Home » TEKNO » Isu Aktual » Perpustakaan Desa dan TBM

Perpustakaan Desa dan TBM

puro
Strategi pengembangan budaya baca yang ditempuh pemerintah saat ini cenderung bersifat parsial dan tidak holistik. Untuk tingkat akar rumput, Perpustakaan Nasional RI meluncurkan program Perpustakaan Desa. Sementara itu, untuk hal yang sama, Kementerian Pendidikan Nasional menghadirkan program Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Untuk ruang lingkup nasional, kedua program ini kurang berjalan optimal. Untuk perpustakaan desa, Perpustakaan Nasional RI baru sebatas memberikan bantuan buku untuk perpustakaan desa. Demikian pula dengan TBM. Kementerian Pendidikan Nasional terkesan hanya menghabiskan anggaran saja dengan memberikan bantuan buku untuk TBM. Setelah itu mereka berjalan sendiri tanpa memperoleh pendampingan yang memadai.
Untuk menjalankan perpustakaan desa dan TBM tentu diperlukan sumber daya yang lain. Sumber daya manusia yang mengelola, anggaran operasional dan gedung yang representatif dilupakan begitu saja oleh Perpusnas RI dan Kemdiknas. Suatu kebijakan yang setengah hati.

Bandingkan dengan kebijakan membangun sekolah yang terpadu dengan adanya guru, gedung, dan anggaran yang jelas. Lebih sistematis dan terasa serius. Jika saat ini ada perpustakaan desa dan TBM yang maju, itu lebih karena adanya militansi jiwa kerelawanan para pengelola.

Membangun sistem budaya membaca itu memang tidak mudah. Tapi, ini yang kami lakukan di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen. Mendampingi perpustakaan desa agar memperoleh dukungan dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan semua komunitas yang ada di desa. Ini langkah darurat yang kami lakukan di tengah-tengah situasi budaya membaca yang belum kondusif.
Untuk membangun perpustakaan desa tentu tak hanya butuh bimbingan teknis administrative belaka melainkan pendampingan aplikatif di medan tempur budaya baca.

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

2 comments

  1. katedrarajawen

    Setuju, mengajak orang yang tidak suka membaca memang susah..bikin bete katanya

  2. iyaa heran…pada nggak suka baca…padahal aku kalo liat buku ngileeer aja pengen belanja tp buku skrg juga mahal mahal oeeey….huhuhu…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif