Home » Lain-lain » [OPINI] Menetralkan Media Massa: Suatu Urgensi Menjaga Kemerdekaan Indonesia

[OPINI] Menetralkan Media Massa: Suatu Urgensi Menjaga Kemerdekaan Indonesia

logo-lomba12-300x160

[OPINI] MENETRALKAN MEDIA MASSA:

Suatu Urgensi Menjaga Kemerdekaan Indonesia

Oleh Iwan Ridwan

Pencerdasan bangsa bukan hanya permainan sistem yang mengandalkan pendidikan formal kepada masyarakat. Akan tetapi, kedewasaan akan kecerdasan suatu bangsa dapat dilihat dari  peran medianya, baik media elektronik maupun media cetak. Pada prinsipnya, dasar pembentukan media massa adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara luas tentang suatu peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi.  Menurut Leksikon Komunikasi, media massa adalah “sarana penyampai pesan yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas seperti radio, televisi, dan surat kabar.” Massa berasal dari bahasa Inggris yaitu mass yang berarti kelompok atau kumpulan. Dengan demikian, pengertian media massa adalah perantara atau alat-alat yang digunakan oleh massa dalam hubungannya  satu sama lain (Soehadi, 1978:38).

Merujuk pada definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa media massa atau sering kita sebut sebagai pers adalah suatu alat untuk menyampaikan sebuah informasi yang bersifat objektif dan melakukan pencerdasan dari peristiwa yang diinformasikannya. Hal tersebut sesuai dengan fungsi media massa dalam UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers yakni berfungsi untuk: (1). Menginformasikan (to inform); (2). Mendidik (to educate); (3). Menghibur (to entertain); (4). Pengawasan Sosial (social control) –pengawas perilaku publik dan penguasa. Dari keempat fungsi tersebut jelas terlihat bahwa peran media massa pada suatu bangsa terutama bangsa Indonesia memiliki peranan yang sangat penting dalam rangka memberikan suatu informasi agar mudah diakses oleh masyarakat secara luas, yang secara tersirat terdapat penanaman nilai-nilai pendidikan agar masyarakat menjadi semakin dewasa dalam menyikapi suatu permasalahan yang terjadi di negaranya khususnya Indonesia pasca pesta demokrasi dalam Pilpres (pemilihan presiden) 9 Juli lalu.

Berbicara secara komprehensif tentang media massa atau pers tentunya akan membutuhkan uraian panjang yang perlu dikupas secara tersendiri. Meskipun demikian, dengan pembahasan yang singkat ini diharapkan akan menjadi suatu bahan refleksi kita dalam rangka memperingati kemerdekaan sejak diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Sejarah mencatat bahwa peran media telah menjadi saksi sejarah bagaimana Indonesia lahir dan menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia dalam memperoleh kemerdekaannya. Peralihan Orde Lama ke Rezim Orde Baru telah menjadi catatan penting ditengah era reformasi yang kita pilih dalam membersihkan otoritas pemerintahan pasca Orde Baru hingga negara kita memilih “Demokrasi” sebagai suatu asas keadilan dalam menjalankan amanat rakyat dari para pendiri bangsa.

Begitu luar biasanya kekuatan media massa ini digambarkan oleh Malcolm X dengan pernyataan bahwa “Media massa merupakan entitas terkuat di muka bumi karena kemampuannya dalam membentuk dan mengendalikan kesadaran massa. Dengan kekuatan tersebut, media massa bahkan mampu menentukan apa yang baik dan apa yang buruk bagi masyarakat seperti halnya seorang dokter yang mengobati pasiennya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia kini menginjak pada umur 69 dan setiap tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekan RI. Selain itu, perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi membawa dampak positif bagi perkembangan kehidupan di negara kita karena setiap masyarakat  dapat dengan mudah mengakses informasi secara virtual. Contoh sederhananya adalah keberadaan televisi yang sudah mengarah pada kebutuhan pokok dewasa ini. Mayoritas masyarakat pasti memilikinya. Berbagai informasi, serta hiburan tersaji dalam suatu program-program acara disetiap salurannya. Namun, keberadaan media hari ini dalam suasana politik, baik itu pada televisi maupun surat kabar menjadi bahan pertanyaan kita bersama.

Dalam konteks politik, media massa merupakan salah satu kekuatan politik yang mempengaruhi proses politik. Karena itulah keberadaan media massa, terutama pers bebas dianggap sebagai salah satu pilar dari demokrasi. Meskipun demikian, objektifitas informasi menjadi bahan pertanyaan ketika politisasi secara transparan terjadi dari berbagai media seolah menjadi suatu pertarungan antar media dalam masa pemilihan presiden yang telah berlangsung. Menengok pendapat Toni Sudibyo yang berjudul “sikap media massa dalam pilpres.” Beliau berpendapat bahwa, Media massa harus menyadari perannya sebagai bagian dari pilar demokrasi yang penting. Kedudukan ini menempatkan media massa pada posisi tanggungjawab yang besar dalam proses politik, termasuk Pilpres. Dalam konteks kontestasi pilpres, netralitas dan objektifitas media massa akan menampilkan postur media massa sebagai sumber informasi penting bagi publik atas rekam jejak, visi misi dan program pembangunan yang diusung oleh tiap pasangan capres dan cawapres.[1]

Sejalan dengan pendapat tersebut, sudah sepantasnya kita membersihkan diri dari berbagai peristiwa yang telah terjadi baik itu masa sebelum pilpres, pelaksanaan, maupun pasca pilpres. Kita tinggalkan berbagai atribut kampanye yang telah melekat kepada kita, dan penjurusan kubu yang telah meretas tali persaudaraan. Hal tersebut sangat penting dalam rangka menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI tercinta ini dengan didasari nilai-nilai yang diamanatkan oleh pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa. Dengan tidak menyinggung berbagai media yang telah bertarung dalam mengusung tokoh yang didukungnya, kita harus bersatu kembali menjadi sesuatu yang utuh. Sebagai bangsa yang kuat, yang berdiri dengan perjuangan darah, dan jiwa. Sudah sepantasnya kita menjaga kemerdekaan yang telah kita raih bersama.

Adapun penyelesaian konflik yang terjadi pasca pilpres salah satunya adalah dengan menetralkan media dengan berbagai konsekuensi logis dari berbagai permasalahan yang sedang terjadi. Dengan bersatunya kembali media yang telah sadar akan tugas dan peranannya, akan menjadikan suatu kebanggaan kita bersama dalam membawa kemerdekaan ini untuk seluruh warga masyarakat yang tersebar dari berbagai pulau dan provinsi yang menjadikan Nusantara serentak menjaga tali persaudaraan dalam mengusung persatuan dan kesatuan bangsanya. Akhirnya, cita-cita kemajuan bangsa akan terwujud seiring kedewasaan setiap lapisan masyrakat maupun pemerintah sebagai penyelenggara negara, serta peranan media dalam mengupayakan situasi dan kondisi positif dalam membantu keutuhan kemerdekaan secara baik dan komprehensif.

[1] Lihat Toni Sudibyo. (2014). Sikap media massa dalam pilpres.Tersedia: http://news.detik.com/read/2014/04/22/164137/2562195/103/2/sikap-media-massa-dalam-pilpres. [12 Agustus 2014].

 

Facebook Comments

About Iwan Ridwan

5 comments

  1. Yulida Medistiara

    Media massa kini telah terkena dampak kapitalisme empunya, dilihat dari cara penyajian beritanya yang tak berimbang. Sayang sekali, di era demokrasi media massa justru kurang mendapatkan kebebasan mementukan “jalan hidupnya sendiri” mereka dikendalikan oleh para kaum borjuis. Pers sebagaimana fungsinya memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat, kalau mereka memihak golongan siapa yang mengawasi?

    • Setuju https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif
      sayangnya, hanya sedikit masyarakat yang bisa bepikir logis terhadap pemberitaan di media yang tidak netral, mayorita sekali tonton langsung menjadi keyakinan bahwa itulah kebenaran https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif

  2. Media yang di sajikan lengkap, meng.Inspirasi dan sangat menarik untuk dibaca https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  3. salam kenal
    permasalahan yang sama pada tiap negara disetiap kepemimpinan siapapun di era “easy browsing” saat ini.
    banyaknya berita yang tak didasari fakta membuat segalanya tak berimbang, jangan lupakan juga gampangnya membangun opini dengan sumber sepihak dan terkadang menyesatkan bisa dilakukan siapa saja (bahkan mungkin yang tidak kapabel di bidangnya)…
    ke arah mana bangsa ini, lihat bagaimana peran media dan sikap masyarakat akan apa yang diberitakan.

    maaf numpang lapak mas, soalnya baru gabung
    https://ketikketik.com/lomba-opini-hut-ri-ke-69/2014/08/16/opini-setelah-berseteru-kini-saatnya-bersatu.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif