Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Yang Tersirat Dalam Sebuah Dongeng

Yang Tersirat Dalam Sebuah Dongeng

stock-photo-background-elephant-133689230Yang Tersirat Dalam Sebuah Dongeng
Pada jaman dahulu,di Thailand belum ada binatang yang namanya gajah.
Oleh karena itu Maharaja memerintahkan salah satu menterinya untuk berangkat ke negeri di seberang lautan,untuk membeli sepasang gajah. Maksudnya,agar rakyatnya melihat langsung binatang yang selama berabad abad ,hanya dikenal lewat cerita dari mulut ke mulut.
Karena harus menyeberangi lautan,maka perjalanan utusan Maharaja untuk membeli sepasang gajah,membutuhkan waktu berbulan bulan.Ahkirnya yang di tunggu tunggu datang juga. Tapi karena sudah larut malam,maka sepasang gajah tersebut dikandangkan dan keesokkan harinya,baru rakyat di ijinkan untuk menyaksikan binatang langkah ini.
Tetapi Maharaja ingin,bahwa para pembesar kerajaan tahu tahu lebih dulu tentang gajah ini. Maka diperintakanlah mereka untuk malam itu juga ke lokasi dimana kedua gajah ini di kandangkan. Berhubung sangat gelap,maka para pembesar memerintahkan supaya segera dinyalakan obor.Tetapi pawang gajah melarang dan mengingatkan,bahwa gajah sangat sensitif. Kalau dikagetkn dengan nyala obor ,maka dikuatirkan mereka akan mengamuk dan tidak seorangpun dapat menahan,bila gajah mengamuk.Alasan ini masuk akal,maka para Pembesar Kerajaan membatalkan niat mereka untuk menyalakan obor.
Jalan satu satunya untuk mengetahui tentang gajah,adalah dengan meraba raba. Karena masing masing ingin menjadi orang nomer satu yang tahu tentang gajah,maka tanpa perasaan malu, para Pembesar Kerajaan ini berebutan untuk memegang gajah .Berhubung terhalang dengan balok balok kandang, maka para pejabat hanya dapat memegang bagian bagian dari tubuh gajah tersebut.Yang seorang memegang kaki gajah dan berpikir :” Ternyata benar ,gajah itu besar,seperti tiang istana.”

Pembesar yang lain,kebagian memegang gading gajah. Ia mengomel dalam hatinya:” Hm ternyata gajah itu tidak besar, hanya keras saja” Pembesar ketiga, bersorak dalam hatinya :’ Benar benar luar biasa,ternyata gajah itu seperti balon raksasa,karena ia dapat meraba perut gajah,Pembesar keempat.menyumpah serapah dalam hatinya:” ‘Bohong semuanya, apanya yang besar? Kan cuma segini? Katanya dalam hati,sambil memegang ekor sang gajah.

Mengajarkan Tentang “Kebenaran”

Setelah puas,maka ke empat Pembesar Kerajaan ini kembali ke kediaman mereka masing masing.Ternyata mereka sudah ditunggu oleh rakyat daerahnya, yang tidak sabaran ini mengetahui,bagaimana bentuk dan rupa gajah .Maka dengan semangat yang ber api api, setiap Pejabat Kerajaan, mulai berpidato. Menyampaikan pendapat mereka tentang gajah dan disambut dengan meriah oleh rakyatnya. Mereka bangga, bahwa Pembesar yang berasal dari daerahnya, ternyata tahu lebih dulu tentang gajah.
Tetapi justru hal ini mendatangkan petaka bagi negeri yang tadinya aman dan tentram.
Rakyat saling berargumentasi tentang bentuk dan rupa gajah,sesuai dengan penjelasan dari para pembesar mereka. Maka tawuran diantara penduduk tidak dapat dielakkan lagi,
Malam itu menjadi malam yang paling mengerikan bagi negeri yang tadinya aman tentram dan damai.
Alkisah,Maharaja menjadi sangat berang.dan memerintahkan agar semua rakyat dan pembesar, pada waktu matahari terbit besok pagi sudah harus hadir di alun alun,untuk membuktikan siapa diantara para Pembesar ini yang benar. Keempat pembesar ini sangat percaya diri,Masing masing amat yakin, bahwa merekalah yang benar, sedangkan yang lain berbohong. Malam semakin larut dan semua penduduk tertidur pulas..
Keesokkan harinya,ayam jantan berkokok,petanda sang mentari sudah terbit.Maka berduyun duyunlah rakyat dan pembesar datang ke alun alun dimana gajah dikandangkan. Bunyi terompet dan genderang,bagaikan pasukan yang mau perang…
Maharaja tiba dan memerintahkan membuka pagar kandang, agar sepasang gajah tersebut bebas keluar dan bisa disaksikan oleh semua hadirin.
Dalam hitungan detik…kedua ekor gajah berlari keluar kadang,karena kaget mendengarkan terompet dan genderang….Tiba tiba,….semuanya hening….sepi….tidak ada yang bersuara…
Maharaja amat murka dan dengan suara mengguntur mengatakan:” Kamu semuanya pembesar yang lancang, Hanya dengan memegang sebagian dari tubuh gajah saya, kalian sudah berani menyampaikan ,bahkan bersumpah bahwa kamu sudah melihat dengan mata kepala sendiri. Kamu lihat,akibat kelancangan kalian, rakyat yang tadinya hidup dengan tenang dan damai, jadi saling tawuran. Mulai saat ini kamu semua saya pecat dari jabatan kamu.

Dan kepada Menteri Kerajaan, Maharaha bersabda:” Mulai saat ini, gajah ini harus dikembang biakkan, Aku ingin diseluruh negeri ini kelak akan dipenuhi dengan gajah. Sebagai peringatan untuk seluruh rakyatku,agar jangan lagi saling bertempur melawan saudara sendiri,hanya karena pengetahuan yang sepotong sepotong.
Maka tersebutlah,sejak saat itu negeri Thailand ini dijuluki juga Negeri Gajah Putih
Kisah sepasang gajah putih ini,ternyata membahana hingga seluruh jagat raya . Banyak kerajaan kerajaan yang tadinya saling berperang,karena mempertahankan “kebenaran kebenaran “ yang sepotong sepotong,menjadi sadar diri dan mereka hidup rukun dan damai sepanjang masa….

Apakah kisah ini, akan dapat dipetik hihmahnya oleh rakyat dinegeri kita ? Mari kita bertanya pada hati kita masing masing.

Wollongong, 24 Januari,2014
Tjiptadinata Effendi

Facebook Comments

About tjiptadinata effendi

10 comments

  1. katedrarajawen

    Pak Tjipta, kisah lama yang tetap menarik, kelihatannya sederhana tapi kadang sikap kita masih meraba2 tentang kebenaran tapi sudah berani mengatakan itu kebenaran :salaman

    • tjiptadinata effendi

      Terima kasih Pak Kate. Benar pak Kate,sebuah dongeng adalah untuk menina bobokan seorang anak,tetapi justru seharusnya membangunkan orang orang dewasa,bahwa kebenaran yang hakiki,hanya ada pada Tuhan. Manusia hanya memiliki sepotong sepotong kebenaran ,yang dikaitkan dengan kepentingan pribadi, Terima kasih sudh memahami makna dongeng ini pak Kate,salam hangat selalu.

  2. Vivi Tirta Wijaya

    ternyata ceritanya seperti itu, saya baru tahu :malu:

    • tjiptadinata effendi

      Mbak Vivi ,selamat pagi. kisah ini hanya sebuah pengantar tidur bagi anak anak,tetapi tujuannya adalah membuat orang dewasa terjaga dari “tidurnya”.Terima kasih sudah berkunjung dan salam hangat dari jauh

  3. Muhammad Armand

    betul tuh Bang
    Jadi saya dan Kate serta Vivi Tirta gak boleh sok tahu deh
    ha ha ha ha ha

    • tjiptadinata effendi

      hehe Selamat pagi saudaraku pak Armand..termasuk sentilan untuk pribadi saya juga di dalamnya haha..Nah,berbahagialah orang yang bisa menertawakan diri sendiri,karena ia tidak akan pernah menertawakan orang lain.hahaha… sok menggurui …padahal yang digurui adalah pak Ustazd dan dosen lagi…hahaha

  4. tjiptadinata effendi

    Pak Edy terima kasih untuk mantstaf nya …salam ya dari kejauhan ,,have a nice day

  5. Semoga saya bukan salah satu orang yang sok tahu…..pagi pagi baca dongeng dari pak Tjip…salam adem dari TangSel

  6. tjiptadinata effendi

    hehe ya nggaklah Mbak Fey,, Tugas kita adalah memberikan info bagi yang belum tahu, tapi bukanlah berarti kita yang paling tahu..Salam hangat dari wollongong

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif