Home » TEKNO » Isu Aktual » Kurangi Ketimpangan Sosial ; Sektor Agragis Perlu Perhatian Lebih

Kurangi Ketimpangan Sosial ; Sektor Agragis Perlu Perhatian Lebih

Hari ini, Kompas mengusung berita utama berupa angka kemiskinan penduduk di Indonesia yang mencapai 28 juta jiwa. Angka yang lumayan fantastis, dan kalau diprosentasekan mencapai 11% dari total seluruh penduduk Indonesia. Walaupun angka ini menurun dari tahun 2009 (14,15%), namun dari segi ketimpangan (gap antara si kaya dan si miskin) semakin membengkak. Artinya, yang kaya makin kaya, dan yang miskin tetap saja miskin.

Berbagai program pemerintah untuk memberantas kemiskinan sebenarnya banyak digulirkan. Namun, menurut pendapat penulis, program-program tersebut hanya bermanfaat dalam rentang waktu tertentu, artinya hanya program jangka pendek. Program yang benar-benar “memberdayakan” masyarakat kelas bawah juga belum maksimal dijalankan.

Bila pemerintah serius mengatasi masalah ini, seharusnya sektor pendidikanlah yang dijadikan fokus utama. Karena kemiskinan timbul lantaran upah yang minim, dan upah yang minim karena tingkat pendidikan yang rendah, sehingga hanya bisa bekerja sebagai buruh.

Masih menurut berita di Kompas, kemiskinan masih didominasi oleh penduduk yang tinggal di pedesaan. Itu menunjukkan, profesi orang-orang di desa belum menjanjikan, atau dengan kata lain, belum ada usaha serius antara swasta dan pemerintah untuk mengoptimalkan potensi-potensi agraria yang biasanya dimiliki oleh desa.

Hal ini harus diperhatikan, utamanya oleh pemerintahan mendatang. Indonesia, terutama daerah Jawa, adalah pulau dengan tanah yang amat subur. Namun, pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan selama ini masih belum maksimal, sehingga profesi petani masih dianggap kurang menjanjikan.

Nah, dengan semakin majunya sektor teknologi, ke depan, perlu kerjasama yang intens dan berkesinambungan antara petani, swasta, dan pemerintah untuk lebih melibatkan peran teknologi untuk mengolah produk agraris, sehingga meningkatkan harga jual di pasar. Harapan besar tertumpu pada pemerintahan mendatang…

Facebook Comments

About wildansnahar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif