Home » Lain-lain » Kondektur yang Jujur

Kondektur yang Jujur

tempo.co

tempo.co

Kondektur yang Jujur

Ketika naik angkutan umum, saya sering memperhatikan penumpang dan kondektur ataupun supir bis. Kalau melihat kondektur yang songong atau supir yang bohong mungkin sudah biasa. Misalnya, saat penumpang dipinggir jalan bertanya ke supir (karena kondektur lagi di belakang) “Pak bis ini lewat jalan A tidak? SI supir menjawab “Iya” padahal bis bukan ke arah jalan A. Mungkin bisa, tapi selain biaya yang akan bertambah karena harus nyambung dengan angkutan lagi si penumpang juga bisa jadi kehilangan waktu.

Atau kejadian si kondektur mangih tarif lebih mahal dari biasa. Kalau penumpang diam, kondektur berlalu saja. Kalau penumpang protes kondektur berdalih macam-macam. Ini sering terjadi untuk tarif ongkos yang menggunakan pecahan Rp 500. Si kondektur kadang menjawab tidak ada recehan.

Menemukan kondektur yang jujur dan ramah itu rasanya anugrah sekali di kota besar. Seperti kejadian Senin ketika saya naik bis jurusan Senen – Cikarang. Saat mendengar di belakang saya terjadi tanya jawab yang cukup alot . Si penumpang ngotot memberi ongkos dibawah tarif.

Pas tiba di bangku saya, lalu coba bertanya ke kondektur dan menyuruhnya mengambil kembalian ongkos saya. Tapi si kondektur mengatakan sudah beres. Lalu ketika di sebelah saya memberi Rp 5000-an dua lembar, sedang ongkos cuma Rp 3.000. Si kondektur mengatakan uangnya kebanyakan.

Salut rasanya melihat orang yang masih bisa jujur, padahal banyak kondektur yang tidak peduli dengan penumpang. Semoga akan muncul lagi orang jujur-orang jujur lainnya.

Bekasi, 16 Januari 2014

Facebook Comments

About Afriska

6 comments

  1. katedrarajawen

    Ini nih Fris, kalau kasih ongkos kelebihan biasanya pura2 aja, atau malah ada modus sengaja belum ada kembali, biar penumpangnya kelupaan, soalnya pernah ngalami, tujuan udah hampir sampai, tpi keneknya diam aja, padahal uang ada dalam pegangan, begitu ditanya soal kembali baru deh ada reaksi hehehe…boleh tuh kondekturnya fris hihihi

    • iya Oom Kate, itu sudah sangat sering terjadi. Justru yang langka adalah yang jujur hehehehe

  2. Muhammad Armand

    hemmmmmmmmmmmmmm
    aku suka gaya nulismu :D

  3. salut ama kondektur yg jujur itu…semoga para kondektur baca artikel ini, biar ketularan jujur…hehehe…
    nice post, Fris…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif