Home » Lain-lain » [Opini] Memimpikan Pemimpin yang Bersedia Merawat Indonesia

[Opini] Memimpikan Pemimpin yang Bersedia Merawat Indonesia

Pilpres 2014 sebentar lagi. Sudahkah kita menyiapkan diri? Berdasarkan data sensus kependudukan tahun 2010, kita dapat mengetahui bahwa piramida penduduk kita didominasi oleh usia muda kategori 0-14 tahun, lalu disusul usia 25-29 tahun. Apa artinya ini? Ini berarti, di tahun 2020, Indonesia akan kaya. Kaya dengan penduduk usia produktifnya.

Menurut saya, hal ini sangatlah penting. Penduduk usia produktif adalah aset terbesar sebuah bangsa, sebuah negara. Yang menjadi titik fokus kemudian, sejauh mana usaha yang dilakukan pemerintah dalam mengelola kebutuhan para (calon) penduduk usia produktif tersebut agar kelak benar-benar mewujud menjadi penduduk usia produktif yang mampu memberikan kontribusi terbaiknya bagi kemajuan negara ini –Indonesia.

Sebelum melangkah lebih lanjut, mari mundur sejenak. Ada beberapa hal mendasar yang perlu kita ketahui terkait kependudukan dan pemerintah. Dalam ilmu ekonomi, ada 2 cara pandang terhadap penduduk sebagai fokus utama. Baik dari sisi demand (permintaan) maupun dari sisi supply (penawaran), lengkapnya sebagai berikut:

Penduduk dipandang dari sisi konsumsi (demand side)
Bila penduduk dipandang dari sisi konsumsi maka banyaknya penduduk di suatu wilayah, dipikir akan menghabiskan sumber daya yang ada di wilayah tersebut. Dalam cara pandang ini pula, penduduk usia non produktif (anak dan lansia) akan dianggap sebagai beban negara. Cara pandang demikian biasanya akan melahirkan kebijakan-kebijakan anti natalis. Mayoritas ahli ekonomi berada pada sisi ini –memandang penduduk dari sisi demand side.

Penduduk dipandang bernilai investasi (supply side)
Dalam cara pandang ini, penduduk dipandang sebagai SDM yang kelak menentukan masa depan sebuah negara, sebuah bangsa. Cara pandang yang seperti ini biasanya akan melahirkan kebijakan-kebijakan yang lebih mengutamakan bagaimana menghasilkan SDM yang bermutu tinggi. Salah satu ahli ekonomi yang mencetuskan teori bahwa penduduk seharusnya dipandang dari sisi supply (bernilai investasi) adalah Becker.

Ketika penduduk dipandang sebagai investasi, maka penduduk (terutama anak-anak) akan diperlakukan sebaik-baiknya dan benar-benar diusahakan jaminan kebutuhan lahir batinnya, gizinya, kesehatannya serta pendidikannya hingga kelak dewasa ia menjadi SDM yang berkualitas tinggi yang mampu memberikan kontribusi besar pada agama, bangsa dan negara.

Pemimpin yang bersedia menjadikan Indonesia menjadi negara maju, sudah banyak. Pemimpin yang mengumbar janji akan menjadikan pendapatan per kapita Indonesia sekian ribu dollar juga sudah banyak. Namun, manakah pemimpin yang bersedia mempersiapkan dan merawat SDM Indonesia agar kelak tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin baru yang dapat membuat Indonesia menjajaki eskalasi kemajuan multidimensional?

Generasi yang kita persiapkan masa depannya, yang kita rawat sebaik-baiknya, suatu hari nanti akan tumbuh baik dengan turut merawat kepercayaan yang kita berikan serta merawat sesuatu yang kita tinggalkan untuknya kelak. Semoga pemimpin 2014 kelak adalah pemimpin yang mau dan mampu merawat kepercayaan titipan rakyatnya, pemimpin yang bukan menganggap penduduk sebagai beban, melainkan memandang penduduk sebagai amanah titipan Tuhan yang wajib untuk dijaga sebaik-baiknya.

Facebook Comments

About dyah

One comment

  1. Mari merawat Indonesia,
    Kalau saya jadi Presiden, Ibu Dyah ini saya angkat jadi Menkeu, :D

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif