Home » Lain-lain » Pengalaman Simbis Yang Unik Dan Berbeda

Pengalaman Simbis Yang Unik Dan Berbeda

Simbis atau biasa kita kenal dengan singkatan dari  simulasi bisnis yang diselenggarakan untuk mendukung gerakan bisnis dengan melakukan simulasi bisnis di usia dini agar peserta simulasi bisnis dapat mendapatkan pengalaman baru dan contoh bagaimana ketika nanti kita akan menjadi seorang entrepreneur yang terkenal dan kita dapat mengelola perusahaan kita dengan lebih baik karena kita sudah mempelajari kekurangan – kekurangan kita pada saat simulasi bisnis ini. Pengalaman baru juga saya rasakan secara pribadi karena ini juga merupakan simbis pertama saya dan pengalaman ini tidak dapat terlupakan karena proses dalam membuat suatu perusahaan dari awal sampai dapat dikenal oleh orang banyak. Semuanya membutuhkan proses yang tidak sedikit dan tidak juga besar jika kita mempunyai minat dalam bidang bisnis kedepannya, ketika saya menjalani proses demi proses dalam simulasi bisnis, terdapat banyak sekali masalah yang saya hadapi seperti sulitnya berkomunikasi dengan kelompok ipa yang merupakan rekan kerja dalam simulasi bisnis ini dan kecepatan dan waktu sangat diuji dalam tahap ini karena perlu diingat bahwa waktu merupakan hal yang sangat penting dalam berbisnis di masa nanti. Simbis ini juga memberikan manfaat lain untuk saya secara pribadi, salah satunya adalah menambah kepercayaan diri dalam mempresentasikan produk hal ini juga dapat membantu saya sebagai siswa yang mengambil jurusan di bidang sosial dan sangat sering melakukan presentasi nantinya.

Simbis yang dilakukan di sekolah saya yang bertempat di Sekolah Dian Harapan Daan Mogot dilakukan tahun lalu sekitar bulan november dan dilakukan sebelum libur natal dan tahun baru, dalam simulasi bisnis ini, Mr Steven Sutantro sebagai guru entrepreneurship di sekolah saya juga turut  mengundang juri – juri yang dapat membantu penilaian terhadap perusahaan – perusahaan yang telah dibuat. Menurut saya secara pribadi, dengan hadirnya para juri yang juga memberikan manfaat yang sangat banyak seperti, mereka sebagai juri juga memberikan komentar – komentar yang dapat membangun dan masukan agar perusahaan kita dapat lebih baik kedepannya dan dapat belajar kesalahan yang telah kita perbuat di masa lampau. Mereka para juri tentunya bukan sembarang juri, tetapi mereka sudah mempunyai jam terbang yang bisa dikatakan cukup tinggi seperti contohnya Mr Philip, seorang guru photografi, juga seorang entrepreneur dengan mempunyai beberapa usaha seperti restoran Rasane Seafood yang bertempat di komplek perumahan Citra 6 dan masih mempunyai segudang pengalaman dan ilmu yang mereka miliki dan mereka pun membagikan ilmu dalam sesi workshop yang diadakan sekitar 2 jam lamanya. Mungkin banyak siswa yang mengatakan bahwa hal ini tidaklah penting untuk masa depan kita, tetapi jika kita perdalam ilmu dengan mengambil ilmu yang dibagikan secara cuma – cuma oleh seorang entrepreneur secara langsung, hal ini tidak dapat dikatakan salah dan juga benar, semua kembali kepada minat dan tujuan dari setiap orang yang ingin maupun tidak tertarik dalm bidang bisnis.

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari simulasi bisnis ini sebagai berikut, dengan adanya simbis ini kita dapat mempersiapkan diri untuk masa yang akan datang, juga kegiatan seperti simbis ini dapat selalu diadakan setiap tahunnya. Kenapa? karena dengan diadakan setiap tahun, setiap generasi kita yang akan datang juga dapat menimba ilmu yang sama juga lebih dari apa yang telah kita dapatkan sekarang, karena masa depan bumi, negara kita semua tergantung pada masa depan kita juga masa depan penerus generasi kita.

Semoga Dian Harapan tetap jaya  dan diberkati selalu !!!

Facebook Comments

About Halim Priyatna

2 comments

  1. Anita Godjali

    Halim,jadilah pebisnis yang jujur dan selalu takut akan Tuhanhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif