Home » Lain-lain » Solusi, bukan sebab

Solusi, bukan sebab

presentationsforbusiness.com (edited

presentationsforbusiness.com (edited

memecahkan masalah itu dengan mencari solusi, bukan penyebab. Gue tidak tau dapat kata-kata itu darimana, yang jelas gue emang merasa agak tersindir sih setelah membaca dan memikirkannya, setiap gue ada masalah pasti gue mencari penyebabnya, misalnya ketika motor gue tiba-tiba ban nya bocor,gue kesal dan marah-marah berusaha mencari tahu kenapa motor gue bisa sepert ini, berusaha mengingat-ingat jalan mana yang gue lalui tadi, hampir sejam mungkin gue kesal dan marah-marah kagak jelas, padahal jika gue ikhlas tanpa mencari tau penyebab ban motor gue bocor dan langsung membawanya ke bengkel, gue bisa menghemat waktu gue yang terbuang percuma.
Di sini gue menarik kesimpulan jika si pembuat kata-kata indah itu sebenarnya ingin menunjukkan ke setiap orang untuk ikhlas dalam setiap sesuatu. tetapi bukankah setiap masalah itu harus kita ketahui penyebabnya agar lebih gampang mencari solusinya?, oke gue juga sebelumnya berpikir seperti itu, tetapi setelah gue telusuri, memang lebih baik kita mencari solusi daripada sebab. Kita bisa melihat negeri ini, setiap ada demo buruh pasti setiap masyarakat juga sudah bisa menebak jika buruh berdemo pasti kebanyakan ingin meminta kenaikan gaji, dan kehidupan yang layak, kalian udah tahu sebabnya tetapi kenapa tidak mencari solusinya?. Dan ternyata kata-kata indah di awal tadi, bermakna ganda, selain menyuruh untuk ikhlas, dia juga menunjukkan kita untuk bertindak, bukan hanya bengong, diam, membisu. Kebanyakan manusia sekarang hanya bisa berlagak cacat, bisu dan tuli ketika melihat sesuatu, bahkan gue pernah melihat di KRL, ada seorang kakek tua yang berdiri berdesakan sementara anak-anak muda yang duduk di kursi pada cuek. Jika kakek tersebut pingsan, kalian mau gimana lagi? gue yakin pasti yang ada disana pada menyalahkan kepenuhan kereta, ujung-ujungnya juga nyalahin pihak KAI jika pelayananannya tidak memuaskan, padahal untuk mencegah kejadian itu ya gampang, seseorang tinggal berdiri dan menyerahkan kursinya ke kakek, sudah masalah selesai, kita mencari solusi bukan sebab.
Pemikiran masyarakat sekarang itu fana, mereka lebih egois dan cenderung menyalahkan orang lain. Gue akui jika gue terkadang seperti itu, memang sikap itu yang menjadi kendala kesuksesan seseorang. Kalian tau Edison si penemu bola lampu? Dia adalah contoh nyata bahwa masalah itu dengan solusi dan bukan mencari alasan semata. Zaman dulu, penerangan di masyarakat itu memakai lampu minyak, terangnya kurang tetapi bahayanya besar, yaitu kebakaran!. Dengan bola lampu listrik ciptaan Edison, selain aman, masyarakat juga semakin mengetahui fungsi listrik. Betapa hebatnya Edison, di saat orang lain mungkin marah ketika lampu minyak tidak terang, sering terjadi kebakaran, dia malah mencari solusi untuk semua itu, bekerja siang malam dan mencoba seribu kali untuk menemukan penemuan hebat yang diakui dunia hingga sekarang.
Dan sekarang gue malah bisa menarik kesimpulan dari kalimat indah yang terletak pada awal tulisan gue ini “memecahkan masalah dengan mencari solusi bukan penyebab”, kita harus ikhlas terhadap sesuatu yang terjadi, kita juga harus bertindak, dan yang terakhir kita juga harus selalu semangat dan pantang menyerah seperti Edison. Ingat, solusi itu tidak gampang, sehingga banyak orang lebih mudah mencari penyebab masalah untuk kemudian menyalahkan hal lain, itu memang lebih gampang, serius.

Facebook Comments

About dhobz25

One comment

  1. Vivi Tirta Wijaya

    mencari solusi, bukan sebab. mantab https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif
    salam kenal https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif