Home » TEKNO » Isu Aktual » Susi

Susi

susiBaru hari pertama jadi menteri sudah heboh. Khususnya di dunia maya. Banyak yang kasuk-kusuk sampai gerah. Tidak sedikit pun yang membela. Terjadilah perang kata. Pro dan kontra. Itulah yang dialami Bu Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang sebelumnya dikenal sebagai bos Susi Air.

Bagaimana tidak? Di antara menteri-menteri yang mentereng dengan gelarnya, Bu Susi ini cuma lulusan SMP atau SMA pun tak tamat alias tak punya gelar-gelaran. Kesuksesannya sebagai pengusaha tak lebih karena kerja keras dan ketekunan.

Yang lebih bikin heboh lagi adalah baru jadi menteri di hadapan para wartawan Bu Menteri ini dengan entengnya menenteng sebatang rokok di Istana Kepresidenan. Mungkin Bu  Susi belum sadar kalau sudah jadi menteri.

Selain itu yang jadi bahan nyinyir dan sindiran adalah Bu Susi ini juga dikatakan memiliki tatto di bagian tubuhnya yang tersembuyi. Suka minum wine dan punya suami bule.

Gonjang-ganjinglah dunia maya. Mengumbar kata dan emosi di antara sesama anak bangsa. Ada yang meremehkan ada pula yang mendukung.

Apa salahnya menteri cuma lulusan SMP?

Kalau mampu dan bisa membuktikan kapasitasnya, kenapa tidak?

Apakah ada aturan yang melarang?

Sepertinya tidak ada. Kalau ada tentu Pak Presiden tidak akan menunjuk beliau jadi menteri dong.

Apa salahnya merokok?

Merokok memang hak masing-masing. Diri sendiri yang menanggung akibatnya. Tetapi bicara kepantasan, seorang menteri, apalagi wanita merokok di depan umum tentu disayangkan.

Apa salahnya punya tatto?

Salahnya apa ya?

Bagaimana kalau punya suami bule? Wah, kalau ini namanya jodoh. Ya, bagaimana lagi?

Lalu apa masalahnya dengan Bu Susi jadi menteri?

Masalahnya adalah kita suka mengurusi pribadi orang lain dan merasa paling baik, sehingga merasa berhak untuk menilai orang lain. Di sisi lain kita juga suka mendukung orang yang kita suka, sehingga menutup mata atas hal yang kurang pantas dilakukannya.

katedrarajawen@pembelajarandarisebuahperistiwa

Facebook Comments

About katedrarajawen

5 comments

  1. Menurut saya, Susi itu tidak atau belum bermasalah.

    Yang potensi bermasalahnya cukup besar, RS.
    Kisahnya di Sukhoi dan BLBI cukup syahdu.

    Kita tunggu saja saat KPK membuka kedelapan nama itu.
    Sebelum itu, berprasangka baik dulu.

  2. katedrarajawen

    Kalau soal RS, saya malah berpikir itu merupakan salah satu cara untuk berperang melawan mafia migas, istilah nya memakai strategi devide et impera, bang

  3. Kalau menurut saya ya bang pelajaran dan sekolah yang paling baik adalah kehidupan yang punya gelar sarjana juga blm tentu sukses ,merokok memang tidak baik bagi kesehatan yach tapi mo gimana lagi nyatanya sudah banyak disediakan tempat khusus buat merokok masih aja pada bandel, Tatoo itu seni keindahan ga selalui dentik dengan kriminal yang harus kita lihat adalah hasil kerjanya jangan cuma bisa menghujat saja tapi akan beda cerita kalau beliau ini laki laki pasti reaksi masyarakat ga seheboh ini tpi krn perempuan jadi di perbincangkan h,,h,,hmmmm,bener kata bang Kate kita blm tentu lbh baik jadi daripada cuma ngomong doang ayo bantu Indonesia jadi lebih maju dengan berbagai cara gitu ya bang kira kira

  4. katedrarajawen

    Wow, ternyata mbak Ika bisa melihat hal ini dengan lebih luas dan jelas ya? Saya yakin dalam hal ini Pak Jokowi gak sembarangan memilih kalau salah pilih kan dia yang rugi sendiri, rakyat bisa tak percaya lagi

  5. Anita Godjali

    Sebenarnya yang kita butuhkan adalah pejabat yang mau melayani rakyat dengan hati, tak peduli pendidikan maupun latar belakangnya. Untuk apa pejabat berpendidikan tinggi dengan sederet gelar tetapi menyengsarakan rakyat karena berperilaku korup dan cenderung mempertontonkan kemunafikan. Mari kita memberikan kesempatan kepada mereka yang terpilih untuk melakukan tugasnya. Tak perlulah kita “nyinyir”, toh kita sendiri belum tentu sanggup melakukan. Bagaimana setujukah?https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif