Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Masih Jaman Ikut Karang Taruna ? Capek Deh !

Masih Jaman Ikut Karang Taruna ? Capek Deh !

karangtarunaKarang Taruna, masih ada nggak sih yang tahu? Masih ada nggak yang berminat ikut andil di dalamnya untuk menjadi pengurus atau sekedar participant saja?

Sejujurnya ini satu dari banyak keluhan saya terhadap para pengurus lingkungan (dalam hal ini saya juga menyentil Rukun Warga di daerah rumah saya) yang sepertinya sudah tidak lagi memperhatikan betapa pentingnya organisasi Karang Taruna untuk anak – anak muda di lingkungan kita.

Apa sih Karang Taruna itu ?

Seperti apa sih kegiatan – kegiatan yang biasanya dilakukan oleh Karang Taruna?

Apa saja keuntungan bergabung menjadi anggota Karang Taruna?

Ini definisi Karang Taruna yang sukses saya copas dari WIKIPEDIA.

Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial.

Satu kasus yang ingin saya angkat dan akan saya hubungkan dengan Karang Taruna (KT) .

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya 17 Agustus. Saya libur kerja. Kalau saya tidak menyetel televisi dan sekelebat mendengar lagu Indonesia Raya dikumandangkan dari acara yang ditayangkan secara langsung dari Istana Negara mungkin saya tidak sadar kalau hari itu adalah ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Karena apa?

Karena suasana di lingkungan rumah saya sepi sekali. Umbul – umbul dan bendera merah putih tidak sesemarak dahulu saat saya masih berusia belasan tahun. Lomba saja tidak diadakan oleh beberapa Rukun Tetangga (RT).

Sementara anak – anak kecil yang biasanya dimanjakan dengan hiburan lomba – lomba yang diadakan setahun sekali itu cukup banyak. Yang saya lihat mereka hanya melakukan permainan sehari – hari dengan teman sebayanya.

Saya iseng bertanya pada salah seorang pengurus RT yang kebetulan sedang melintas di depan rumah.

“Pak, ini 17’an sepi – sepi aja?”

“Anak mudanya pada males, gimana mau bikin lomba?”

Itu jawaban singkat yang sama sekali tidak membuat saya kaget. Saya pun tak banyak bertanya lagi. Saya coba mampir kerumah salah seorang tetangga yang berusia sekitar 17-18 tahun. Sebut saja namanya Dedi.

Saya bertanya padanya, “Anak mudanya pada kemana? Kok 17’an ngga bikin lomba buat anak – anak kecil?”

“Susah, mbak! Pada sibuk nongkrong. RW kita kan gede, kalau yang ngurus cuma 3 orang mau jadi apaan?”

“Karang Taruna jalan atau nggak sih?”

“Engga, mbak, pada males. Ngga ada duitnya. Mending taruhan bola atau balapan liar jelas menang / kalahnya.”

Nah, inilah jawaban yang membuat saya kaget. Kenapa anak – anak muda sekarang sedikit – sedikit uang. Semuanya harus ada uang jalannya?

Tapi saya pun tidak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya. Yang saya lihat memang sosialisasi tentang “Apa itu Karang Taruna dan manfaatnya untuk kita?” sangat kurang. Sepertinya para pengurus lingkungan lebih sibuk dengan tugas mereka masing – masing. Sampai mereka lupa bahwa ada satu wadah yang harus terus diremajakan. Karena banyak manfaat di dalamnya.

Jaman saya dulu (waktu baru lulus SMA), Karang Taruna itu justru sebagai ajang kumpul – kumpul anak muda. Kadang dalam kurun waktu satu tahun dua kali kami bisa mengadakan touring keluar kota. Kami juga sering mengadakan acara pensi (pentas seni) yang melibatkan remaja dan anak muda yang berbakat dalam bidang seni. Kami menikmati keaktifan kami dalam organisasi kepemudaan itu. Dan tidak sedikit yang dapat jodoh disana. Dan di lingkungan saya (dulu) yang aktif di Karang Taruna itu banyak loh fansnya hehehee.

Kembali lagi ke soal “uang”. Siapa bilang dengan bergabung dalam Karang Taruna kita nggak dapat uang?

Pemerintah kita itu sebenarnya aktif loh menyiapkan program – program untuk Karang Taruna. Salah satunya adalah kursus gratis. Kursusnya bermacam – macam. Ada Kursus Komputer, Tata Rias Pengantin, Menjahit, Montir, Teknisi Handphone, Membuat Kue, sampai dengan Kursus memandikan mayat, dan kesemuanya akan mendapatkan sertifikat keahlian.

Nah, coba dibayangkan. Berapa uang yang harus kita keluarkan untuk memiliki sertifikat keahlian? Mulai dari daftar kursus, hingga pelaksanaan kursusnya itu sendiri. Anda semua tahu kan seberapa besar persaingan di dunia kerja saat ini? sementara masih banyak dari kita yang hanya memiliki ijazah hanya sampai SMA. Apa bukan suatu keuntungan tersendiri jika kita memiliki sertifikat keahlian dan itu kita dapatkan cuma – cuma alias gratis.

Tapi sayangnya info – info program tersebut tidak sampai pada kita. Kenapa? Karena kurangnya sosialisasi dari pengurus lingkungan.

Info program tersebut biasanya bisa di update dari Kecamatan. Harusnya pengurus kelurahan yang mengambil info dari sana kemudian diteruskan pada pengurus RW dan RT masing – masing, kemudian turun ke KT. Cukup panjang memang alurnya. Tapi saya rasa jika ada kesadaran bahwa hal tersebut sangat bermanfaat harusnya tidak menjadi hal yang berat untuk berbagi.

Jika KT ingin mengadakan kegiatan – kegiatan yang positif pun ada dana yang sudah disiapkan pemerintah untuk mendukung acara tersebut.

Jadi saat ini saya hanya berharap, jangan biarkan anak – anak muda di lingkungan kita menghabiskan banyak waktu mereka hanya untuk nongkrong – nongkrong sampai larut malam tanpa ada kegiatan yang berarti dan menguntungkan mereka pribadi. Bahkan sampai muncul sebutan cabe – cabean dan terong – terongan yang saat ini sedang cetar membahana gaungnya.

Kerjasama antara pihak – pihak terkait sangat dibutuhkan. Jadikan anak – anak muda sebagai penerus bangsa yang berkualitas. Rangkul mereka, buat mereka merasa jadi sosok yang sangat diharapkan.

Jadikan Indonesia Baru dengan hal yang kecil dulu. Hendaknya generasi tua mengayomi yang muda, dan yang muda mencontoh hal – hal baik dari yang tua, tapi yang tua pun jangan menutup diri untuk mendapat teguran dari yang muda. Jangan karena usia kita sulit akrab satu dengan lainnya.

 

Semoga tulisan ini bermanfaat adanya.

Salam Sayang dan Peduli

-ALA-

 

 

 

 

 

Facebook Comments

About ajengleodita

5 comments

  1. katedrarajawen

    Kerjasama antara pihak – pihak terkait sangat dibutuhkan. Jadikan anak – anak muda sebagai penerus bangsa yang berkualitas. Rangkul mereka, buat mereka merasa jadi sosok yang sangat diharapkan.

    saking mendukung intinya :2thumbup

  2. Jadi inget waktu karang taruna dulu, pas 50 tahun Indonesia Merdeka rame banget. waktu itu sempet jadi sekretaris karang taruna di daerah Ciganjur ( deket tempat Gusdur ). Tapi sekarang dah jauh beda kondisinya, gak ada aktivitas karang taruna spt dulu lagi. Mungkin karena semakin sempit area untuk bermain ( dulu masih ada lapangan bola, voley, badminton.. sekarang dah jadi kontrakan dan rumah2 gedong.

    Mungkin perlu motivasi lagi dan penyesuaian media utk aktivitas anak2 remaja sekarang. Mereka sptnya lebih asyik gaul di dunia maya via gadget yg makin canggih dari pada kumpul secara fisik di lingkungannya.

    :iloveindonesia

  3. di tempat kami, karang taruna…mau digalakkan lagi lho mbak, remaja masjid sudah jalan. Memang diperlukan kader RT atau RW yang peduli…yang care sama mereka.
    https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif