Home » Lain-lain » Manusia Biasa

Manusia Biasa

Aku ini hanya manusia biasa bukan dewi, bukan peri atau pun bidadari yang pantas di puja.

Ketika Tuhan menitipkan aku di dalam perut bunda aku hanya sendirian saja di dalam sana tanpa ada siapa siapa. Meringkuk di dalam ruang gelap rahim bunda ada tanpa teman tanpa ada saudara aku hanya bersama Tuhan saja. Tuhan selalu setia menemani sambil mengajak ku berbicara, berbisik dengan lembut sambil berkata untuk mengingatkan aku yang lemah tanpa daya ini bahwa suatu saat nanti ketika Tuhan memanggil aku kembali { mati } aku akan kembali sendirian seperti saat masih di dalam rahim bunda. Terbujur kaku tanpa siapa siapa hanya amal kebaikan yang aku dapatkan semasa hidup di dunia saja yang akan setia me nemani ku di dalam kegelapan sana.

Ketika sudah waktunya aku harus lahir ke dunia maka Tuhan kembali berbicara. Mengingatkan kembali bahwa saat Tuhan mengizinkan aku untuk melihat indahnya dunia maka Tuhan juga memberikan banyak bekal untuk hidupku nantinya agar aku selalu ingat bahwa aku ada di dunia karena Tuhan yang mengizinkannya.
Tuhan mengizinkan aku dan memberikan kesempatan kepadaku untuk melihat betapa indahnya dunia dengan segala isinya. Memberi tanda tentang semua kebesaran-NYA sebagai Penguasa Alam Semesta karena itu aku hanya boleh memuja Tuhan saja bukan yang lainnya.

Tuhan mengizinkan aku untuk menikmati semuanya. Membiarkan kau merasakan hangatnya sinar matahari pagi yang menyinari bumi, Membiarkan aku melihat bunga bunga yang berwarna warni, mengizinkan aku untuk menghirup segarnya udara pagi dan mencium bau harum bunga yang semerbak mewangi,membiarkan aku untuk melihat indahnya langit di saat malam hari,langit malam yang dihiasi sinar rembulan dan bintang bintang yang bertebaran menghiasi angkasa yang jauh di atas sana. Tapi selain itu Tuhan juga memberikan kesempatan untuk melihat dan merasakan hujan, badai, petir, topan, dan gelombang pasang yang mengerikan. Kenapa ?? karena Tuhan mau aku sadar bahwa dunia ini isinya tidak hanya yang indah indah saja tapi juga ada sesuatu yang buruk dan mengerikan juga karena itu aku harus lebih mendekatkan diri hanya kepada Tuhan saja apa pun keadaannya.

Saat aku lahir ke dunia Tuhan memberikan kesempurnaan raga yang lengkap, utuh, sempurna, tanpa cacat dan tanpa cela. Tujuannya adalah agar aku bias mengingat Tuhan saja,agar aku sadar diri juga bahwa ada makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya yang tidaklah sempurna seperti yang aku punya. Itu sebabnya aku harus senantiasa bersyukur atas segala yang ada. Tidak boleh sombong atau pun besar kepala { Jumawa } karena semua yang aku punya hanyalah sementara dan hanya titipan Tuhan saja yang bisa diambil sewaktu waktu kapan pun Tuhan menginginkannya.

Selain memberikan kesempurnaan raga Tuhan juga memberikan aku sebuah rasa di jiwa. Agar aku bisa merasakan semuanya. Merasakan bahagia sehingga aku bisa tersenyum dan tertawa serta merasakan rindu dan cinta juga. Tuhan juga memberikan rasa perih saat terluka, memberikan aku rasa derita,kecewa dan juga air mata saat aku merasa sedih karena hal yang lainnya kenapa ??
Agar aku tahu bahwa rasa bahagia dan rasa duka adalah satu hal yang tidak pernah bisa di pisahkan dalam kehidupan manusia. Rasa bahagia dan rasa duka akan selalu setia dan tetap ada di hati manusia. Untuk mengingatkan aku juga agar senantiasa bersyukur saat bahagia dan meratap di saat duka hanya kepada Tuhan saja bukan kepada yang lainnya. Agar aku selalu mengingat Tuhan saja di setiap waktunya.

Tuhan juga selalu mengingatkan aku agar tidak mencintai siapa pun melebihi cinta ku kepada Tuhan karena hanya Tuhan saja yang cintanya kekal abadi sepanjang masa. Tuhan juga mengingatkan aku untuk patuh, tunduk, Cinta, Sayang, hormat, dan berbakti kepada kedua orang tua karena tanpa orang tua aku bukan siapa siapa

Pada akhirnya aku kembali menyadari bahwa aku ini hanya manusia biasa yang ter lahir ke dunia karena kehendak Sang Kuasa lewat perantara Ayah dan Bunda.
Tuhan kembali mengingatkan aku juga bahwa aku bukan seorang dewi, bukan seorang bidadari ,bukan pula seorang peri. Aku hanya manusia biasa ciptaan Sang Illahi yang bisa membenci atau pun di benci,yang bisa di maki atau pun memaki, yang bisa di sakiti atau pun menyakiti, walaupun terkadang itu di luar kuasa dan di luar kehendak hati dan kehendak diri karena lepas kendali dan tidak bisa mengontrol emosi. Karena itu memohon maaf kepada yang ter sakiti dan memaafkan yang telah menyakiti serta memperbaiki diri, hanya itu yang bisa dilakukan diri ini karena aku yakin dan percaya bahwa itu adalah kehendak dari sang penguasa alam ini maka aku akan menjalani hidup dan takdir ku dengan sekuat tenaga semaximal mungkin aku bisa, tentunya dengan usaha dan juga doa. Hanya ber pasrah dan berserah kepada Tuhan saja itu yang bisa kita lakukan kenapa ??? Yaachh karena aku, kamu, dan mereka adalah sama. Kita semua hanyalah manusia biasa yang tiada berdaya………..

Facebook Comments

About Ika Eviani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif