Home » Lain-lain » Pak Jokowi Akan Menyetop Utang Luar Negri Di Kabinet Barunya

Pak Jokowi Akan Menyetop Utang Luar Negri Di Kabinet Barunya

Jika Jokowi – JK berniat mengurangi beban negara terhadap utang luar negeri sebaiknya dilakukan bertahap sembari perlahan meningkatkan rasio pajak terhadap PDB. Ikhsan menyarankan agar langkah itu dimulai dengan mencari utang luar negeri yang berbiaya murah. “Atau seperti Jepang yang lebih banyak berutang kepada penduduknya.

yakni pada sektor utang luar negeri yang terus bertambah. Dia mengatakan, utang luar negeri memiliki peran dalam memperparah kondisi ekonomi Indonesia. ‘Devisa negara terus berkurang karenanya. Alokasi untuk kesejahteraan rakyat pun terganggu,’ kata dia.Ketiga, Riza mengatakan, yaitu tantangan untuk membenahi ekspansi investasi asing dalam sektor-sektor strategis. Dia menyebutkan contoh pada sektor makanan dan minuman. (Baca: Begini Tugas Tim Transisi Jokowi)Menurut Riza, hampir seluruh kebutuhan orang Indonesia sejak bangun tidur hingga tidur kembali diproduksi oleh korporasi asing. ‘Lantas bagaimana bisa membangun ekonomi yang mandiri jika nyatanya seperti itu?’ katanya. ‘Jokowi-Kalla harus membenahi sistem kapital yang sudah sangat carut-marut ini.’Untuk mengatasi hal tersebut, Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyarankan Jokowi-Kalla untuk membentuk kabinet bidang perekonomian yang diisi oleh orang yang menjunjung tinggi kepentingan nasional. ‘Juga harus berani mengoreksi kebijakan keliru di masa lalu,’ ujarnya di tempat yang sama.Selain itu, Ray beranggapan, Jokowi-Kalla juga tak boleh memasukkan anggota partai politik dalam kabinet perekonomian. Menurut dia, anggota partai berpotensi hanya akan menjadi ‘pemerah’ di kementerian yang dipimpinnya.Ketua Koalisi Anti Utang, Dani Setiawan, menganggap penerapan Pancasila dan Trisakti dalam visi-misi ekonomi harus diikuti oleh beberapa hal. ‘Antara lain, anti-kapital, anti-liberalisme, anti ketergantungan impor, dan anti utang,’ kata Dani di tempat yang sama. Menurut Dani, ideologi Pancasila dan Trisakti otomatis membawa ruh untuk menyejahterakan rakyat.’Esensinya, bagaimana menempatkan rakyat sebagai sumber kedaulatan dalam pembangunan ekonomi,’ kata Dani.Jika menang pada persidangan perselisihan hasil pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi, Jokowi-Kalla akan mutlak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2014-2019 pada 20 Oktober 2014 mendatang. Sejak bulan lalu, melalui akun facebook, keduanya juga meminta saran dari rakyat tentang kabinet alternatif. Termasuk siapa yang cocok ditempatkan dalam kabinet bidang perekonomian.’Relawan juga harus mengawal perjalanan politik Jokowi-Kalla ke depannya,’ tulis Jokowi-Kalla dalam akun resmi.

Pasangan Jokowi-JK dalam visi-misinya menjanjikan utang baru hanya ditujukan untuk membiayai pengeluaran pemerintah yang produktif dalam rangka meningkatkan potensi.

Pemanfaatan utang selama ini disinyalir memang sering tidak tepat sasaran, dikorupsi, dan pada masa pemerintahan otoritarian juga digunakan untuk membeli senjata yang dipakai untuk membasmi suara-suara kritis rakyatnya.

Ironisnya, berbagai penyimpangan tersebut tidak menghentikan lembaga keuangan global, seperti IMF dan Bank Dunia, untuk tetap menggelontorkan utang yang ikut memperlebar ketimpangan sosial di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

 

yakni pada sektor utang luar negeri yang terus bertambah. Dia mengatakan, utang luar negeri memiliki peran dalam memperparah kondisi ekonomi Indonesia. ‘Devisa negara terus berkurang karenanya. Alokasi untuk kesejahteraan rakyat pun terganggu,’ kata dia.Ketiga, Riza mengatakan, yaitu tantangan untuk membenahi ekspansi investasi asing dalam sektor-sektor strategis. Dia menyebutkan contoh pada sektor makanan dan minuman. (Baca: Begini Tugas Tim Transisi Jokowi)Menurut Riza, hampir seluruh kebutuhan orang Indonesia sejak bangun tidur hingga tidur kembali diproduksi oleh korporasi asing. ‘Lantas bagaimana bisa membangun ekonomi yang mandiri jika nyatanya seperti itu?’ katanya. ‘Jokowi-Kalla harus membenahi sistem kapital yang sudah sangat carut-marut ini.’Untuk mengatasi hal tersebut, Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyarankan Jokowi-Kalla untuk membentuk kabinet bidang perekonomian yang diisi oleh orang yang menjunjung tinggi kepentingan nasional. ‘Juga harus berani mengoreksi kebijakan keliru di masa lalu,’ ujarnya di tempat yang sama.Selain itu, Ray beranggapan, Jokowi-Kalla juga tak boleh memasukkan anggota partai politik dalam kabinet perekonomian. Menurut dia, anggota partai berpotensi hanya akan menjadi ‘pemerah’ di kementerian yang dipimpinnya.Ketua Koalisi Anti Utang, Dani Setiawan, menganggap penerapan Pancasila dan Trisakti dalam visi-misi ekonomi harus diikuti oleh beberapa hal. ‘Antara lain, anti-kapital, anti-liberalisme, anti ketergantungan impor, dan anti utang,’ kata Dani di tempat yang sama. Menurut Dani, ideologi Pancasila dan Trisakti otomatis membawa ruh untuk menyejahterakan rakyat.’Esensinya, bagaimana menempatkan rakyat sebagai sumber kedaulatan dalam pembangunan ekonomi,’ kata Dani.Jika menang pada persidangan perselisihan hasil pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi, Jokowi-Kalla akan mutlak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2014-2019 pada 20 Oktober 2014 mendatang. Sejak bulan lalu, melalui akun facebook, keduanya juga meminta saran dari rakyat tentang kabinet alternatif. Termasuk siapa yang cocok ditempatkan dalam kabinet bidang perekonomian.’Relawan juga harus mengawal perjalanan politik Jokowi-Kalla ke depannya,’ tulis Jokowi-Kalla dalam akun resmi keduanya – See more at: http://kabarjokowi.blogspot.com/2014/08/tiga-tantangan-kabinet-ekonomi-jokowi.html#sthash.0dvLsCTR.dpuf
yakni pada sektor utang luar negeri yang terus bertambah. Dia mengatakan, utang luar negeri memiliki peran dalam memperparah kondisi ekonomi Indonesia. ‘Devisa negara terus berkurang karenanya. Alokasi untuk kesejahteraan rakyat pun terganggu,’ kata dia.Ketiga, Riza mengatakan, yaitu tantangan untuk membenahi ekspansi investasi asing dalam sektor-sektor strategis. Dia menyebutkan contoh pada sektor makanan dan minuman. (Baca: Begini Tugas Tim Transisi Jokowi)Menurut Riza, hampir seluruh kebutuhan orang Indonesia sejak bangun tidur hingga tidur kembali diproduksi oleh korporasi asing. ‘Lantas bagaimana bisa membangun ekonomi yang mandiri jika nyatanya seperti itu?’ katanya. ‘Jokowi-Kalla harus membenahi sistem kapital yang sudah sangat carut-marut ini.’Untuk mengatasi hal tersebut, Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyarankan Jokowi-Kalla untuk membentuk kabinet bidang perekonomian yang diisi oleh orang yang menjunjung tinggi kepentingan nasional. ‘Juga harus berani mengoreksi kebijakan keliru di masa lalu,’ ujarnya di tempat yang sama.Selain itu, Ray beranggapan, Jokowi-Kalla juga tak boleh memasukkan anggota partai politik dalam kabinet perekonomian. Menurut dia, anggota partai berpotensi hanya akan menjadi ‘pemerah’ di kementerian yang dipimpinnya.Ketua Koalisi Anti Utang, Dani Setiawan, menganggap penerapan Pancasila dan Trisakti dalam visi-misi ekonomi harus diikuti oleh beberapa hal. ‘Antara lain, anti-kapital, anti-liberalisme, anti ketergantungan impor, dan anti utang,’ kata Dani di tempat yang sama. Menurut Dani, ideologi Pancasila dan Trisakti otomatis membawa ruh untuk menyejahterakan rakyat.’Esensinya, bagaimana menempatkan rakyat sebagai sumber kedaulatan dalam pembangunan ekonomi,’ kata Dani.Jika menang pada persidangan perselisihan hasil pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi, Jokowi-Kalla akan mutlak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2014-2019 pada 20 Oktober 2014 mendatang. Sejak bulan lalu, melalui akun facebook, keduanya juga meminta saran dari rakyat tentang kabinet alternatif. Termasuk siapa yang cocok ditempatkan dalam kabinet bidang perekonomian.’Relawan juga harus mengawal perjalanan politik Jokowi-Kalla ke depannya,’ tulis Jokowi-Kalla dalam akun resmi keduanya – See more at: http://kabarjokowi.blogspot.com/2014/08/tiga-tantangan-kabinet-ekonomi-jokowi.html#sthash.0dvLsCTR.dpuf
yakni pada sektor utang luar negeri yang terus bertambah. Dia mengatakan, utang luar negeri memiliki peran dalam memperparah kondisi ekonomi Indonesia. ‘Devisa negara terus berkurang karenanya. Alokasi untuk kesejahteraan rakyat pun terganggu,’ kata dia.Ketiga, Riza mengatakan, yaitu tantangan untuk membenahi ekspansi investasi asing dalam sektor-sektor strategis. Dia menyebutkan contoh pada sektor makanan dan minuman. (Baca: Begini Tugas Tim Transisi Jokowi)Menurut Riza, hampir seluruh kebutuhan orang Indonesia sejak bangun tidur hingga tidur kembali diproduksi oleh korporasi asing. ‘Lantas bagaimana bisa membangun ekonomi yang mandiri jika nyatanya seperti itu?’ katanya. ‘Jokowi-Kalla harus membenahi sistem kapital yang sudah sangat carut-marut ini.’Untuk mengatasi hal tersebut, Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyarankan Jokowi-Kalla untuk membentuk kabinet bidang perekonomian yang diisi oleh orang yang menjunjung tinggi kepentingan nasional. ‘Juga harus berani mengoreksi kebijakan keliru di masa lalu,’ ujarnya di tempat yang sama.Selain itu, Ray beranggapan, Jokowi-Kalla juga tak boleh memasukkan anggota partai politik dalam kabinet perekonomian. Menurut dia, anggota partai berpotensi hanya akan menjadi ‘pemerah’ di kementerian yang dipimpinnya.Ketua Koalisi Anti Utang, Dani Setiawan, menganggap penerapan Pancasila dan Trisakti dalam visi-misi ekonomi harus diikuti oleh beberapa hal. ‘Antara lain, anti-kapital, anti-liberalisme, anti ketergantungan impor, dan anti utang,’ kata Dani di tempat yang sama. Menurut Dani, ideologi Pancasila dan Trisakti otomatis membawa ruh untuk menyejahterakan rakyat.’Esensinya, bagaimana menempatkan rakyat sebagai sumber kedaulatan dalam pembangunan ekonomi,’ kata Dani.Jika menang pada persidangan perselisihan hasil pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi, Jokowi-Kalla akan mutlak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2014-2019 pada 20 Oktober 2014 mendatang. Sejak bulan lalu, melalui akun facebook, keduanya juga meminta saran dari rakyat tentang kabinet alternatif. Termasuk siapa yang cocok ditempatkan dalam kabinet bidang perekonomian.’Relawan juga harus mengawal perjalanan politik Jokowi-Kalla ke depannya,’ tulis Jokowi-Kalla dalam akun resmi keduanya – See more at: http://kabarjokowi.blogspot.com/2014/08/tiga-tantangan-kabinet-ekonomi-jokowi.html#sthash.0dvLsCTR.dpuf
Facebook Comments

About carolena

One comment

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Utang luar negeri memang membebani rakyat dan negara

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif