She got 2 babies with 2 different African man, one of them is from Armen Mike Dragon from Ghana.

Account holder :
Fami Safrina Binti Mohamed Fadzillah, Adress:No. 2 Jalan, Miri City, 98000 Miri Sarawak, Malaysia. – Account no.: 14790000739523, Address: Lot 23, Departure hall, GF, KL City terminal KL Sentral Station, 50470 KL, Swift code: CIBBMYKL.

This is Fami Safrina Blackberry ‘s number : +60102354080
and this for her what’s app and her phone number : +601116268452

 
I am sure that she liked to sell her body with african in area Sunway Pyramid Plaza, that pubs called Rainforest Borneo, Fami have so many contact in police station.
———————————————————————————————————————————————————
1170794_543553882359468_241078744_n
https://www.facebook.com/sabariah.mustaffa.96

Financial at Ministry of Health MalaysiaStudied Economic at Universiti MalayaLives in Mambang Di Awan
Gambar-gambar diatas hanya sebagian dari wanita-wanita yang menjadi kaki tangan para scammer yang kebanyakan berada di Malaysia.
Para scammer memacari wanita lokal untuk mereka jadikan budak. Selain mereka digunakan sebagai pemuas nafsu seks, para scammer menggunakan akun rekening bank mereka untuk menampung uang yang akan dikirimkan oleh para korban scammer.
Wanita-wanita ini memfasilitasi para scammer dengan membiarkan para scammer untuk menggunakan kendaraan mereka, mengizinkan para scammer untuk bersembunyi di tempat mereka disaat terjadi penangkapan oleh para Pihak Kepolisian.
Para scammer telah mencuci otak mereka, yang tadi nya mereka menggunakan jilbab, istri dan ibu rumah tangga yang shalehah menjadi wanita kafir, beberapa diantaranya mulai menanggalkan jilbab, melakukan free sex dan membantu para scammer dalam tindak penipuan.
Pola hidup mereka sudah mengikuti pola hidup scammer, hang out di bar/pub, minum berakholol, memaki menggunakan  kata-kata yang kasar, dll. Mereka merayakan keberhasilan mereka dengan bersenang-senang di pub, belanja berbagai macam barang-barang mewah dari hasil penipuan yang mereka lakukan.
Mereka seperti mempunyai 2 kehidupan yang berbeda, bekerja di perusahaan di pagi sampai sore hari dan membantu para scammer untuk menjebak para korban di malam hari bahkan terkadang sampai dini hari. Ada juga yang memang kesehariannya tidak bekerja di perusahaan/kantor, mereka hanya mencari korban sebanyak-banyaknya untuk mereka jebak.
Mereka lah yang tertangkap oleh Pihak Kepolisian apabila ada razia, sementara para scammer yang notabene adalah orang-orang kulit hitam menghilang, lari dan bersembunyi sampai situasi dinilai aman. Namun wanita-wanita ini ada juga yang mempunyai kontak di Kepolisian sehingga mereka merasa aman dalam melakukan tindakan penipaun.
Pintu hati para wanita ini sudah tertutup dan terbutakan oleh uang dan harta yang mereka peroleh dengan cara yang tidak halal. Mereka sudah tidak bisa lagi mendengarkan nasihat dari orang lain untuk kembali ke jalan yang benar.
Berhati-hatilah dalam berteman karena terkadang para wanita ini sampai hati menyodorkan teman mereka sendiri untuk dijadikan korban penipuan oleh para scammer. Mereka akan menggunakan berbagai cara untuk memperdaya para korbannya.
Facebook Comments

About Tutut76

3 comments

  1. katedrarajawen

    Mbak Tutut, informasi menarik, tap menurut saya sih tetap ada harapan untuk kembali, sekarang mereka cuma sedang tersesat, semoga

  2. Keren nih ikut gabung juga ya mantap dah

  3. Muhammad Armand

    hemmmmmmmmmmmmmmmmm :D

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif